::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Santri se-Nusantara Hadiri Kopdarnas di Bandung

Santri se-Nusantara Hadiri Kopdarnas di Bandung

"Bersama AIS, kita tebarkan Islam yang ramah bukan Islam yang marah; Islam yang merangkul bukan Islam yang memukul. Dengan AIS, santri harus berkarya," tandas Romzi yang juga merupakan alumni dari pesantren Gedongan.

Baca Juga
Santri se-Nusantara Hadiri Kopdarnas di Bandung
Kamis, 19/10/2017 22:22Nasional

Santri se-Nusantara Hadiri Kopdarnas di Bandung

"Bersama AIS, kita tebarkan Islam yang ramah bukan Islam yang marah; Islam yang merangkul bukan Islam yang memukul. Dengan AIS, santri harus berkarya," tandas Romzi yang juga merupakan alumni dari pesantren Gedongan.

Berita Terkait
Manakah Lebih Utama, Menjadi Orang Kaya atau Orang Miskin?
Kamis, 19/10/2017 15:00Ubudiyah

Manakah Lebih Utama, Menjadi Orang Kaya atau Orang Miskin?

Banyak orang berdoa agar Allah SWT memberinya rezeki yang luas sehingga memiliki banyak harta alias menjadi orang kaya; sementara Nabi Muhammad SAW sendiri berdoa agar dihidupkan dan diwafatkan dalam keadaan miskin. Kedua hal yang bertolak belakang ini kadang menimbulkan kebingungan di sebagian kalangan umat Islam sehingga memunculkan pertanyaan sebagaimana judul di atas. 
Teks Lengkap Ceramah Habib Umar bin Hafidz di JIC
Kamis, 19/10/2017 13:14Nasional

Teks Lengkap Ceramah Habib Umar bin Hafidz di JIC

Islam kita menyatukan, bukan memecah belah umat, demikian inti dari ceramah yang disampaikan Habib Umar bin Hafidz di Jakarta Islamic Center Jakarta, Ahad (15/10). 

Terkini
Liga Santri Nusantara, Konsep Sepak Bola Akhlakul Karimah

Liga Santri Nusantara, Konsep Sepak Bola Akhlakul Karimah

Penasihat LSN Mohamad Kusnaeni saat ditemui NU Online di ANOE Hotel, Jakarta, Rabu (18/10) mengatakan, pemandangan di lapangan hijau seperti mencium tangan, dan pembacaan sholawat merupakan bagian dari ciri dikedepankan dalam kompetisi LSN, yakni sepak bola yang berakhlakul karimah.