Rabu, 23 April 2014
Language :
Find us on:
Warta 
Pengasuh PP Lirboyo Gus Maksum Meninggal Dunia
Senin, 22/12/2003 12:55

Kediri, NU.Online
Ribuan pelayat sejak subuh telah memadati kompleks PP Lirboyo untuk memberikan penghormatan terakhir pada almarhum KH Makshum Djauhari yang meninggal dunia di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin dinihari pukul 01.00 WIB.

Secara bergiliran para pelayat melakukan shalat jenazah sejak shubuh di rumah duka tokoh kharismatik NU tersebut. Tampak pula Bupati Kediri, Ir H Sutrisno di antara para pelayat yang memberikan penghormatan secara khusus di rumah duka yang berada dalam satu kompleks dengan PP Lirboyo.

Almarhum KH Makshum Djauhari yang akrab dipanggil Gus Maksum adalah pendiri sekaligus ketua umum perguruan pencak silat Pagar Nusa, meninggal di usia 57 tahun setelah terkena penyakit asam urat dan kencing manis yang dideritanya sejak 10 tahun terakhir ini. Almarhum meninggalkan dua oang istri, yaitu Badi’ah (39) dan Siti Komariyah (21), serta seorang anak angkatnya, Muhammad Jamil (19).

Semasa hidupnya Gus Maksum dikenal orang yang paling keras dan kritis terhadap pemerintah dan khususnya NU. Bahkan beberapa kali pemikirannya selalu bersebarangan dengan mantan ketua PBNU dan sekarang Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurrahman Wahid. Selain itu, Gus Maksum dikenal sebagai salah satu tokoh utama dalam penumpasan sisa-sisa Partai Komunis Indonesia (PKI) di Blitar Selatan.

Menurut keponakan almarhum, KH An’im Falahuddin Mahrus, sebelum meninggal, kepada keluarga lainnya almarhum mengaku sakit. "Tetapi beliau tidak mau dibawa ke dokter dan memilih tinggal di rumah istrinya di Kanigoro," tuturnya.

Beberapa saat setelah meninggal, oleh anggota keluarga, jenazah Gus Makshum dibawa ke rumah duka di PP Lirboyo, Kota Kediri sekitar pukul 02.15 WIB dengan menggunakan mobil ambulance milik RSI Al Arafah Kediri. Menurut rencana, almarhum yang juga cucu pendiri PP Lirboyo KH Abdul Karim, akan dimakamkan di pemakaman keluarga yang ada dalam kompleks pondok pesantren tertua di Kediri itu hari Senin siang sekitar pukul 13.00 WIB.(cih)

Komentar(1 komentar)
Senin, 22/12/2003 23:54
Nama: ahmad riyadi
saya pribadi
saya pribadi dan sekeluarga ikut berduka cita atas meninggalnya Bapak Kiai Maksum, semoga arwahnya dan amal ibadahnya diterima disisin Allah SWT, dan keluarga duka diberi ketabaan iman, Amin. semoga NU kedepan lebih maju dengan kadernya yang berpiir intelek? dari Kader NU Jatim, tinggal di Jogja
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefApril 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Maaf transaksi pembelian via web toko.nu.or.id belum bisa beroperasi karena ada sistem yang perlu disempurnakan ::::