Ahad, 23 November 2014
Language :
Find us on:
Warta 
Cak Nun: Kita dan Alqiyadah Sama-Sama Sesat
Kamis, 01/11/2007 13:59

Surabaya, NU Online
Di tengah gencarnya kecaman terhadap Al Qiyadah Al Islamiyah yang dianggap menyebarkan ajaran sesat, budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) justru berpendapat bahwa semua komponen bangsa ini berada dalam kesesatan.

"Apakah Al Qiyadah sesat? Wong Anda sendiri sesat kok tanya Al Qiyadah. Coba tunjukkan satu saja di Indonesia ini yang tidak sesat," katanya dalam sarasehan untuk menyemarakkan dies natalis ke-47 ITS di Surabaya, Kamis.

Pada sarasehan bertema, "Bersama ITS Menuju Indonesia Emas" juga tampil sebagai pembicara Rektor ITS Prof Ir Priyo Suprobo, MS, PhD dan pendidikan pelatihan "Emotional Spiritual Quation" (ESQ) Ary Ginanjar Agustian.

Dalam pandangan Cak Nun, masyarakat Indonesia saat ini berada dalam kesesatannya masing-masing, yakni dalam bidang teologis, akhlak, budaya, sistem atau kesesatan gabungan dari semua bidang itu.

"Jadi saat ini, tidak ada manusia yang secara sistem tidak terlibat dalam ketersesatan itu. ITS juga sadar akan ketersesatannya, sehingga perlu menggandeng ESQ," katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengemukakan bahwa semua orang dan kelompok berada dalam kesesatan, termasuk kiai, ulama bahkan orang-orang MUI (Majelis Ulama Indonesia) sendiri yang sering memberikan lebel sesat.

"Makanya Al Qiyadah itu gampang saja. Kalau MUI bilang ajaran itu sesat, MUI juga sesat. Sesama sesat tidak boleh saling mengganggu," katanya. (ant/eko)
 

Komentar(7 komentar)
Jumat, 02/11/2007 10:51
Nama: sujadi
menunggu klarifikasi cak Nun..
Sungguh luar biasa komentar cak Nun ini... Saya anggap luar biasa karena keluar dari seseorang yang telah kita kenal sebagai seorang muslim selama ini. Saya berpikir beliau harus mengklarifikasi pernyataannya ini, tentu melalui media ini juga. Ini jika benar bahwa beliau mmg berkomentar persis apa yang ditulis di media dan bukan pelintiran kawan2 redaksi nu online.. Memang tidak sepantasnya cak Nun justru menambah bingung umat Islam dengan pernyataan2 aneh yang mungkin sulit dipahami orang pada saat ini. Semoga beliau dapat berpikir jernih dan mengklarifikasi pernyataanya. Lepas dari dia berkomentar dalam kapasitasnya sebagai seorang seniman.
Kamis, 01/11/2007 19:53
Nama: H.Machfudz Mustofa.
Pelurusan
Sebenarnya Cak Nun tidak serta merta menyampaikan pendapatnya yg hanya karena argument senimannya,tapi harus ditarik kesimpulan Al Qiyadah sudah menyalah artikan Kalimat Tauhid yakni Syahadat,juga seharusnya Cak Nun sebagai seniman Muslim yang cukup mumpuni ke Ilmuannya dalam Islam tidak menjamak bahwa semua sesat.kalau di anggap semua sesat seharusnya dalam pandangan yang bagaimana cak nun menkatagorikan sesat.dan khusus kepada Cak Nun kaji betul2 kalimat2 yang dirobah oleh kelompok Al Qiyadah baru beri komentar dan kalau hal itu di benarkan oleh Cak Nun dan tak menganggap sesat bebaslah cak Nun ber argument,tapi jangan semua orang Ulama',kyai, bahkan MUI dianggap sesat dalam katagori yang mana cak Nun menyebutkan semua sesat ?
Kalau dikatagorikan semua sesat berarti menurut sudut pandang Cak Nun Orang,Ulama',Kyai,MUI sama dengan Al Qiyadah ?.sedang saya tanya kepada Cak nun bagaimana hukumnya apabila seseorang merubah Kalimat Syahadat yang sudah mutlak tak bisa dirobah oleh siapapun kemudian dengan ceroboh dan arogan di robah seperti halnya oleh kelompok Al Qiyadah tersebut ? Apakah Orang2,Kyai,Ulama',MUI juga merobah ?dan aktifitasnya sama dengan Al Qiyadah ? Sedangka Al Qiyadah saya anggap berbuat kesalahan yg di sengaja dan merusak pedoman Islam.Dan seharusnya di bimbing dan di luruskan Aqidahnya tersebut.Bukan justru di selaraskan dgn Ulama',Kyai,MUI oleh Cak Nun.WALLOHUL MUWAFFIQ.Terima kasih.Mohon tulisan saya agar di sampaikan kpd Cak Nun dan boleh di Jawab melalui Email saya.Andaikan saya di Indonesia InsyaAlloh akan mengundang Cak Nun untuk mendengar argumennya.Wong NU di Makkah.
Kamis, 01/11/2007 18:18
Nama: Jajang Asfarin
Al Qiyadah al islamiya
dulu kita sering denger unen-unen " la yaro wali illa wali' maksude tidak yang tahu seseorang itu wali kecuali wali itu sendiri dan ini sebaliknya untuk gol yang sesat dll.
Saya yakin seyakinnya bahwa Al qiyadah itu tidak benar hanya saja kesalahan tersebut bukan berarti menghalalkan kita untuk berbuat semaunya apalagi sampai mendzolimi mereka.
Mereka bukan kafir harbi jadi jelas hak mereka juga harus dilindungi. Semoga dengan berbagai fenomena akhir zaman ini membuat seluru komponen bangsa indonesia ini untuk tidak tersesat dan segera memperbaiki segala kesalahan masa lalu. Jaya ITS untuk bangsa indonesia.
Kamis, 01/11/2007 18:16
Nama: Randi
Kembalilah Kepada Al-Qur an dan As-Sunnah
Kembalilah Kepada Al-Qur an dan As-Sunnah, maka akan tampak jelas jalan lurus atau jalan sesat.
Apalagi para ulama sudah memberikan batasan yang jelas didalam kitab-kitabnya, mana hal-hal yang bisa merusak aqidah.
Tapi bila semua meninggalkan Al-qur an dan As-Sunnah maka ummat akan kebingungan, karena tidak punya pegangan. apalagi diperparah dengan tidak memperhatikan para ulama yang ikhlash (yang hanya takut oleh Alloh semata).
Kamis, 01/11/2007 17:27
Nama: Warok Jogorogo XV
Cak Nun seneng bermain kata2 asal ngablak !
Kenapa Al Qiyadah Al Islamiyah sesat ! Karena menghapus Nama Kanjeng Nabi Muhammad SAW dr Kalimah Syahadat dan menggantinya dng Al masih Almawud. ITU JELAS !! Apakah sampeyan rela !! Untuk Cak Nun, jangan demi "pertunjukan seni" sampeyan terus bicara asal ngablak.. golek guyu.. golek tepukan tangan.. terus menginjak2 nilai Agama. Selama ini saya menghargai sampeyan, menghormati sampeyan.. sbg podho2 NU-ne. Tp lek terus2an sampeyan menodai ukhuwah Islamiyah begini.. saya lama2 bosen dng omongan sampeyan yg penuh retorika..cak. dadi wong jok sombong2 po'o cak..!
Kamis, 01/11/2007 16:59
Nama: fandy
hi
Apakah kita semua sesat? bisa ya bisa tidak... hanya diri kita yg tau!! mungkin benar apa yg dikatakan caknun semua komponen masyarakat dibangsa ini telat sesat. saya setuju itu contohnya bisa kita liat dikehidupan sehari22, dulu katanya bangsa ini dikenal dunia sebagai bangsa yg ramah dan saling menghargai tp coba liat sekarang.. mana sikap itu yg ada egois dan merasa dirinya yg paling benar..
Kamis, 01/11/2007 15:02
Nama: FAISAL
Jangan Sok
hai caknun..klo memang belum bisa memperbaiki diri dan memberikan solusi untuk permasalahan bangsa..ga usah ngomong macem-macem.jadi orang itu harus mawas diri ga usah jelek-jelekin orang..
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefNovember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::