Sabtu, 26 Juli 2014
Language :
Find us on:
Warta 
Barasanji, Tradisi Islam yang Terus Dipertahankan
Rabu, 06/02/2008 06:55

Pangkep, NU Online
Barasanji, sebutan orang Sulawesi Selatan terhadap barzanji, merupakan tradisi Islam yang terus hidup dan dipertahankan oleh muslim Sulsel. Ia dibaca dalam berbagai kegiatan keislaman atau dibaca pada malam Jum’at di masjid-masjid.

Syaifuddin Yasin, salah seorang warga Pangkep menuturkan biasanya warga membaca syair-syair barasanji yang meceritakan keagungan rasulullah pada acara mauludan, khitanan, pernikahan, aqiqahan, muharraman dan lainnya. Pembacaan Berzanji pada umumnya dilakukan di berbagai kesempatan, sebagai sebuah pengharapan untuk pencapaian sesuatu yang lebih baik.

“Barasanji dibaca pada moment apa saja. Sebagian masjid secara rutin membacanya setiap malam Jum’at,” tuturnya.

Di masjid-masjid, biasanya orang-orang duduk bersimpuh melingkar. Lalu seseorang membacakan Berzanji, yang pada bagian tertentu disahuti oleh jemaah lainnya secara bersamaan.

Sekretaris Komisi E DPRD Sulsel HM Ruslan Ruslan yang juga Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Sulsel, mengatakan barzanji merupakan alat yang efektif untuk mengumpulkan umat Islam.

"Dulu saat saya masih kecil, ada namanya tradisi massure', yakni pembacaan sejarah Rasulullah dengan bahasa Bugis. Sejarah itu dibacakan dengan irama yang menarik sehingga kita senang mendengarnya.

Nama Berzanji diambil dari nama pengarangnya yaitu Syekh Ja'far al-Barzanji bin Husin bin Abdul Karim. Ia lahir di Madinah tahun 1690 dan meninggal tahun 1766. Barzanji berasal dari nama sebuah tempat di Kurdistan, Barzinj. Karya tersebut sebenarnya berjudul 'Iqd al-Jawahir (Bahasa Arab, artinya kalung permata) yang disusun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw, meskipun kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.

Barzanji bertutur tentang kehidupan Muhammad, mencakup silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, pemuda, hingga diangkat menjadi rasul. Karya itu juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia. Inilah sebagian syair indah dari barzanji.

     Aduhai Nabi, damailah engkau
     Aduhai Rasul, damailah engkau
     Aduhai kekasih, damailah engkau
     Sejahteralah engkau
    
     Telah terbit purnama di tengah kita
     Maka tenggelam semua purnama
     Seperti cantikmu tak pernah kupandang
     Aduhai wajah ceria
    
     Engkau matahari, engkau purnama
     Engkau cahaya di atas cahaya
     Engkau permata tak terkira
     Engkau lampu di setiap hati
    
     Aduhai kekasih, duhai Muhammad
     Aduhai pengantin rupawan
     Aduhai yang kokoh, yang terpuji
     Aduhai imam dua kiblat. (mkf)
 

Komentar(4 komentar)
Jumat, 02/04/2010 21:15
Nama: Abdul Azis Asdjar
Barazanji
saya ingin belajar barzanji, tapi saya tidak menemukan buku Barazanji yang lengkap dengan artinya, adakah yang bisa membantu saya?
Selasa, 01/09/2009 07:56
Nama: Mas
Perlu Pemahaman Ummat
Butuh pemahaman ummat, jika barasanji hanya untuk menceritakan sejarah nabi please aja. Tapi jika barasanji sudah diphami sebagai urutan acara prosesi keislaman maka dapat merusuk.
Jangan sampai yang baca barasanji sendiri tidak tau artinya.
Ada indikasi ummat memahami bahwa barasanji adalah bagian dari prosesi keislaman misanya : pernikahan, sunnatan, dll, mereka merasakan tanpa barasanji acaranya kurang afdal bahkan tidak sah.
Senin, 09/03/2009 03:37
Nama: Ayubi
Barasanji, Tradisi Islam yang Terus Dipertahankan Rabu, 6 Februari 2008 06:55
harus terus dibumikan di Indonesia dunk,,
Islam Indonesia gitu loh sebagai hasil dari asimilasi Budaya..
TEGUHKAN budaya Indonesia jgn sampe
masuk budaya arab..
Rabu, 06/02/2008 12:01
Nama: Ghanib_64
Pengarang Barzanji
Nama Berzanji diambil dari nama pengarangnya yaitu Syekh Ja'far al-Barzanji bin Husin bin Abdul Karim, beliau adalah pemenang dari sayembara untuk meningkatkan mental para tentara yg mulai kendor semangat juangnya yg diadakan oleh Sultan Salahuddin seorg. panglima perang salib tul gak warga NU.
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefJuli 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
::::Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah melalui LAZISNU. Rekening zakat: BCA 6340161473 MANDIRI 1230004838951. Infaq: BCA 6340161481 MANDIRI 1230004838977 :::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Transaksi pembelian di Toko NU Online untuk sementara ditutup per 24 Juli-13 Agustus 2014::::