Sabtu, 20 September 2014
Language :
Find us on:
Warta 
Rekaman Debat Terbuka NU vs Wahabi Sudah Siap Edar
Ahad, 16/03/2008 14:02
Surabaya, NU Online
Empat hari usai digelarnya debat terbuka NU vs Wahabi di Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya beberapa waktu lalu, kini rekaman seluruh isi rangkaian acara tersebut sudah jadi dan siap edar. Demikian pernyataan A Makruf Asrori, Wakil Ketua LTN NU Jawa Timur kepada NU Online, Ahad (16/3).

”Ya, rekaman itu sudah jadi dan bisa diperoleh melalui saya,” tuturnya.

> Menurut Makruf, rekaman itu berdurasi dua jam, tersimpan dalam dua keping VCD dengan sampul depan tertulis ”Debat Terbuka NU vs Wahabi” disertai gambar Drs KH Abdullah Syamsul Arifin M Hi (NU), H Mahrus Ali (Wahabi) dan KH Muammal Hamidi, Lc (Wahabi).

Rekaman berdurasi dua jam itu diambil melalui proses editing dari jalannya acara yang sebenarnya berlangsung selama kurang lebih tiga jam.

Makruf mengatakan, seluruh isi pembicaraan dan sambutan-sambutan dalam acara itu terekam lengkap, termasuk ekspresi kekecewaan Direktur Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Prof Dr H Ahmad Zahro, MA terkait ketidakhadiran H Mahrus Ali.

Selain itu pihaknya juga mengaku kecewa atas kerapuhan dalil-dalil yang digunakan oleh Muammal Hamidy dalam debat yang berlangsung dialogis itu.

Dalam debat tersebut, Muammal, yang mewakili Wahabi, kerap menggunakan dalil Hadits, namun ketika dikejar lebih jauh soal hadits, ia tidak menguasai ilmu musthalah Hadits. Padahal ilmu itu mutlak dibutuhkan bagi siapapun yang mempelajari Hadits.

Muammal adalah alumni Madinah dan dikenal sebagai kiainya Muhammadiyah. Ketika debat tentang status hadits riwayat Bukhori yang ada dalam kitab selain Shohih Bukhori, misalnya, ia ternyata mengakui kebenaran argumentasi yang disampaikan oleh tim NU yang dipimpin Gus A’ab. Demikian pula ketika beradu argumentasi tentang hukum bertawassul, ia harus mengaku telah melakukan kesalahan, bahkan sampai harus menandatangani pernyataan atas kesalahan tulisannya dan mencabutnya.

Dalam debat itu, Muammal juga mengaku kalau status orang bertawassul sebagai orang ”muslim-musyrik” hanyalah takwil dari dirinya, meski setelah debat usai, ia mencabut pernyataannya itu.

Mengenai isi rekaman, Makruf, yang masih menyisakan 50 keping VCD, menuturkan, pihaknya akan membagikannya secara gratis.

”Bagi mereka yang sudah mendapatkan dipersilakan untuk menggandakannya sendiri, soal mau dijual atau dibagikan secara gratis kepada orang lain, sepenuhnya adalah hak mereka,” kata Makruf.

”Saya murni berniat dakwah, tidak mencari keuntungan. Kalau mau dibajak, ya silakan dibajak, saya ikhlas,” ujarnya dengan nada santai. Bagi mereka yang menginginkan rekaman itu bisa menghubungi Makruf Asrori di nomor 081553572073. (sbh)

Komentar(10 komentar)
Senin, 14/03/2011 14:31
Nama: riski sidik
yaps
yaps..... bersatulah islam indonesia....
karena umat islam indonesia yang banyak ini jangan sampai seperti buih di lautan tanpa kekuatan persatuan dan oersaudaraan...nu... majulah.. jadilah penggerak persatuan ummat...
Rabu, 16/02/2011 15:19
Nama: m.rizki saila
yeahh
alhamdulillah....buku kontraversional telah bisa di ambil kesimpulan... ni bukan masalah hewan atau manusia,,di katakan brutal ya monggoh,,, sopo wani ngenyek yo kudu wani di enyeek,,, tanggung jawab mas ihya'.....
keyakinan n i"tiqod bukn masalah sepele lho...
sypa yang menggolong2 kan?? la wong di jak dbat spy mencari kebenaran kook...
Senin, 17/01/2011 20:36
Nama: abdulloh
apakah Alloh ridho?
DEBAT??!!?

Na'udzubillahi Min Dzalik
Selasa, 23/11/2010 07:58
Nama: saifuddin
mana?
sayangnya rekaman debat tsb,....tidak/belum beredar di toko-toko buku di Jakarta,...
tolong segera diedarkan Ustadz,....
Kamis, 04/11/2010 16:52
Nama: AKHMAD SUHARDI, 08013989622, 05/06/1970, SURIPAH
Sadarlah Wahabi
Jika yang anda hafalkan hanyalah hujjah bid'ah, ya sudah pegang saja itu hujjah sampai kau matipun jangan pernah menyerah. Nanti kaupun tahu bahwa pemahaman agama sebenarnya bukan hanya seputar bid'ah. Coba anda renungkan, apakah ada jaminan anda masuk surga dengan berda'wah macam itu ? Anda setelah hidup ini mau kemana to ? apa yang hendak anda laporkan ke hadapan Allah SWT ? Kesuksesan anda membid'ah-bid'ahkan orang lain ? Jangan egoislah !
Rabu, 04/08/2010 11:53
Nama: Al Kautsar
UKHUWAH ISLAMIYAH
Masya Allah sesama muslim kok saling bertengkar, bukankah sesama muslim itu bersaudara, selagi syahadatnya masih sama, rukun iman dan rukun islamnya masih sama tuh artinya masih saudara kita klo ada saudara kita yang khilaf mending di maafkan aja , enak hidup damai oii ^_^
Ahad, 21/03/2010 11:22
Nama: jalil abdi rahman
bagaimana caranya dapat cd debat nu-wahabi
kami sangat membutuhkan cd debat ini untuk kami sebarkan ke warga nahdliyyin di MWC NU Bangunrejo lamp-teng. mohon bagaimana caranya untuk mendaatkanya
Ahad, 14/02/2010 15:14
Nama: Community
persatuan umat
Buat Muhammad (3 komentar di atas):
HTI, NU, Mummadiyah, PKS, PKB adalah salah satu wasilah/ cara menurut ijtihad masing2 yang ditujukan untuk amar makruf nahi mungkar. Coba anda berkaca ke Utsaimin: Apa yang telah dia perbuat untuk Palestina. PKS PKB dan kawan kawan tidak pecah di parlemen, mnereka satu kata dalam anti korupsi dan pengentasan kemiskinan, mereka saling cium pipi bila bertemu. wasilah berpartai atau pun organisasi bukan satu-satunya yang dipikirkan, mereka semua memikirkan bagaimana membentuk rumah tangga yang islami menjalar kwe negheri yabf islami, jadi berorganisasi itu boleh dikata hanya 1 persen dari agenda kebangkitan umat, ingat persatuan lebih penting dari 1000 nuklir melawan zionis.

Untuk Ihya (1 comment di atas):
Pendapat anda harus dikaui ada betulnya
Ahad, 27/12/2009 23:20
Nama: Cecep Supriyadi
Jauhkan sikap tidak ilmiyyah dan 'Ashobiyyah
Debat yang diadakan antara NU VS Wahabi bukanlah sesuatu yang menghasilkan bahwa NU menang dalam berdalil, pihak wahabi yang diundang siapa?mereka bukan mewakili wahabi, jika NU memang berani hadirkan debat antara tokoh NU kalau perlu Gus Dur dengan tokoh Wahabi dari negerinya Saudi Arabia semisal Syaik Shalih Al-Fauzan, atau muridnya Al-Bani Syaikh Salim Al-Hilali, kalau di Indonesia NU berani ga mengadakan acara debat terbuka dengan orang-orang yang dianggap wahabi semisal Ust. Abdul Hakim Abdat dkk, jika pihak NU dapat mematahkan argumentasi mereka secara ilmiah, baru NU boleh berbangga, tapi kalau cuma sekedar debat dengan orang yang bukan berkopenten tentang wahabi yaa lebih baik NU ga usah bergaya terkesan menang debat.
Senin, 05/10/2009 13:09
Nama: Moch.
pada gk paham
sak bener e, pada paham gak apa itu WAHABI, perasaan gk ada yg pernah ngaku anggota ormas WAHABI?? maksudnya sperti NU, MUHAMADIYAH, PKS, JT, MII, HTI,,,tp, WAHABI?dimana pusatnya ya,,,?trusss...apa bner yg berdebat itu mengaku seorang WAHABI??atau hanya sbutan dari para Nahdliyin sj...jgn asal sbut donk...umat dan orang awam bisa tambah kacau...katanya ulama???
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefSeptember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::