Sabtu, 01 November 2014
Language :
Find us on:
Warta 
Al-Ashriyyah, Pesantren Gratis dengan 12 Ribu Santri
Kamis, 01/05/2008 09:00
Bogor, NU Online
Nama Pondok Pesantren (PP) Al-Ashriyyah Nurul Iman Parung Bogor tiba-tiba menjadi perbincangan banyak kalangan setelah dijadikan lokasi Muktamar Luar Biasa (MLB) Partai Kebangkitan Bangsa versi Gus Dur 30 April-1 Mei 2008 ini.

Baru didirikan pada tanggal 16 Juni 1998 diatas tanah 17 hektar oleh Al Syekh Habib Saggaf Bin Mahdi Bin Syekh Abu Bakar Bin Salim, kini pesantren tersebut sudah memiliki 12.000 santri dan santriwati diatas lokasi sudah seluas 187 hektar.

Proses perkembangan jumlah santri yang luar biasa ini salah satunya dikarenakan pesantren ini membebaskan seluruh pembiayaan pendidikan, pengobatan, makan dan minum serta sarana dan pra-sarana lainnya.

Nama Al-Ashriyyah Nurul Iman sendiri dinukil dari bahasa Arab, Al-Ashriyyah yang bermakna modern, yang tujuannya “menjadi pusat pembinaan pendidikan agama dan pengetahuan umum secara terpadu dan modern. Nurul Iman berawal dari kosa kata bahasa Arab, Nuur yang bermakna cahaya, dan Al-Iman bermakna keimanan.

Habib Saggaf memiliki inisiatif mendirikan pesantren ini dilatarbelakangi oleh krisis multidimensi yang melanda Indonesia pada tahun 1998 yang mengakibatkan banyaknya para remaja yang putus sekolah serta tidak mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Melihat kondisi seperti itu, ia memutuskan untuk pindah dari kawasan perumahan Bintaro Jaya ke desa Waru Jaya Parung Bogor yang penduduknya dibawah garis kemiskinan yang mayoritas penghasilan mereka hanya mengandalkan penjualan daun melinjo serta ikan air tawar.

Pada mulanya para santri menetap di asrama belakang rumah beliau, namun karena makin banyaknya santri yang berminat maka dibangunkan sebuah kobong (bangunan dari bambu) yang berukuran 4 X 5 meter di areal tanah yang awalnya sebuah hutan semak belukar dan rumput ilalang. Hari ke hari semakin banyak santri yang berminat hingga kobong tersebut tidak lagi mencukupi untuk di tempati.

Santri-santri yang berminat belajar di pondok pesantren tidak hanya dari daerah desa Waru Jaya saja, melainkan hingga daerah-daerah jauh di dataran bumi Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke, bahkan dari luar negeri.

Selain pendidikan formal, para santri juga memperoleh pelajaran tambahan yang bisa menjadi bekal dalam kehidupan mereka kelak setelah keluar dari pesantren. Beberapa jenis kursus yang disediakan adalah kursus bahasa, kursus komputer, kursus menjahit, pelatihan pertanian, pemanfaatan sampah-sampah menjadi bahan bangunan, peternakan ikan dan lain-lain.

Para santri-pun dituntut untuk mampu mampu salah satu diantara bahasa Arab, Inggris dan Mandarin. Disamping itu, pesantren ini juga memberikan pendidikan padat karya seperti cara membuat roti, tahu, tempe, kecap, sabun dan tata cara jahit-menjahit. (mkf)
Komentar(10 komentar)
Kamis, 30/06/2011 17:25
Nama: zedun betas
nanya
untuk waktu belajar quran dari jam brapa ke jam brapa terus untuk madrasah.tsanawiyah dan aliyahnya ada ngga....trimakasih
Senin, 11/04/2011 00:02
Nama: Peri cintaQ
?????
Bisa g y mskx lgsg kls2,soalx skrg syx kls1 klw kesana trus ulg kls1 lg kan naggung.
Rabu, 23/03/2011 12:53
Nama: Raitamala
cara masuk pesantren
Assalamu'alaikum wr wb.
Saya ingin sekali mondok & bs belajar Islam dgn baik. Tapi usia sy sekarang sudah 24 thn, masih bisa ga ?
klw bs gmn caranya ?
Terimakasih
Jumat, 17/12/2010 06:03
Nama: mitha
tanya
maaf, saya mau tanya...saya umur 22th,masih bisa diterima gak ya??penerimaan santri barunya kapan dan bagaimana??apa ada syarat2 tertentu??terim kasih,, wass.
Jumat, 10/12/2010 08:13
Nama: asep suryana
pingin ikutan
seandainya bisa saya ikutan mondok pesantren,,,

cianjur,jln mangun sarkoro kp.kebon jambu rt 01 rw 01 pamoyanan cianjur 43211
Selasa, 12/10/2010 13:30
Nama: andi
alamat lengkapnya mana
saya ingin informasi alamat, program dan kurikulum yang dipakai. saya amat berminat
Rabu, 15/09/2010 05:33
Nama: abdul hamzah
menulis
the addres please
Selasa, 14/09/2010 14:25
Nama: ade.alfiani.
ingin mondok
saya pengen banget d pondok lagi,sya nyesel pulang ke rumah dari pondok,ternyata mondok itu enk ya,bza bhgia.n ortu ,bza ngejar cita nd tdk mmbwa mksiat,sya kangen banget ama pondok al ashriyyah,mskipun mondok cma sebentar .........

dari : ade.a
Selasa, 07/09/2010 08:18
Nama: arief alfian
Assalamualaikum

saya pengen bgt mondok, tp bingung syp yang bakal memberi nafkah ortu saya....
sya pengeeeeeen bgt mondok biar bisa ngajar warga dikampung saya...
Rabu, 18/08/2010 22:25
Nama: salim
PENERIMAAN
kalo penerimaan santrinya kapan ya???mohon dicantumkan..terima kasih.
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefNovember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::