Sabtu, 29 November 2014
Language :
Find us on:
Warta 
Manaqib Syeikh Abdul Qadir Jailani Bukan Sekedar Membaca Biografi
Jumat, 05/12/2008 05:05
Pekalongan, NU Online
Di kalangan nahdliyin (warga Nahdlatul Ulama/NU) kelompok Ahlussunah wal Jamaah lainnya, membaca Manaqib Syeikh Abdul Qadir Jailani merupakan tradisi. Namun, selama ini, tradisi tersebut sebatas semacam membaca buku biografi tokoh.

Padahal, di dalam kitab manaqib tersebut juga terdapat banyak hal, di antaranya, kisah teladan, karomah hingga doa-doa yang cukup makbul. Maka, sehingga tidak heran jika banyak yang mengamalkannya.

Demikian dikatakan Arif Hasanul Muna, Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pekalongan, pada diskusi rutin bulanan yang digelar Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Kota Pekalongan, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Demikian dilaporkan Kontributor NU Online, Abdul Muiz.

Menurut Arif, dalam Kitab Al Lujain Al Dani karya Syeikh Dja’far Bin Hasan Al Barzanji, dijelaskan beberapa hal yang tidak sekedar riwayat perjalanan hidup Abdul Qadir Jaelani. Di dalamnya juga berisi mujahadah, kepandaian, nasihat.

Selain itu, terdapat pula karomah, keinginan Syeikh Abdul Qadir untuk memberi manfaat bagi banyak manusia. Bagi Arif, membaca manaqib itu ibarat membaca sebuah karya sastra yang bernilai tinggi, apalagi karya Syeikh Ja’far diiringi munajat dan doa.

Diskusi bertajuk “Melacak Akar Tradisi Islam ala NU” dengan pokok bahasan seputar manaqib Syeikh Abdul Qadir Al Jaelani menarik kalangan muda NU yang selama ini hanya dipahami sebagai teks biografi belaka.

Ketua Pengurus Cabang Lakpesdam NU Kota Pekalongan, Mushoffa Basyir, mengatakan, diskusi tersebut diharapkan dapat membuka wawasan berpikir kaum muda NU Kota Pekalongan.

Sebagain peserta diskusi berharap, topik-topik yang didiskusikan, di samping seputar amaliyah NU, juga mengangkat masalah aktual di masyarakat. Di antaranya, isu politik, sosial dan ekonomi dengan menghadirkan narasumber yang ahli dalam bidangnya. (rif)
Komentar(2 komentar)
Sabtu, 27/03/2010 21:09
Nama: bachtiar
pemilihan ketua PBNU
kalau memang para calon ketua umum PBNU orank alim jgn lah suka mngumbar janji sesungguhnya orank alim tak suka di beri amanah cos tkut gak bisa nepatin
Jumat, 05/12/2008 08:04
Nama: Mohamad Toha
Dzikir tarekat membangun kekuatan pikir
Sebagaimana Tarekat umumnya yakni pembacaan lafal2 bahasa arab yg mengandung doa , dilakukan secara kontinyu/wirid dalam rangka "menggugah " hati supaya makin dekat kepada sang Khaliq. Tarekat umumnya dinisbatkan kpd satu tokoh ulama tertentu yg punya maqom tinggi.

Berdasarkan penelitian dokter muslim Ibn arrazi, pusat perintah tubuh adalah hati, otak sebagai alat utk berpikir, akan tergantung "perintah"hati. dapat kita bayngkan betapa bahayannya jika otak cerdas "diperintah"oleh hati yg busuk. contohnya para Zionis Israel, demi kawasan , mereka tega membunuh,menteror kaum sipil jelata.

Klau para ahli tarekat dalam kehidupan sehari2nya masih berpikir bodoh, malas, jahat , dll , ini pertanda mereka belum benar dalm mengamalkan aktifitas tarekat. niat dan tata cara musti dikoreksi lagi.

wass.
Mohamad Toha
Mustasyar PCI NU Libya
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 269 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefNovember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::