Rabu, 20 Agustus 2014
Language :
Find us on:
Warta 
Muslimah Amerika Kagumi Kitab Tasrifan Karangan Kyai NU
Ahad, 21/06/2009 09:30
Kairo, NU Online
Seorang Muslimah Amerika asal Somalia, Aisha, mengungkapkan kekagumannya terhadap kitab al-Amtsilah at-Tashrifiyyah buah karangan ulama NU asal Jombang, Jawa Timur, KH Muhammad Ma'shum Ali.

Kitab al-Amtsilah at-Tashrifiyyah yang dikenal dengan nama kitab tasrifan itu menguraikan bentuk-bentuk perpindahan kata dalam bahasa Arab (sharaf) dan dijadikan kitab pegangan wajib di pesantren-pesantren NU.

Ketika membuka lembar demi lembar kitab al-Amtsilah at-Tashrifiyyah, Aisha berulang kali berdecak kagum dan mengucapkan kalimat tasbih.

"Subhanallah. Ini kitab sangat bagus sekali. Saya baru pertama kali melihat buku pedoman sharaf sebagus ini," kata Aisha kepada Lulu Mardiah, WNI yang tengah belajar bahasa Arab di Kairo yang tanpa sengaja memperlihatkan kitab al-Amtsilah at-Tashrifiyyah kepada Aisha, sebagaimana dikisahkan kepada NU Online.

Kekaguman Aisha pun kian bertambah, karena sang pengarang kitab yang sangat sistematis itu adalah orang Indonesia, bukan orang Arab. Dan di saat itu juga, Aisha meminta izin untuk memfotokopi kitab yang tebalnya hanya 60 halaman itu.

Kitab al-Amtsilah at-Tashrifiyyah juga dipakai sebagai kitab pegangan dalam mata pelajaran ilmu sharaf di banyak lembaga pendidikan Islam di Pattani, Thailand. Hal tersebut diungkapkan oleh beberapa kawan mahasiswi asal Thailand yang juga sama-sama belajar di Kairo.

Beberapa kitab karangan ulama NU sebenarnya banyak yang berstandar internasional. Sayangnya, PBNU belum memiliki perhatian lebih jauh untuk mempublikasikan dan menyebarkan karangan-karangan bernilai tinggi itu dalam skala internasional.

Di beberapa perpustakaan dan pusat manuskrip di Mesir, misalnya, tersimpan beberapa karya ulama Nusantara yang belum terpublikasikan. Begitu juga di Maktabah Musthafa al-Babi al-Halabi, didapati beberapa kitab karangan ulama NU yang dahulu pernah dicetak pada tahun 1920-an sudah tidak dicetak lagi.

Dalam penelitian dan dataan beberapa kawan NU Mesir, setidaknya tercatat lebih dari 40 kitab kara ulama Nusantara yang tidak diterbitkan lagi di maktabah tersebut, apalagi di Indonesia, keberadaannya pastilah sudah "punah". Tak pelak, kitab-kitab tersebut menjadi barang langka dan mahal karena nilai ilmu dan sejarahnya.

Di harapkan, PBNU, ulama-ulama, dan petinggi NU memiliki perhatian lebih terhadap nasib dan keberadaan khazanah keilmuan yang maha berharga itu, yang kini nasibnya hampir "punah". (atj)
Komentar(4 komentar)
Senin, 29/08/2011 22:12
Nama: Fathurrahman Karyadi
PROGRAM TAHQIQ
KALAU ADA PROGRAM TAHQIQ ATAU PENELUSURAN KEMBALI KHAZANAH ULAMA NU. INSYA ALLAH, SAYA SIAP IKUT MEMBANTU. INI DIHARAPKAN AGAR BUAH PIKIR ULAMA BERILIAN TEMPO DAPAT DINIKMATI DAN DIAMALKAN OLEH KITA DI GENERASI KRISIS INI.SEMOGA!!! TERIMAKSIH
Selasa, 29/06/2010 14:52
Nama: Abdul Rachman
Khazanah intlektual NU
Sebenarnya bukan NU mahjubun bin Nahdliyin tetapi sengaja selama 30 tahun lebih NU dikerdilkan oleh rezim Orde Baru. Setiap usaha utk mengembangkan NU selalu dihalang-halangi. Sekarang mulai bangkit dibanding ormas lain dlm kurun waktu 12 th terakhir NU tergolong paling pesat kemajuannya.
Selasa, 30/06/2009 17:14
Nama: hisyam zamroni
NU Lupa Asal Usulnya.. Hanya seneng gayengan Politik
NU sudah lam tidur panjang sehingga khazanah intelektual NU tertutupi oleh ranah "politik" yang melelahkan. "NU mahjubun bin Nahdhiyyin".
NU mempunyai potensi yang sangat luar biasa dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan intelektualitas. tapi semua itu tidak pernah terpikirkan sama sekali.
ekonomi kerakyatan NU lebih rakyat daripada buaian para pakar ekonomi kerakyatan yang hanya berteori.. karena NU memiliki masyarakat yang berbasis nelayan, petani, industri kecil bahkan pengusaha juragan yang turun menurun.
dari sisi sosial budaya, NU memiliki karakteristik yang unik baik tentang realitas perkembangan sosial dan budaya yang melingkupinya.. seperti perkembangan pemahaman terhadap realitas dan perubahan budaya yang tak terbendung di desa maupun di kota.
NU mempunyai khazanah intelektual yang mengagumkan seperti kitab-kitab klasik yang disyarah oleh ulama NU, mengarang kitab sendiri dan lain-lain.
akan tetapi semua itu dikangkangi oleh nafsu "politik" elit NU....
Ahad, 21/06/2009 23:04
Nama: Achmad Ma'ruf Asrori
harapan khazanah karya ulama NU
Kaitannya dengan karya ulama NU, kini alhamdulillah telah terbit buku "Irsyad al-Sary" kumpulan kitab karya Hadlaratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy'ari stebal 886 hlm. yang memuat 19 judul kitab dari berbagai macam disiplin keilmuan dan kitab "Al-Hujaj al-Qath'iyyah fii Shihhah al-Mu'taqadaat wa al-'Amaliyyaat al-Nahdhiyyah" Buah karya KH. Muhyiddin Abdusshomad, setebal 288 hlm. Semoga
Keduanya kini sudah mulai dikaji di beberapa pesantren. Semoga tidak hanya PBNU yang mensosialisasikan kitab-kitab tersebut, tapi juga para ulama, khususnya para pengasuh pesantren dan juga Departemen Agama. Semoga.
Space Iklan
625 x 100 Pixel
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::