Selasa, 23 September 2014
Language :
Find us on:
Warta 
Said Aqil Sampaikan Ceramah di Depan Raja Maroko
Sabtu, 28/08/2010 19:04
Rabat, NU Online
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj memberikan ceramah di istana Raja di kota Cassablanca dalam acara pengajian Durus Hasaniyah Kamis (26/8) kemarin. Ia tampil di hadapan raja, keluarga istana, para petinggi pemerintahan, duta besar negara sahabat dan undangan khusus lainnya.

Setelah diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh seorang qari’ dari Pakistan, KH Said Aqil Siradj yang duduk di atas mimbar didaulat untuk memulai ceramahnya, tepat pada pukul 17.30 waktu setempat.

Dalam prolognya, Said Aqil menyampaikan sekilas hubungan antara Indonesia-Maroko, terutama di tingkat masyarakat kedua negara yang sama-sama memeluk agama Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, pecinta ahli bait dan pengamal tasawuf yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.

Kontributor NU Online di Maroko Arwani Syaerozi melaporkan, sedikitnya pengajian Ketua Umum PBNU terfokus pada empat hal. Pertama, menjelaskan kebebasan berakidah dan beragama dalam perspektif Islam. Kedua, peran negara atau penguasa dalam kebebasan beragama dan menjamin para penganutnya dalam menjalankan keyakinannya.

Ketiga, pengalaman Indonesia yang majemuk dalam memelihara kerukunan antar umat bergama dan penganut kepercayaan. Keempat, antitesis terhadap statemen yang menyatakan pemisahan antara agama-negara dalam sejarah Islam.

Ceramah Said Aqil juga direlay melalui channel Televisi Maroko. Raja Mohammed VI yang duduk di depan penceramah terlihat khusyu’ dalam menyimak apa yang disampaikan oleh Said Aqil.

Dalam ceramahnya, Said Aqil juga menegaskan bahwa para tokoh agama dan pengelola negara harus sama-sama berkesinambungan dalam menciptakan kemaslahatan bagi umat manusia, sehingga dapat menciptakan iklim yang kondusif dan bisa memberikan hak-hak rakyat secara adil, baik dari kalangan minoritas maupun mayoritas.

“Demokrasi sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran Islam, diantara pilar utamanya adalah mengakui kemajemukan” kata Said Aqil.

Pengajian Durus Hasaniyah yang memakan waktu hampir 1 jam ini diakhiri dengan pembacaan shalawat Tijaniyah oleh Raja Mohammed VI dilanjutkan dengan bersalam-salaman dan pemberian cendera mata dari beberapa undangan kepada Raja. (arw)
Komentar(4 komentar)
Selasa, 28/09/2010 12:46
Nama: afifhasbullah
link transkrip ceramah
Transkrip walau ndak lengkap ada di http://www.habous.gov.ma/Ar/detail.aspx?ID=4002&z=18&p=6
Sabtu, 28/08/2010 22:14
Nama: agus ramadhan bin abdul rozaq as-syamhudi al kebumainy
luar biasa
woow luar biasa kang said,,..sy kira inilah ketua umum PB NU pertama yg berceramah dihadapan raja penguasa bumi maghrib,..ya semoga ajaran ahlussunah wal jamaah ala NU semakin bisa diterima oleh semua masyrakat di dunia islam khususnya n dunia pada umumnya,..amien
Sabtu, 28/08/2010 21:43
Nama: iip yaha
salut
Salut utk K Said, mudah2an kebanggaan pada dunia kelimuan akan mewarnai NU ke depan, mengimbangi kebanggaan pada politik & kedudukan yg selama ini mencengkeram. Kita ingin juga dapat berita, tokoh NU berceramah di kalangan elit Eropa. salam
Sabtu, 28/08/2010 20:18
Nama: n. jamil
Selamat Kang Agil
Saya termasuk yang nunggu acara tersebut melalui channel Assadessa, langsung dari Marokko, walaupun tertunda 2 hari dari jadwal. Komentar saya sih sedang2 saja, tpi mungkin sebaiknya menyimak dulu penceramah sebelumnya karena acara itu di adakan setiap hari selama bulan ramadhan, jadi topik dan cara penyajian ceramah dgn paper atau membaca langsung sudah bisa di tebak .. Pada hari berikut adalah giliran syekh al-Azhar yang menyampaikan materi dgn santai dan kena sasaran karena bicara secara umum ..
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefSeptember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::