Selasa, 02 September 2014
Language :
Find us on:
Warta 
Empat Pendeta 'Nyantri' di Pesantren Darul Ulum
Selasa, 09/11/2010 13:23
Jombang, NU Online
Sebanyak empat Pendeta dari sejumlah daerah di Indonesia 'mondok' di Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Jombang. Alasannya, mereka ingin melihat lebih dekat kehidupan beragama di kawasan pondok pesantren.

Keempat pendeta itu adalah Pendeta Suko Tyarno Christin dan Widi Kurnianto, keduanya dari Malang. Kemudian, Akris Mujiono dari GKJTU Bojonegoro dan pendeta Tumbar Siahaan dari Huria Kristen Indonesia (HKI) Pulau Siantar Sumatera Utara.

Menurut Pendeta Suko Tyarno Christin, kegiatan silaturahim itu akan dilakukan dalam waktu beberapa hari. Yakni, dimulai tanggal 4 November lalu. Kegiatan tersebut sebagai bentuk kerjasama antara GKJW Malang dengan United Evangelical Mission (UEM).

Agenda tahunan tersebut, kata Suko Tyarno Christin, setiap tahunya mengusung tema yang berbeda. “Dalam tahun ini, kita mengusung tema hubungan Islam-Kristen identitas dan pluralitas," kata Suko menjelaskan, Senin (8/11/2010) seperti dilansir beritajatim.com.

Lebih lanjut Pdt Suko Tyarno menjelaskan, kehidupan di pondok pesantren Darul Ulum membanggakan. Pertama kali datang, rombongan yang dipimpinya itu diterima pengasuh Ponpes Darul Ulum, KH Kholil Dahlan.

Menurut Suko, sambutan para santri dan pengasuh pondok sungguh sangat luar biasa. Selain itu, warga di sekitar pondok pesantren juga sangat ramah. "Karena itu, image tentang permusuhan antara Islam dan Kristen tidak ada sama sekali. Buktinya kami seperti keluarga di dalam pondok pesantren. Padahal dulu kesanya seperti anjing dan kucing," ujarnya bangga.

Sementara itu, Pendeta  Tumbar Siahaan dari Huria Kristen Indonesia (HKI) Pulau Siantar Sumatera Utara, mengatakan, kehidupan kehidupan di pondok pesantren juga sangat luar biasa. Terlebih lagi soal pendidikan santri yang terjadwal dan disiplinnya tinggi. "Karena begitu disiplinya jadwal kegiatan pendidikan santri,bukan tidak mungkin kami mengadopsi system pendidikan di pesantren," kata Tumbar Siahaan.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang,  KH Kholil Dahlan mengaku, sangat menghargai sikap GKJW yang mengirim utusan pendeta ke Ponpes Darul Ulum, Jombang. Apalagi, kata KHolil,misi yang diusung cukup mulia, yakni hubungan kemanusiaan antara umat Kristen dengan umat Islam.

"Dengan kedatangan empat pendeta di pesantren itu, mereka bisa mengetahui kehidupan warga pesantren, utamanya bagaimana dalam pembinaan umat muslim," ujar KH Cholil Dahlan, yang juga Ketua MUI Jombang ini. (ant/mad)
Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefSeptember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::