Kamis, 30 Oktober 2014
Language :
Find us on:
Warta 
NU dan Muhammadiyah Tidak Banyak Berbeda
Rabu, 16/07/2003 09:11
NU dan Muhammadiyah Tidak Banyak Berbeda

Jakarta, NU Online
“NU dan Muhammadiyah tidak memiliki perbedaan yang signifikan karena kedua-duanya merupakan organisasi Islam di Indonesia,” Ungkap KH Hasyim Muzadi ketika ditanya delegasi dari Wakil Menlu Jerman Kirsten Muller mengenai perbedaan NU dan Muhammadiyah.

KH Hasyim Muzadi menjelaskan bahwa dari latar belakangnya NU tumbuh secara kultural dalam masyarakat, baru diorganisasikan dalam wadah jam’iyyah NU, sementara Muhammadiyah membentuk organisasi dulu, baru kemudian mengembangkan komunitasnya. Ini menyebabkan basis anggota NU banyak berada di daerah pedesaan sedangkan Muhammadiyah di perkotaan.

Kondisin ini menyebabkan NU tumbuh lebih besar dan lebih cepat daripada Muhammadiyah karena memang didasari pada kesamaan tradisi diantara anggotanya. Akan tetapi Muhammadiyah memiliki kelebihan dalam bentuk organisasi yang lebih tertib dan rasional. Pendidikan warga NU banyak yang berbasiskan pesantren sedangkan Muhammadiyah di sekolah umum.

Namun demikian, dalam masa yang akan datang, perbedaan tersebut akan semakin mengecil karena dengan adanya kesempatan pendidikan yang sama, memungkinkan warga NU memperoleh pendidikan yang layak dengan didasari pengetahuan agama yang kuat.

“Saat ini modernisasi sebagai lambang Muhammadiyah dan tradisionalisme sebagai cap NU sudah tidak layak lagi karena saat ini sudah banyak kader NU dengan pemikiran-pemikiran dan ide pembaharuan jauh ke depan,” ungkap Hasyim Muzadi.

KH Hasyim Muzadi menceritakan bahwa pengembangan NU pertama kali dikomunikasikan dengan budaya silaturrahmi, dan selanjutnya baru kemudian dibantu administrasi organisasi. “Dan saat ini NU sudah memiliki sistem komunikasi canggih dengan jaringan internet NU Online,” ungkapnya.

Dengan jumlah anggota yang besar mengorganisasikan anggota NU tidak terlalu sulit karena budaya sudah terlebih dulu terbentuk baru organisasinya. Tapi secara struktur sudah ada organisasi yang rapi mulai dari Pengurus Besar NU di tingkat pusat, pengurus wilayah di tingkat propinsi, pengurus cabang di tingkat kabupaten, pengurus anak cabang ditingkat kecamatan, dan pengurus ranting di tingkat desa.

KH Hasyim Muzadi menjelaskan bahwa kegiatan NU Mencakup semua aspek civil society seperti pendidikan, agama, ekonomi, kebudayaan, dan juga masalah kebutuhan masyarakat yang sedang berkembang. Dan hal ini didukung oleh badan otonom yang ada dibawah NU yang meliputi organisasi pelajar, mahasiswa, wanita, pemuda, dll.

Warga NU juga dapat bergerak dalam bidang partai politik, namun harus melalui partai politik karena memang NU bukan organisasi politik. “Tetapi NU memberi sumbangan terhadap politisi, terutama hubungan agama dan negara dan menciptakan keadilan di dalamnya nu berpolitik secara kebangsaan bukan kepartaian,” Tegas Hasyim Muzadi.(mkf)

Komentar(6 komentar)
Senin, 25/01/2010 22:57
Nama: kalil
Islam
apapun organisasinya... kita adalah islam... itu yang terpenting
Kamis, 18/09/2008 15:07
Nama: Ali Mashudi
PERASAAN
I LOVE NU
NU IS THE BEST
Kamis, 18/09/2008 14:56
Nama: Ali Mashudi
Ali Berkomentar
Pernyatan Kiai Hasyim Muzadi sangat menyejukkan Hati aqu,aq adlah seorang mahasiswa."tapi klu aku perhatikan NU itu Lebih jadi anggota Muhammadiyah Karena Muhammadiyah Itu klu ada Anggotanya Lg nganggur Pasti anggotanya di ajak/di carikan pekerjaan"klu itu di bojonegoro.
Rabu, 16/07/2003 16:20
Nama: Mohamad Fuad
Jelas banyak
Jelas banyak perbedaan antar keduanya, persamaannya hanya sama sama muslim. Perbedaannya pada pola fikir dan kultur pesantren yang cenderung feodal
Rabu, 16/07/2003 14:40
Nama: rien
pernyataan Kiai
pernyataan Kiai Hasyim Muzadi sangat menyejukkan. Dengan demikian antara Nu dan Muhammadiyah tak perlu saling merendahkan. Pengalam di desa ketika ada anak NU yang sekolah di Muhammadiyah dikucilkan. Ini pernah saya rasakan. Padahal pilihan saya sekolah di Muhammadiyah itu agar tak terjebak dalam sekolah non muslim. Tapi apa tanggapan para tetangga, Muhammadiyah dianggap agama. Mudah-mudahan ukhuwah yang dibangun NU dengan Muhammadiyah makin manis dan langgeng
Rabu, 16/07/2003 14:40
Nama: rien
pernyataan Kiai
pernyataan Kiai Hasyim Muzadi sangat menyejukkan. Dengan demikian antara Nu dan Muhammadiyah tak perlu saling merendahkan. Pengalam di desa ketika ada anak NU yang sekolah di Muhammadiyah dikucilkan. Ini pernah saya rasakan. Padahal pilihan saya sekolah di Muhammadiyah itu agar tak terjebak dalam sekolah non muslim. Tapi apa tanggapan para tetangga, Muhammadiyah dianggap agama. Mudah-mudahan ukhuwah yang dibangun NU dengan Muhammadiyah makin manis dan langgeng
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefOktober 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::