Sabtu, 25 Oktober 2014
Language :
Find us on:
Ubudiyah 
Ziarah Kubur di Bulan Ramadhan dan Hari Raya
Selasa, 16/10/2007 05:31

Pada prinsipnya, ziarah ke makam orang tua, keluarga, guru dan para ulama itu dapat dilaksanakan kapan saja; mau pagi, siang, sore, malam, boleh-boleh saja; hari Senin, Selasa, atau yang lainnya; seminggu sekali, dua kali atau tiga kali, silakan. Sebab inti (hikmah) dari ziarah ialah menebalkan keimanan dengan mengingat mati.

Tentu ini lebih baik ketimbang sepekan berpikir tentang dunia, kekayaan, uang, dan lain sebagainya, yang tidak ada batasnya. Malah dikhawatirkan akan menjerumuskan manusia ke lembah kesengsaraan. Tidakkah hidup ini sekadar kesenangan yang palsu, bak fatamorgana yang menipu? Kalau kita tidak pandai-pandai melapisinya dengan iman dan ilmu, apa jadinya?

Oleh karena itu, ziarah di bulan suci Ramadhan ataupun di Hari Raya, sekalipun sebenarnya tidak ada perintah dan tidak ada larangan. Dan karena tidak adanya larangan, orang yang suka ziarah mengambil inisiatif alangkah indahnya jika dapat kirim doa pada hari-hari yang penuh rahmat dan ampunan (hari-hari bulan Ramadhan) dan hari yang bahagia (Idul Fithri).

Justru akan sangat bermakna bagi orang-orang yang sedang mudik ke kampung halaman, ia akan merasa tentram jika sebelum minta maaf kepada orang lain ia terlebih dahulu mengunjungi kubur orang tuanya yang (ketepatan) meninggal lebih dulu.

Pada bab tentang merawat jenazah dan problem-problemnya, Imam Suyuthi menukil dari Imam Ibnu Hajar dalan kitab Fatawi-nya yang mengatakan: “Ruh seseorang berkait dengan jasad selama jasad itu masih utuh, kemudian ruh itu lepas menuju Illiyyin atau Sijjin di sisi Allah. Ruh tadi bahkan masih berkait dengan jasad meski jenazah berpindah dari satu kubur ke kubur yang lain.

Imam Harawi dalam Syarh Shahih Muslim dalam hal penjelasan mengenai hari ziarah mengatakan: Tidak ada hadits shahih yang menerangkan ketentuan hari untuk melakukan ziarah kubur dan tidak pula ada pembatasan berapa kali ziarah.

Nah ada keterangan tentang keutamaan ziarah yang dilakukan pada hari Jum’at. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ زَارَ قَبْرَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدِهِمَا فِي كُلِّ جُمْعَةٍ مَرَّةً غَفَرَ اللهُ لَهُ وَكَانَ بَارًّا بِوَالِدَيْهِ

Siapa ziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya pada setiap hari jum’at, Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan mencatat sebagai bakti dia kepada orang tuanya. (HR Hakim)

KH Munawwir Abdul Fattah
Pengasuh Pesantren Krapyak Yogyakarta

Komentar(10 komentar)
Rabu, 30/06/2010 11:23
Nama: M. Fathullah
Tentang ziarah
Ra masalah lah, gitu aja kok
seng penting kumaha bakti kite ke orang tua
Ahad, 13/06/2010 15:42
Nama: ATA
instropeksi
ziarah kubur adalah kegiatan seremonial dan hakikatnya adalah mendoakan, sebagaimana kegiatan itu bisa mnjadi nilai ibadah insyaallh, namun juga bisa berakibat fatal pd pelaku peziarah itu sndiri karna banyak dikalangan masyarakat yang besiknya mengaku nahdiyin namun bnyak yang tidak tau bgaimana cara berziarah yang benar dan terhindar dari kesirikan.

kbanyakan mereka dari kalangan tua yang semula berilmu dari naluri sosial belaka tanpa didasari syariat yang benar dan ironisnya lagi mereka tidak mncari tau bagaimana berziarah yg benar, tentunya ini mnjadi tugas para ulama' NU untuk menjelaskan pada umatnya, dan juga tugas kita sbagai generasi nahdiyin.

karna kita tau masalah itulah yang menjadi bahan pembicaraan dikalangan rekan rekan kita yang anti ziarah kubur, kita patut terimakasih kepada mereka krna mengingatkan kita untuk selalu introspeksi diri, untuk meningkatkan kualitas ibadah kita dalam hal ziarah kubur.

asytaghfirullah... wasslm..



Jumat, 16/10/2009 21:42
Nama: Muslim
Menanggapi alie
Saya rasa apabila niat Anda mendoakan agar dosa-dosa orang tua Anda diampuni dan segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah, semuanya sah-sah saja meski hanya dilakukan di rumah. Bukanklah dalam hadist yang menyebutkan 3 amalan yang tak pernah putus pahalanya adalah do'a anak yang sholeh.

Di hadist tersebut tidak disebutkan tempat berdo'anya, jadi tidak masalah Anda melakukannya kapan saja, terutama sesudah sholat atau pada waktu yang sangat tepat untuk berdo'a.

Yang jelas saya berharap semoga jamaah aswaja NU tidak terpaku untuk mendoakan orang tua hanya saat ziarah saja, namun kapan saja bisa dilakukan. Sukron.
Rabu, 24/09/2008 10:53
Nama: fahmy
Ziarah Kubur
Ziarah kubur itu wajib bagi koruptor dan KRDTA (Kekerasan Dalam Rumah Tangga & Anak-Anak).
Supaya kesadarannya di refresh ketika menyaksikan kuburan yg identik dgn kematian yang membawa konsekuensi pada tanggungjawab dia di akherat kelak. Baik sebagai seorang hamba maupun pemimpin.
Kamis, 20/12/2007 00:12
Nama: alie
ziarah kubur
yangjadi pertanya,an saya adalah:bagaimana ziarah ke makam orang tua,tapi saya sudah lupa tempat pemakamannya saya hanya bisa kira-kira saja itu makam orang tua saya.apakah do,a saya yang di hadiahkan pada orang tua saya sampai pada orang tua saya.(saya mohon petunjuknya)terimaksih sebelum dan sesudahnya.
Rabu, 31/10/2007 08:35
Nama: abunuralif
Kritik terhadap Masalah Ziarah di hari raya
Betul Ziarah Kubur adalah sunnah dan dilakukan kapan saja, artinya itu adalah ibadah mutlak bukan ibadah muqoyad.

Yang jadi persoalan adalah dengan adanya kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus dalam waktu-waktu tertentu,sehingga orang jahil/bodoh akan menganggapnya bahwa mwmang syariat islam memerintahkan ziarah kubur pada hari-hari rahmat. Inilah yang akan menyebabkan kepada BID'AH.

Hal ini terbukti dilakukan terus menerus adalah sudah beratus-ratus tahun kebiasaan ini sampai sekarang terus berlanjut,sehingga ketika ada orang yang tidak ziarah pada hari raya sepertinya dia pemahaman agamanya asing.

Kita ingat bahwa Syaduz zari'ah dalam kitab al i'tishom disebutkan bahwa pada mulanya sesuatu perbuatan itu boleh lalu karena akan menyebabkan kepada keburukan (seperti bid'ah) maka harus kita tinggalkan. Sehingga mari kita tinggalkan tradisi itu menjadi ziarah dilakukan kapan saja,dan kita lakukan ziarah dengan tidak mengkaitkan-kaitkan dengan hari-hari raya atau hal laiinnya tetapi dikaitkan dengan niat kita yang tulus sesuai dengan kesempatan dan kemampuan masing-masing.

Kalo ulama NU ingin berdakwah tentang ini,cobalah paleksanaan ziarah dilakukan setelah 1 minggu atau 2,3 setelah hari raya. Artinya lakukan dengan kombinasi hari apa saja sehingga untuk mengajarkan kepada umat yang masih awam bahwa ziarah dapat dilakukan kapan saja.

Buktikan Wahai saudaraku Nahdiyin... Semoga Allah memberikan Petunjuk kepada kita semua.
Senin, 29/10/2007 11:38
Nama: widi
gml
Kita berziarah untuk mendoakan, bukan untuk meminta pada yang sdh nggak ada.
Jd no problem
Sabtu, 20/10/2007 11:35
Nama: Avip
Derajat hadits...
Siapa ziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya pada setiap hari jum’at, Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan mencatat sebagai bakti dia kepada orang tuanya. (HR Hakim) >> hadits no. brp?

Mau tanya, hadits ini derajadnya apa?
Shahih, hasan, dho'if atau maudhu'...


jazakalloh khoir..
Rabu, 10/10/2007 12:47
Nama: yani
ziarah kubur
Ass, ziarah kubur tidak mengenal batasan waktu setiap saat dan setiap waktu bisa dilakukan, apalagi di bulan penuh dengan Rahmat yaitu bulan Ramadhan dan di Hari Kemenangan ( Idul Fitri ), Wass.
Selasa, 09/10/2007 00:13
Nama: gufronz
ziarah kubur itu sunah
saya adalah seorang mahasiswa yang meyakini bahwa ziarah kubur itu sunah hukumnya. Saran saya kepada para Kyai khususnya NU, untuk memberikan pemahaman kepada para warga Nahdiyin, adab dan tatacara secara dalil dalam berziarah, agar para warga nahdiyin tidak hanya bertaklid buta tanpa tahu ilmunya. Intinya agar tidak salah kaprah dalam mengamalkannya. membid'ahkan yang sunah itu sama halnya dengan mensunahkan yang bid'ah. wasslam
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefOktober 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::