Rabu, 17 September 2014
Language :
Find us on:
Ubudiyah 
Merayakan Maulid Nabi SAW (2)
Selasa, 18/03/2008 07:14
Jika sebagian umat Islam ada yang berpendapat bahwa merayakan Maulid Nabi SAW adalah bid’ah yang sesat karena alasan tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah saw sebagaimana dikatakan oleh beliau:
 
إِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ. رواه أبو داود والترمذي

Hindarilah amalan yang tidak ku contohkan (bid`ah), karena setiap bid`ah menyesatkan. (HR Abu Daud dan Tarmizi)

Maka selain dalil dari Al-Qur’an dan Hadits Nabi tersebut, juga secara semantik  (lafzhi) kata ‘kullu’ dalam hadits tersebut tidak menunjukkan makna keseluruhan bid’ah (kulliyah) tetapi ‘kullu’ di sini bermakna sebagian dari keseluruhan bid’ah (kulli) saja. Jadi, tidak seluruh bid’ah adalah sesat karena ada juga bid’ah hasanah, sebagaimana komentar Imam Syafi’i:

المُحْدَثَاتُ ضَرْباَنِ مَاأُحْدِثَ يُخَالِفُ كِتاَباً أَوْسُنَّةً أَوْأَثَرًا أَوْإِجْمَاعًا فَهَذِهِ بِدْعَةُ الضَّلاَلِ وَمَاأُحْدِثَ مِنَ الخَيْرِ لاَيُخَالِفُ شَيْئاً مِنْ ذَالِكَ فَهِيَ مُحْدَثَةٌ غَيْرَ مَذْمُوْمَةٍ

Sesuatu yang diada-adakan (dalam agama) ada dua macam: Sesuatu yang diada-adakan (dalam agama) bertentangan dengan Al-Qur’an, Sunnah Nabi SAW, prilakuk sahabat, atau kesepakatan ulama maka termasuk bid’ah yang sesat; adapun sesuatu yang diada-adakan adalah sesuatu yang baik dan tidak menyalahi ketentuan (al Qur’an, Hadits, prilaku sahabat atau Ijma’) maka sesuatu itu tidak tercela (baik). (Fathul Bari, juz XVII: 10)

Juga realitas di dunia Islam dapat menjadi pertimbangan untuk jawaban kepada mereka yang melarang maulid Nabi SAW. Ternyata fenomena tradisi maulid Nabi SAW itu tidak hanya ada di Indonesia, tapi merata di hampir semua belahan dunia Islam. Kalangan awam diantara mereka barangkali tidak tahu asal-usul kegiatan ini. Tetapi mereka yang sedikit mengerti hukum agama berargumen bahwa perkara ini tidak termasuk bid`ah yang sesat karena tidak terkait dengan ibadah mahdhah atau ritual peribadatan dalam syariat.

Buktinya, bentuk isi acaranya bisa bervariasi tanpa ada aturan yang baku. Semangatnya justru pada momentum untuk menyatukan semangat dan gairah ke-islaman. Mereka yang melarang peringatan maulid Nabi SAW sulit membedakan antara ibadah dengan syi’ar Islam. Ibadah adalah sesuatu yang baku (given/tauqifi) yang datang dari Allah SWT, tetapi syi’ar adalah sesuatu yang  ijtihadi, kreasi umat Islam dan situasional serta mubah.

Perlu dipahami, sesuatu yang mubah tidak semuanya dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Imam as-Suyuthi mengatakan dalam menananggapi hukum perayaan maulid Nabi SAW:

وَالجَوَابُ عِنْدِيْ أَنَّ أَصْلَ عَمَلِ المَوْلِدِ الَّذِيْ هُوَ اِجْتِمَاعُ النَّاسِ وَقِرَأَةُ مَاتَيَسَّّرَ مِنَ القُرْآنِ وَرِوَايَةُ الأَخْبَارِ الوَارِدَةِ فِيْ مَبْدَأِ أَمْرِالنَّبِيّ صَلَّّىاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّّمَ مَاوَقَعَ فِيْ مَوْلِدِهِ مِنَ الاَياَتِ ثُمَّ يَمُدُّ لَهُمْ سِمَاطٌ يَأْكُلُوْنَهُ وَيَنْصَرِفُوْنَهُ مِنْ غَيْرِ زِيَادَةٍ عَلَى ذَالِكَ مِنَ البِدَعِ الحَسَنَةِ الَّتِيْ يُثَابُ عَلَيْهَا صَاحِبُهَا لِمَا فِيْهِ مِنْ تَعْظِيْمِ قَدْرِ النَّبِيْ صََلََّى اللهُُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِظْهَارِالفَرَحِ وَالِاسْتِبْشَارِ بِمَوْلِدِهِ الشَّرِيْفِ

Menurut saya asal perayaan maulid Nabi SAW, yaitu manusia berkumpul, membaca al-Qur’an dan kisah-kisah teladan Nabi SAW sejak kelahirannya sampai perjalanan hidupnya. Kemudian dihidangkan makanan yang dinikmati bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu tergolong bid’ah hasanah(sesuatu yang baik). Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi SAW, menampakkan suka cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhamad saw yang mulia. (Al- Hawi Lil-Fatawa, juz I, h. 251-252)

Pendapat Ibnu Hajar al-Haithami: “Bid’ah yang baik itu sunnah dilakukan, begitu juga memperingati hari maulid Rasulullah SAW.”

Pendapat Abu Shamah (guru Imam Nawawi): ”Termasuk hal baru yang baik dilakukan pada zaman ini adalah apa yang dilakukan tiap tahun bertepatan pada hari kelahiran Rasulullah saw. dengan memberikan sedekah dan kebaikan, menunjukkan rasa gembira dan bahagia, sesungguhnya itu semua berikut menyantuni fakir miskin adalah tanda kecintaan kepada Rasulullah SAW dan penghormatan kepada beliau, begitu juga merupakan bentuk syukur kepada Allah atas diutusnya Rasulullah SAW kepada seluruh alam semesta”.

Untuk menjaga agar perayaan maulid Nabi SAW tidak melenceng dari aturan agama yang benar, sebaiknya perlu diikuti etika-etika berikut:

1. Mengisi dengan bacaan-bacaan shalawat kepada Rasulullah SAW.
2. Berdzikir dan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.
3. Membaca sejarah Rasulullah SAW dan menceritakan kebaikan-kebaikan dan keutamaan-keutamaan beliau.
4. Memberi sedekah kepada yang membutuhkan atau fakir miskin.
5. Meningkatkan silaturrahim.
6. Menunjukkan rasa gembira dan bahagia dengan merasakan senantiasa kehadiran Rasulullah SAW di tengah-tengah kita.
7. Mengadakan pengajian atau majlis ta’lim yang berisi anjuran untuk kebaikan dan mensuritauladani Rasulullah SAW.

HM Cholil Nafis MA
Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) PBNU
Komentar(10 komentar)
Sabtu, 15/10/2011 12:46
Nama: achmad yuhdi
permohonan
askum. mohon pengurus NU pusat untuk nu kab.ngawi jatim sering ngadain solawatan di alon2 bersama habaib misal nya habis syeh seperti di jepara semarang demak kudus.soalnya warga ngawi masih banyak yag belom tau para habaib.saya orang kecil yang sangat ingin sekali melihat kota ngawi yang adem akan adanya NU matur swun. dan yang satu lagi banyak kantor cabang MTA .waskum
Jumat, 21/01/2011 15:34
Nama: izzatunnafsiyah
solusinya pa??????
ya ni,...
mungkin spt yg saya alami sekarang,
saya sekarang ada d asrama,yg mayoritas Muhammadiyah,nah,.. ada pihak yg pengen ngadain acara pengajian maulid nabi,di acara itu,Qta pengen mengadakan pengajian yg mayoritas orang NU lakukan,yaitu dg"berjanjenan"nah,d Sini muncul perdebatan,yang g mungkin ada akhirnya,..............
Rabu, 19/05/2010 18:19
Nama: Gatot
indahnya...
kalo sebagian kelompok bilang acara maulid itu bida'ah....saya hanya bisa bilang sebagai muslim yang masih bodoh dan mudah terombang ambing...Nikmatnya bid'ah ini karena dengan bid'ah ini hati kita selalu teringat dengan Rasullulah SAW untuk bersama sama menikmati keagungannya Allah SWT
Ahad, 07/06/2009 03:05
Nama: ahmad
matur nuhun sanget
ass.. terima kasih pak Kiai dan terima kasih semua tak terkecuali. akhirnya aku ambil kesimpulan dan aku dapat menjalankan itu tanpa ragu.
Kamis, 07/05/2009 20:28
Nama: abimanyu
hati2 bidah
ass.mari selamatkan diri masing2 kuncinya kita harus paham ma'rifatillah paham makna sahadat sehingga akan terciptalah ahli2 tauhid
Selasa, 10/03/2009 16:25
Nama: Abdullah
UNIK..
Ada pengalaman unik dikampung saya. Ada satu DPC Partai (islam) tertentu. Ketika dikampung saya diadakan peringatan Maulid NAbi TAHuN 2006, mereka bilang" maulid itu bid'ah dan hanya mernghambur-hamburkan uang saja. ketika tahun 2008 (menjelang pemilu) DPC partai tsb MENGADAKAN Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. dengan Spanduk besar bertuliskan undangan "Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama DPC (Partai tsb)... Naudzubillahi.. PERINGATAN MAULID NABI dijadikan sarana mencari DUKUNGAN DIKALANGAN NU.
Rabu, 04/03/2009 07:12
Nama: H.Muhammad Makki
aku mencintaimu ya Nabi
jangankan untuk merayakan maulid, untuk mengorbankan nyawa aku bersedia untuk mu ya Rasul, cintaku padamu mengalahkan segalanya. CInta yang dahsyat mengalahkan akal sehat
Kamis, 26/02/2009 18:04
Nama: taufik wahyudi
istigfar
assalamualaikum..... ingat kata nabi kita ini muslim adalah bersaudara, sesama muslim harus saling doa mendoakan, jgn su udhon, makanya kalo ngaji sama ulama yg sholeh, boleh aja sih kita byk2 membaca buku kitab atau yg lainnya tp jgn di jadikan guru, sesat sampean nanti, setan yg bimbing sampean, pikiran kita nanti yg paling bener, yg gak sesuai dgn kita baca kita anggap sesat, kafir, dan bidah, kan repot...... kalo para wali itu org yg sholeh kalo ada ustad jmn sekarang merendahkan para wali itu org sombong, masa penerus dan pewaris para nabi di rendakan, byk istigfar itu, atau kalo perlu di ruqyah........ biar kesombongannya pergi.
Rabu, 09/07/2008 18:23
Nama: Rido
bedo to...
maulid nabi jelas bedo karo natal, sing ngrayake yo ora tiru2 dek'e, riwayate wis ditulis konco sampeyan to.., kabeh iki podo mas, kowe ra nganggo kami nganggo. lan podo tiru2 para alim to,,, sampeyan moco kitab kami yo moco, bedane sithik mbek okeh,
gurune mbatesi mbek ora mbatesi(inklusif)
Kamis, 12/06/2008 13:28
Nama: Saepul
Syukur
Maha suci Allah yang telah memberikan jalan sehingga saya bisa menemukan NU online, sebagai sarana alternatif dalam mencari ilmu ditengan samudra maha kaya keilmuan Islam dan ditengah banyaknya penyimpangan dan pemangkasan ilmu-ilmu islam,
Mari kita bersama -sama melakukan Compaign ditempat kita masing-masing agar rekan-rekan kita yang lain dapat membaca dan meng"klik" NU online, demi Syiar islam ,dari pada menghabiskan waktu melihat situs-situs tak bersenonoh .wassalam
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefSeptember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::