Kamis, 23 Mei 2013
Language :
Find us on:
Ubudiyyah 
Adzan Jum’at Dua Kali
Selasa, 01/04/2008 10:44
Adzan shalat pertama kali disyari’atkan oleh Islam adalah pada tahun pertama Hijriyah. Di zaman Rasulullah SAW, Abu Bakar dan Umar bin Khathab mengumandangkan adzan untuk shalat Jum’at hanya dilakukan sekali saja. Tetapi di zaman Khalifah Utsman bin Affan RA menambah adzan satu kali lagi sebelum khatib naik ke atas mimbar, sehingga adzan Jum’at menjadi dua kali.

Ijtihad ini beliau lakukan karena melihat manusia sudah mulai banyak dan tempat tinggalnya berjauhan. Sehingga dibutuhkan satu adzan lagi untuk memberi tahu bahwa shalat Jum'at hendak dilaksanakan. Dalam kitab Shahih al-Bukhari dijelaskan :

عَنْ سَائِبٍ قَالَ, سَمِعْتُ السَائِبَ بنَ يَزِيْدٍ يَقُوْلُ إِنَّ الأَذَانَ يَوْمَ الجُمْعَةِ كَانَ أَوَّلُهُ حِيْنَ يَجْلِسُ الإِمَامُ يَوْمَ الجُمْعَةِ عَلَى المِنْبَرِ فِيْ عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا فَلَمَّا كَانَ فِيْ خِلاَفَةِ عُثْمَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ وَكَثَرُوْا أَمَرَ عُثْمَانُ يَوْمَ الجُمْعَةِ بِالأَذَانِ الثَّالِثِ فَأَذَانَ بِهِ عَلَى الزَّوْرَاءِ فَثَبَتَ الأَمْرُ عَلَى ذَالِكَ

Dari Sa'ib ia berkata, "Saya mendengar dari Sa'ib bin Yazid, beliau berkata, “Sesungguhnya adzan di hari jumat pada asalnya ketika masa Rasulullah SAW, Abu Bakar RA dan Umar RA dilakukan ketika imam duduk di atas mimbar. Namun ketika masa Khalifah Utsman RA dan kaum muslimin sudah banyak, maka beliau memerintahkan agar diadakan adzan yang ketiga. Adzan tersebut dikumandangkan di atas Zaura' (nama pasar). Maka tetaplah hal tersebut (sampai sekarang)". ( Shahih al-Bukhari: 865)

Yang dimaksud dengan adzan yang ketiga adalah adzan yang dilakukan sebelum khatib naik ke mimbar. Sementara adzan pertama adalah adzan setelah khathib naik ke mimbar dan adzan kedua adalah iqamah. Dari sinilah, Syaikh Zainuddin al-Malibari, pengarang kitab Fath al-Mu'in, mengatakan bahwa sunnah mengumandangkan adzan dua kali. Pertama sebelum khatib naik ke mimbar dan yang kedua dilakukan setelah khatib naik di atas mimbar :

وَيُسَنُّ أَذَانَانِ لِصُبْحٍ وَاحِدٍ قَبْلَ الفَجْرِ وَآخرِ بَعْدَهُ فَإِن اقَتَصَرَ فَالأَوْلَى بَعْدَهُ, وَأَذَانَانِ لِلْجُمْعَةِ أَحَدُهُمَا بَعْدَ صُعُوْدِ الخَطِيْبِ المِنْبَرَ وَالأَخَرُ الَّذِيْ قَبْلَهُ

"Disunnahkan adzan dua kali untuk shalat ٍٍٍShubuh, yakni sebelum fajar dan setelahnya. Jika hanya mengumandangkan satu kali, maka yang utama dilakukan setelah fajar. Dan sunnah dua adzan untuk shalat Jum'at. Salah satunya setelah khatib naik ke mimbar dan yang lain sebelumnya". (Fath al-Mu'in: 15)

Meskipun adzan tersebut tidak pernah dilakukan pada zaman Rasulullah SAW, ternyata ijtihad Sayyidina Utsman RA. tersebut tidak diingkari (dibantah) oleh para sahabat Nabi SAW yang lain. Itulah yang disebut dengan “ijma sukuti”, yakni satu kesepakatan para sahabat Nabi SAW terhadap hukum suatu kasus dengan cara tidak mengingkarinya. Diam berarti setuju pada keputusan hukumnya. Dalam kitab al-Mawahib al-Ladunniyyah disebutkan :

ثُمَّ إِنَّ فِعْلَ عُثْمَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ كَانَ إِجْمَاعاً سُكُوْتِياً لأَِنَّهُمْ لاَ يُنْكِرُوْنَهُ عَلَيْهِ

 "Sesungguhnya apa yang dilakukan oleh Sayyidina Ustman ra. itu merupakan ijma' sukuti (kesepakatan tidak langsung) karena para sahabat yang lain tidak menentang kebijakan tersebut” (al-Mawahib al Laduniyah,  juz II,: 249)

Apakah itu tidak mengubah sunah Rasul? Tentu Adzan dua kali tidak mengubah sunnah Rasulullah SAW karena kita mengikuti Utsman bin Affan ra. itu juga berarti ikut Rasulullah SAW. Beliau telah bersabda:

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّّتِيْ وَسُنَّةِ الخُلَفَآءِ الرَّاشِدِيْنَ مِنْ بَعْدِيْ

"Maka hendaklah kamu berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah al-Khulafa' al-Rasyidun sesudah aku ". (Musnad Ahmad bin Hanbal)

Apalagi adzan kedua yang dilakukan sejak zaman Utsman bin Affan RA itu, sama sekali tidak ditentang oleh sahabat atau sebagian dari para sahabat di kala itu. Jadi menurut istilah ushul fiqh, adzan Jum’at dua kali sudah menjadi “ijma’ sukuti”. Sehingga perbuatan itu memiliki landasan yang kuat dari salah satu sumber hukum Islam, yakni ijma' para sahabat. Perbedaan ini adalah perbedaan dalam masalah furu’iyyah yang mungkin akan terus menjadi perbedaan hukum di kalangan umat, tetapi yang terpenting bahwa adzan Jum’at satu kali atau dua kali demi melaksanakan syari’at Islam untuk mendapat ridla Allah SWT. Wallahu a’lam bis-shawab.


H.M.Cholil Nafis, MA.
Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masa’il PBNU
Komentar(10 komentar)
Selasa, 08/05/2012 11:11
Nama: tb subayo
azan jum'at
al amdulillah, jadi tambah ngerti azan jum'at 1x atau 2x ,tidak usah terlalu diributkan,dengan perbedaan ini kita sebagai umat islam tetap bersatu dalam memakmurkan masjid.
Selasa, 24/04/2012 11:01
Nama: irwan
Untuk Gus Nur
kalau azan 2 kali di mesjid tersebut adalah menyalahi sunnah Rasul Dan Sunnah Utsman Mka azan pake pengeras Suara lebih menyalahi Rasul Dan Umar Karena Mereka gak Pake Pengeras Suara.... Mkanya jangan kaku dalam beragama... Saya Heran ama gus nur... Kenapa anda ingin meyeragamkan nu dan muhammadiyah untuk 1 x azan..? Apakah orang muhammadiyah mau jika diperlakukan demikian yaitu azan 2x agar seragam ama NU? klo mau cubit orang harus cubit diri sendiri dulu .... kalau anda ingin islam harus seragam maka saya tanya kpda gus nur...Knapa imam mazhab tdak seragam ? buktinya nya pendapat mereka boleh berbeda2 satu sama lain... cuma anda saja yang mau demikian..
Senin, 07/02/2011 11:00
Nama: KHS
Dikantorku kok cuman sekali ya...????
jujur saja, sejak kecil saya sudah di lingkungan NU, mulai dari mbah dan orang tua saya mendidik sesuai dengan "kebiasaan" NU, termasuk sholat jumat, selama saya dikampung ketika sholat jumat pasti adzanya 2x, eh giliran sekarang kerja di jkt, masjid di lingkungan kantor cuman sekali,. jadi kurang sreg.. tp mau gimana lagi,. yg penting tetap harus khusuk untuk menjalankan sholat jumat,.
Kamis, 20/01/2011 05:38
Nama: Ali Masrum
mohon penjelasan Gus Nur...
Gus Nur yang terhormat, barangkali anda benar bahwa warga nahdliyyin kurang mengkaji kitab karangan imam madzab yang menjadi panutannya, oleh sebab itulah saya mohon di beri tahu, bab apa halaman berapa dan dalam kitab apa Imam Syafi'i mengatakan bahwa beliau lebih menyukai adzan satu kali, dzikir yang pelan (sirr), tidak menganjurkan tahlilan dan oper-operan (menurut istilah anda) pahala....
Ahad, 19/09/2010 08:49
Nama: Mumuh
TENTANG ADZAN DI PASAR
gusnur dan gusdur, kedua-duanya sama-sama punya gelar Gus, dan pemikirannya sama-sama mebingungkan orang banyak. Bedanya adalah, kalau gusdur pemikirannya sekarang membingungkan esok kemudian terfahami. Kalau Gusnur sekarang terfahami, esok kemudian hari membingungkan.
Ahad, 01/03/2009 14:20
Nama: Salim
Jgan Berdebat yg tdk membangun
Gus Nur, Islam adalah kesucian, jgn Islam dijadikan suatu perdebatan. Karena bila anda ttp berpegang ama kekauan Anda kami
(Nahdliyin) jg gk akan gampang terpengaruh pada Anda&Friends. dan juga sebaliknya..
Jgn kaku ya...
Terus bagaimana pendapat Anda mengenai mendoakan orang yang sudah meninggal???
Jumat, 17/10/2008 14:38
Nama: hanif
saudaraku
Ass.Nahdiyin yg hormat,...ngga perlu kebakaran jenggot .biarkan gus nur berpendapat klo memang bermanfat dan menambah wawasan agama kita dan berdasarkan Naqli (Al Qur'an/hadits ) Akli (logika ) kita ikuti/ambil sebagai landasan,kita ngga perlu lihat siapapun beliau (Muhammadiyah/NU) karna jika kita berbeda berselisih dalam perkara agama kembalilah pada kitabullah & as sunnah,kapan umat ini akan maju jika kita umat islam senantiasa saling ngaku benere dewek,jadi siapapun dia ormas apapun kalo berpendapat dan melaksanakan suatu ibadah dilandasi sesuai dgn Al quran dan assunnah shohihah umat harus sepakat oke..!
Kamis, 12/06/2008 13:59
Nama: faisol
akhlak...
saudaraku BUDI yg santun,

sampean menulis :
"...respon2 anda semua kok reaktif, emosional dan menyudutkan..."

"...tidak terlihat akhlakul karimah..."

tolong tunjukkan pada saya, dimana tingkah laku saya (krn sampean menyebut anda semua) yg TDK TERLIHAT AKHLAKUL KARIMAH...

terima kasih saya haturkan atas pencerahannya...

semoga Allah menyatukan & melembutkan hati semua umat Islam, amin...
Ahad, 08/06/2008 20:37
Nama: budi
banding-banding
aslm.alkm. wahai warga nu, membaca komentar2 anda semua kok saya malah jadi ingin pindah masjid... (saya bukan nu, tapi masjid saya sebelumnya masjid nu... adzan 2 kali)... sangat disayangkan respon2 anda semua kok reaktif, emosional dan menyudutkan gus nur, gus rul, ikhwan syam dsb... tidak terlihat akhlakul karimah... afwan klo saya salah simpulkan...
Sabtu, 07/06/2008 16:01
Nama: iwan erawan
PENYAKIT BID'AH ?
yakni yang takut pada orang lain beribadah sesuai ilmunya dan dia tidak dikarunia pemahaman ilmu tersebut.

Versi kesel saya ni, orang bida'ah itu orang yang mulut , mata ,otak , hati mentok pada pada bid'ah. Lisannya basah dengan kata-kata bid'ah. bukannya Kalimat-kalimat Tauhiiid. Tapi saya paham koq bahwa ada proses kehati-hatian dalam tahiid.

Dan banyak juga yang mentok disitu karena menunjuk pada orang lain tidak pada dirinya tentang kebutuhan jiwa . Menurut saya tiap orang akan mencari jawaban tentang Alloh lalu ciptaan-ciptaanya. Lalu bagaimana menjalai hidup sesuai dengan KEHANDAKNYA . Apakah cukup dengan explorasi hukum dalam islam? saya pribadi tidak puas. Apakah cukup mento dalam TAREKAT saja saya pribadai tidak puas. Jadi apa yang membuat puas ? Mengikuti KEHENDAKNYA ! bukan keinginan diri semata.

Tuan-tuan yang di tunggu oleh Muhamamad saw, berikan penjelasan pada saya , Mana yang ibdah dan mana yang bukan dalam menjalani kehidupan ini ?

Space Iklan
625 x 100 Pixel

Android

Blackberry

iPhone
Buletin Jumat
Senin, 27/02/2012 13:00
Secara bahasa Dzikir dapat dimaknai dengan mengingat Allah swt. Makna ini terkesan sangat abstrak sekali, lalu bagaimanakah dzikir itu sebenarnya?...
Polling
NU harus mengembangkan sektor dunia usaha untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan. Menurut anda, siapa yang harus bergerak
NU sebagai organisasi yang membentuk badan usaha dan menjalankannya
Orang NU saja yang berbisnis, dan mendistribusikan sebagian keuntungannya untuk organisasi
Tidak tahu
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefMei 2013Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
Space Iklan
305 x 120 Pixel
>>> Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email: redaksi@nu.or.id. Innalillahi wa inna ilahi raajiuun, telah wafat Anregurutta HM Harisan AS (65) pukul 17.00 WITA di Makassar. Ia merupakan wakil rais PWNU Sulsel yang juga ayahada ketua umum IPNU Khairul Anam HS. Mohon doa dari seluruh warga NU.>>>