Jumat, 19 Desember 2014
Language :
Find us on:
Ubudiyah 
Peringatan Haul para Pendahulu
Selasa, 17/06/2008 10:18
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW selalu berziarah ke makam para syuhada di bukit Uhud pada setiap tahun. Sesampainya di Uhud beliau memanjatkan doa sebagaimana dalam surat Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 24:

سَلاَمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.

Inilah yang menjadi sandaran hukum Islam bagi pelaksanaan peringatan haul atau acara tahunan untuk mendoakan dan mengenang para ulama, sesepuh dan orang tua kita.

Diriwayatkan pula bahwa para sahabat pun melakukan apa yang telah dilakukan Rasulullah. Berikut ini adalah kutipan lengkap hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi:

وَ رَوَى الْبَيْهَقِي فِي الشَّعْبِ، عَنِ الْوَاقِدِي، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَزُوْرُ الشُّهَدَاءَ بِأُحُدٍ فِي كُلِّ حَوْلٍ. وَ إذَا بَلَغَ رَفَعَ صَوْتَهُ فَيَقُوْلُ: سَلاَمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّار

Al-Baihaqi meriwayatkan dari al-Wakidi mengenai kematian, bahwa Nabi SAW senantiasa berziarah ke makam para syuhada di bukit Uhud setiap tahun. Dan sesampainya di sana beliau mengucapkan salam dengan mengeraskan suaranya, “Salamun alaikum bima shabartum fani’ma uqbad daar” –QS Ar-Ra’d: 24– Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.

Lanjutan riwayat:

ثُمَّ أبُوْ بَكْرٍ كُلَّ حَوْلٍ يَفْعَلُ مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ عُمَرُ ثُمَّ عُثْمَانُ. وَ كاَنَتْ فَاطِمَةُ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا تَأتِيْهِ وَ تَدْعُوْ. وَ كاَنَ سَعْدُ ابْنِ أبِي وَقَّاصٍ يُسَلِّمُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ يَقْبَلُ عَلَى أصْحَابِهِ، فَيَقُوْلُ ألاَ تُسَلِّمُوْنَ عَلَى قَوْمٍ يَرُدُّوْنَ عَلَيْكُمْ بِالسَّلَامِ

Abu Bakar juga melakukan hal itu setiap tahun, kemudian Umar, lalu Utsman. Fatimah juga pernah berziarah ke bukit Uhud dan berdoa. Saad bin Abi Waqqash mengucapkan salam kepada para syuhada tersebut kemudian ia menghadap kepada para sahabatnya lalu berkata, ”Mengapa kalian tidak mengucapkan salam kepada orang-orang yang akan menjawab salam kalian?”

Demikian dalam kitab Syarah Al-Ihya juz 10 pada fasal tentang ziarah kubur. Lalu dalam kitab Najhul Balaghah dan Kitab Manaqib As-Sayyidis Syuhada Hamzah RA oleh Sayyid Ja’far Al-Barzanji dijelaskan bahwa hadits itu menjadi sandaran hukum bagi orang-orang Madinah untuk yang melakukan Ziarah Rajabiyah (ziarah tahunan setiap bulan Rajab) ke maka Sayidina Hamzah yang duitradisikan oleh keluarga Syeikh Junaid al-Masra’i karena ini pernah bermimpi dengan Hamzah yang menyuruhnya melakukan ziarah tersebut.

Para ulama memberikan arahan yang baik tentang tata cara dan etika peringatan haul. Dalam al-Fatawa al-Kubra Ibnu Hajar mewanti-wanti, jangan sampai menyebut-nyebut kebaikan orang yang sudah wafat disertai dengan tangisan. Ibnu Abd Salam menambahkan, di antara cara berbela sungkawa yang diharamkan adalah memukul-mukul dada atau wajah, karena itu berarti berontak terhadap qadha yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

Saat mengadakan peringatan haul dianjurkan untuk membacakan manaqib (biografi yang baik) dari orang yang wafat, untuk diteladani kebaikannya dan untuk berbaik sangka kepadanya. Ibnu Abd Salam mengatakan, pembacaan manaqib tersebut adalah bagian dari perbuatan taat kepada Allah SWT karena bisa menimbulkan kebaikan. Karena itu banyak para sahabat dan ulama yang melakukannya di sepanjang masa tanpa mengingkarinya.

Demikianlah. Dalam muktamar kedua Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah atau jam’iyyah tarekat-tarekat di lingkungan NU di Pekalongan Jawa Tengah pada 8 Jumadil Ula 1379 H bertepatan dengan 9 November 1959 M para kiai menganjurkan, sedikitnya ada tiga kebaikan yang bisa dilakukan pada arara peringatan haul:

1. Mengadakan ziarah kubur dan tahlil
2. Menyediakan makanan atau hidangan dengan niat sedekah dari almarhum.
3. Membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dan memberikan nasihat agama, antara lain dengan menceritakan kisah hidup dan kebaikan almarhum agar bisa diteladani.


KH Aziz Mashuri
Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, mantan Ketua Umum Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI)
(Disarikan dari buku kumpulan hasil kesepakatan muktamar Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah Nahdlatul Ulama 1957-2005)
Komentar(10 komentar)
Senin, 03/08/2009 09:29
Nama: eskage
Ini hanya mungkin
Mungkin sebaiknya tidak menyalahkan orang lain, Mungkin sebaiknya tidak merasa paling benar, Mungkin sebaiknya menemani keluarga si mayit daripada membiarkan mereka sendirian setelah kehilangan, Mungkin sebaiknya saling bersalaman di masjid agar kita bisa saling mengenal dan merasakan bahwa kita satu bendera (Islam) bukannya saling diam,.
Apapun organisasinya, yang mesti kita ingat adalah: Bendera kita masih sama; ISLAM.
Wajib saling mengingatkan, mengabarkan; tanpa harus memvonis.
Semua hanya mungkin, karena yang pasti dan tidak ada kemungkinan hanya Allah SWT.
Senin, 06/07/2009 22:08
Nama: muhammad sukinu
wahaby - suni nggak akn bisa satu pendapat
buat Gus Nur, pake nama lain mas.. biar dianggap orang NU ya pake Gus? orang akan tahu mana orang NU apa nggak? bilang ma ustadznya kalau ngaji minta diajari perbedaan imam-imam yang menafsirinya. alquran dan hadits tu pasti benarnya. tapi tafsirnya dimusyawarahkan dan dicari jumhurnya (mayoritas pendapatnya). apa yang antum jelaskan tu di ranah tafsir. jadi bisa benar bisa nggak. ahli agama bukan ibnu taymiyah saja. ingat ibnu taymiyah itu selama hidupnya nggak pernah menikah. wong imam besarnya saja tidak mengikuti sunah rosul, kq pendapatnya dijadikan hujjah yang paling benar. piye ngajine kuwi..? saya bukan melarang orang mengambil hujjahnya ibnu taymiyyah, tapi jangan diambil kesimpulan bahwa tafsir beliau adalah yang paling benar. meniadakan pendapat2 imam-imam besar lainnya.

salah satu imam besar lainnya adalah imam ghozali. beliau imam yang nggak suka merasa dirinya paling benar tuh.. karyanya ihya ulumuddin hampir seribu abad msh dicari mata airnya. makanya bljr tasawufny
Sabtu, 20/06/2009 08:55
Nama: anak_pekalongan
hati2 MTA
hati2 dengan MTA solo..memecah belah umat!!!radionya isinya menyebarkan hal2 permusuhan!!!..menjelek jelekkan amalan NU..di sragen sudah bikin orang2 desa saling ribut..
Jumat, 28/11/2008 09:29
Nama: Jenggot
Amalan yg bagus
Sesama Muslim,Satu Tuhan,satu Nabi,jgn suka membid'ahkan yg lainnya,meraka itu tahu dalil2nya,didalam haul,ziarah,tahlil did alamnya terdapat amalan yg baik2 semuanya,makanya kita harus ngaji pd Ulama/Orang Soleh yg paham ilmunya,jgn ngaji ga' ada gurunya
Jumat, 29/08/2008 01:06
Nama: ichsan solo
nafsi dan hati..
wahai saudaraku semuslim mari qta sdarlah jgan hanya mengedepankan nafsu birahi agar bsa menang sendiri,
saudaraku biarlah stuju,biarlah tidak,
tapi jangalah menginjak2..
mari kita sling menghormati khilafiah..
wahai saudaraku yang blum tahu ilmunya jganlah menyalhkan yag sdah tahu ilmunya,,
karena apa??itu hanya nafsu sja..
blajarlah..
cari guru yang sambung sampai RASSULILLAH SAW..
Jgan cari gru pgir jalanan yang cuma ngomong sembarangan,,,
berpikirlah dengan Hatimu jan Nafsumu..
wallahu a'lam bishowab
Rabu, 16/07/2008 11:38
Nama: zaki wiraputra
perinagatan haul para pendahulu
tahlian atau haul adalah fenomena ritual ke agamaan yang hanya ada di Indonesia.
apakah ada sejarah yang menceritakan Setelah wafatnya kanjeng Nabi SWA para sahabat mengadakan ritulal tahlilan. apakah pernah kanjeng Nabi mengundang masyarakat dalam rangka tahlilan untuk putra-putranya yang wafat, dan apa pernah para sahabat mengadakan tahlilan?!
tidak ada kebenaran yang absolut, kita hanya berusaha untuk mendekati kemurnian terutama keurnian dalam beribadah. wallahu 'alm bissowab..
Selasa, 15/07/2008 04:16
Nama: uze
nimbrung
NU adalah organisasi di jalan islam,bukan untuk sebuah kesesatan,
bagisaudara sesama muslim dan antar sesama organisasi islam lebih baik kita terus berusaha demi baik dan majunya bukan saling menjatuhkan demi sebuah ke egoisan.kita satu jangan mau dipecah dengan sebuah hasrat yang takabbur
Ahad, 06/07/2008 10:07
Nama: imron
peringatan haul para pendahulu
ada mahasiswa UGM gk.... NU an gt..... mau ngasih klu nih
Jumat, 04/07/2008 13:02
Nama: Gus Nur
@khudhori
Tulisan/komentar M. Khudhori terasa agak menggelikan dalam beberapa hal:

1. Khudhori seolah hendak membenturkan orang yang tidak menyetujui amalan Nahdliyin dengan Ibn Taimiyah, dengan pengikut Syeikh Muhammad bin Abd Wahab dan dengan lainnya. Dalam hal kirim pahala misalnya, kalau anda beranggapan bahwa pahala dan dosa dapat "dipindah-tangankan"; ibadah shalat, puasa dan haji dapat "diover-kreditkan", itu adalah pendapat dan hak anda yang akan anda pertanggungjawabkan kelak.

Tentang pemindahtangan pahala ini ada baiknya anda perhatikan pendapat Imam Syafi'i yang dinukil Ibn Katsir dalam tafsirnya. Semoga anda tidak salah baca lagi.

2. Masalah haul-haulan, saya menulis bahwa para sahabat, tabi'in, dan tabi' at-tabi'in, generasi terbaik Islam dan para ulama terdahulu tidak pernah mengadakan haul Nabi, Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali. Tapi anda malah membantah bahwa th 2004 diadakan haul Siti Khadijah. Kok tidak nyambung? Haul Siti Khadijah diadakan 14 abad setelah wafatnya Nabi?
Senin, 30/06/2008 17:53
Nama: Nursehan
ooh... Gus Nur warga MTA tho
Nursehan Pajang Solo Menulis
Buat Gus Nur, sekarang penasaran pertama saya sudah terjawab,eh nggak tahunya kamu warga MTA tho? makanya sampai kapanpun nggak sependapat dgn amalan NU. Nah sekarang saya masih penasaran lagi. Apa motifasi kamu memberi komentar, yg jelas jelas sampai kapanpun nggak akan ketemu. Apakah kamu ingin berdakwah diforum ini. Apa benar namamu Gus Nur? mosok warga MTA pakai nama Gus. Ayo jawab.
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefDesember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::