Selasa, 21 Oktober 2014
Language :
Find us on:
Ubudiyah 
Tugas Seorang Bilal
Selasa, 07/07/2009 05:31
Setiap kita mendengar nama "Bilal" tentu konotasinya adalah nama sahabat terkenal di zaman Nabi Muhammad SAW. Ia adalah "kekasih" Rasulullah yang bertugas untuk mengumandangkan adzan setiap shalat. Akan tetapi Bilal yang dimaksud di sini bukan Bilal Muadzin Rasulullah itu, tetapi orang yang tugasnya pemberi aba-aba, lebih tepatnya penyambung suara imam.

Sewaktu hendak dilaksanakan shalat/khotbah dialah (Bilal) yang menyampaikan kepada jama'ah dengan kata-kata yang khas. Pada hari Jum'at dapat disaksikan ketika imam akan naik mimbar maka Bilal akan mendengungkan aba-aba agar jama'ah tenang, mendengarkan khotbah secara sungguh-sungguh.

Bilal juga mengatakan, siapa bicara atau menegur teman sebelahnya dengan suara yang bisa membuat gaduh maka ia kehilangan pahala Jum'atannya meski memakai bahasa Arab yang terkadang sulit dicema.

Seperti dijelaskan dalam kitab I’anatut Thalibin, Bilal memanggil jama'ah seperti berlaku dalam shalat­-shalat sunnah: shalat Hari Raya, Tarawih, Witir, dan shalat Gerhana. Biasanya ia memanggil jama'ah dengan kata-kata "ash-shalah" atau 'Halumma ilash-shaah" (mari shalat). Dan kurang tepat (makruh) bila memakai kata-kata ”Hayya alash-shalah”.

Lain halnya pada saat shalat jenazah, Bilal tidak diperlukan karena para takziyah (pelawat) tidak memerlukanya. Akan tetapi, bila yang takziyah itu membludak dan mereka tidak tahu kapan imam datang untuk melakukan shalat maka sunnah Bilal diadakan.

Keterangan lain dalam kitab Nihayatus Zain, Bilal juga diadakan pada setiap dua rakaat shalat Tarawih. Bilal berlaku juga untuk shalat sunnah yang tidak disunnahkan bejama'ah (tetapi biasanya dilaksanaan dengan jama'ah, seperti shalat Dhuha). Sedangkan shalat sunnah yang tidak disunnahkan berjama'ah dan dijalankan sendiri-sendiri, tentu tidak memerlukan Bilal.

Bilal biasanya mengajak para jamaah dengan menggunakan bahasa Arab.

قال صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ تَكَلَّمَ بِالْعَرَبِيَّةِ كَتَبَ كَلَامُهُ ذِكْرًا

Rasulullah bersabda: Siapa berbicara dengan bahasa Arab, itu tercatat sebagai dzikir.” (I’anatuth Thalibin, Juz I, hlm 154)

Seorang imam ketika membaca takbir intiqal (takbir untuk perpindahan rukun shalat, misalnya dari berdiri ke ruku’, dari ruku’ ke sujud) disunnahkan bersuara keras. Demikian pula Bilal ketika ia menyampaikan aba-aba. Hal ini dikandung maksud untuk dzikir dan agar dapat didengar makmum lain. (Nihayatuz Zain, hlm 141)

Mengadakan Muraqqi (Bilal) itu sebenarnya adalah bid'ah atau hal baru, sebab di zaman Rasulullah hal semacam itu tidak ada. Tetapi ini termasuk "bid'ah hasanah" (bid'ah yang baik). Sebab membaca ayat-ayat Al-Qur'an itu bisa mendatangkan gairah dan semangat cinta kepada Rasulullah SAW, terutama di masa-masa seperti sekarang ini.

KH Munawir Abdul Fattah
Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta
Komentar(7 komentar)
Jumat, 03/08/2012 04:12
Nama: Moh.Talkah
Bacaan bilal sholat Jum'at & 2 sholat ied
Mohon di kirimi bacaan bilal sholat Jum'at & bilal sholat iedul Fitri dan iedul adha.Trim.
Selasa, 29/05/2012 08:07
Nama: M. Wijianto Nur K.
mohon bantuan
Ass. tolong kami dikirimi bacaan salat jumat dan bacaan salat idain. makasih.
Jumat, 18/09/2009 14:28
Nama: M. CHOLIL ASYARI
Mohon kiriman bacaan bilal idul fitri (segera)
Aww.

Mohon batuannya kiriman bacaan bilal idul fitri segera ke email saya m0c0a0@yahoo.com

atas bantuannya disampaikan jazakumulloh ahsanal jaza

Www
Selasa, 28/07/2009 15:09
Nama: saiful
di mekah dan madinah juga ada bilal (muraqqi)
di mekah dan madinah juga ada bilal (muraqqi) bahkam setiap sholat fardlu, padahal disana sound systemnya (speaker)nya sangat bagus
Senin, 27/07/2009 14:23
Nama: faisol
joget...
wa'alaykumus salam wr. wb, saudaraku Nero lampung yg baik,

yg saya suka dr saudara2 salafi adalah sebelum berdiskusi sudah mengeluarkan statemen bhw yg lain salah, tdk sesuai hadits... bahkan, di tulisan sampean, scr tdk langsung sampean menuduh warga NU mirip kaum quraisy yg tdk menerima kebenaran...

sungguh, karakter salafi sejati... main tuduh tanpa diskusi scr fair & ilmiah... mari berdiskusi scr fair & ilmiah...

begitu dulu, saudaraku... semoga Allah menyatukan & melembutkan hati semua umat Islam, amin...
Sabtu, 25/07/2009 13:55
Nama: Nero lampung
Renungkan
Assalamu'alaikum.
Membaca debat kusir di halaman Ubudiyyah membuat saya miris. Kita spt hdp di zaman jahiliah, dmn kaum quraisy telah ditutup mata hatinya oleh Alloh. Mrk bknnya tdk dpt melihat mana haq mana bathil, namun mrk terlalu sombong utk menerimanya. Kami tdk menganggap kami plg benar, namun sebagai sesama Muslim sdh selayaknya kita saling ingat mengingatkan untuk sll berpedoman pd hadits shohih menurut 4 Imam.
Pun untuk pembenarannya jelas tdk dpt kita diperoleh dsni, nanti diakherat kita lihat siapa yg akan diakui sbg umat Muhammad, apakah yg mencintai Nabinya dg pesta pd kelahiran dan hari2 besar lain dg musik dan joget2 mirip org2 yahudi n nasrani atau yg mencintai Nabinya dg mencukur kumis, memanjangkan jenggot dan memakai gamis.
Selasa, 21/07/2009 08:01
Nama: MUSLIM PEKALONGAN
komantar

KAJIAN BERIMBANG

Terimakasih Pak Ustadz atas pengajiannya, Insya Allah bisa menjadikan wawasan religi, karena dlm kajian ini cukup berimbang/obyektif, secara tegas endingnya dinyatakan muraqqi sbg bid'ah/hal baru, sebab di zaman Rasulullah hal semacam itu tidak ada, walau opening paparannya cenderung ke pembenaran

Alhamdulillah obyektifitas seperti inilah yg kami harapkan, tinggal bgm opini pembaca. Apakah melakukan bid'ah atau melakukan yg lebih rajih.

Yg tdk diharapkan pembenaran kajian yg bid'ah ditutup-tutupi seakan-akan inilah sunnah rajih atau yg tdk melakukan bkn ahli sunnah atau hanya taklid buta, atau tersinggung bila dikatakan itu bid'ah, sehingga tak pernah kompromi

Marilah menggapai keridlhoan illahi, melakukan ubudiyyah dg ikhlas dan sesuai petunjuk Rasulullah SAW

M. DARUL, WULED TIRTO COPRAYAN BUARAN PEKALONGAN
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefOktober 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::