Sabtu, 01 November 2014
Language :
Find us on:
Ubudiyah 
Susunan Bacaan Tahlil
Selasa, 28/07/2009 11:02
Tahlil atau tahlilan sudah menjadi tradisi kaum muslimin di Indonesia, utamanya warga Nahdlatul Ulama (NU) sebagai penganut paham Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) sebagai upaya bertawashul kepada Allah SWT untuk mendoakan keluarga yang sudah meninggal dunia atau ahli kubur pada umumnya,

Tahlil secara lughat berarti bacaan لاإله إلاالله (Lailaha illallah) seperti halnya Tasbih berarti bacaan سبحان الله (Subhanallah), Tahmid bacaan الحمد لله (Alhamdulillah) dan lain sebagainya.

Bahasa Arab kebanyakan selain mempunyai arti secara lughowi (bahasa) juga mempunyai arti secara istilahi atau urfi. Tasbih misalnya pengertian secara urfi ialah mengagumi dan mensucikan Allah sang Maha pencipta dari segala kekurangan dan kelemahan, yang direfleksikan dengan bersyukur, rasa takjub dan lain sebagainya yang diiringi dengan mengucapkan Subhanallah.

Demikian pula Tahlil dalam pengertiannya secara urfi atau islitahi ialah mengesakan Allah dan tidak ada pengabdian yang tulus kecuali hanya kepada Allah, tidak hanya mengkui Allah sebagai Tuhan tetapi juga untuk mengabdi, sebagimana dalam pentafsiran kalimah thayyibah

لاإله إلاالله أي لامعبود بحق إلاالله

Artinya: Tiada Tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Allah, atau tidak ada pengabdian yang tulus kecuali kepada Allah

Kemudian di dalam melaksanakan bentuk pengabdian manusia sebagai hamba kepada  Allah SWT, sudah barang tentu tidak cukup hanya dengan menyebut-nyebut asma Allah akan tetapi harus disertai prilaku-prilaku seorang hamba yang mentaati perintah perintah Allah serta menjauhi larangan larangan-Nya, dan perilaku tersebut digambarkan dalam rangkaian bacaan-bacaan pada tahlilan.

Jadi Tahlil dengan serangkaian bacaannya yang lebih akrab disebut dengan tahlilan tidak hanya berfungsi hanya untuk mendoakan sanak kerabat yang telah meninggal, akan tetapi lebih dari pada itu Tahlil dengan serentetan bacaannya mulai dari surat Al-ikhlas, Shalawat, Istighfar, kalimat thayyibah dan seterusnya memiliki makna dan filosofi kehidupan manusia baik yang bertalian dengan i’tiqad Ahlus Sunnah wal jamaah, maupun gambaran prilaku manusia jika ingin memperoleh keselamatan dan kebahagiaan di Dunia dan di akhirat kelak.

Tahlilan dari susunan bacaannya terdiri dari dua unsur yang disebut dengan syarat dan rukun, yang dimaksud dengan syarat ialah bacaan :
1. Surat al-Ikhlas
2. Surat al-Falaq
3. Surat an-Nas
4. Surat al-Baqarah ayat 1 sampai ayat 5 الم ذلك الكتاب .......
5. Surat al-Baqarah ayat 163 والهكم إله واحد ........
6. Surat al-Baqarah ayat 255 الله لاإله إلا هو الحي القيوم ........
7. Surat al-Baqarah ayat dari ayat 284 samai ayat 286 لله مافي السموات ......
8. Surat al-Ahzab ayat 33 إنما يريد الله ........
9. Surat al-Ahzab ayat 56إن الله وملائكته يصلون على النبي ........
10. Dan sela-sela bacaan antara Shalawat, Istighfar, Tahlil da Tasbih

Adapun bacaan yang dimaksud dengan rukun tahlil ialah bacaan :
1. Surat al-Baqarah ayat 286 pada bacaan :واعف عنا واغفر لنا وارحمنا
2. Surat al-Hud ayat 73: ارحمنا ياأرحم الراحمين
3. Shalawat Nabi
4. Istighfar
5. Kalimat Thayyibah لاإله إلاالله
6. Tasbih

Makna dari susunan bacaan tahlil di atas insyaallah akan dipaparkan dalam kesempatan berikutnya.


KH M. Irfan Ms
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Amin, Jampes, Kediri
Komentar(10 komentar)
Ahad, 29/05/2011 07:37
Nama: kliwon
tahlil adalah doa
klw orang tidak berdoa sama dg firaun sombong ...naudzubillah ...
Jumat, 27/05/2011 09:52
Nama: Ahmad Mujani
Ikuti Ulama
Ulama itu pewaris ilmu Nabi, sekarang ga ada Nabi ya kepada ulama lah kita harus berguru.. Saya yakin apa yang baik menurut ulama baik juga untuk kita semua.. Semoga kita selalu menjalin ukhuwal islamiah kita dengan berpegang teguh kepada agama Allah yaitu Isalm.
Jumat, 20/05/2011 07:59
Nama: dadang kosasih
ayo.. siapa lagi
ajang... silaturhami ini kan.... masa jadi ajang adu keilmuan di atas awan....gelap lagi
Rabu, 18/05/2011 02:07
Nama: Abdul Malik
Tahlil bikin hati tenang tentram dan nyaman.
Tahlil bagiku dah mantap dan yakin.
Selasa, 17/05/2011 06:52
Nama: udin
ws do ra doyan dalil
percuma org2 itu di kasi dalil karena sdh pada delul
Rabu, 11/05/2011 15:15
Nama: Ahmad
Untuk Salahudin
Asww, maaf anda menyebut diatas bacaan surat al ikhlas Sayyidina Ali kw untuk perlombaab memperebutkan Sayyidatina Fatimah ra??? Maksudnya apa ya mas??? Apakah untuk mendapatkan putrinya RasuluLlah saw dilombakan terlebih dahulu??? Tolong diteliti lagi & berhati2 dalam memahaminya, salah2 bisa tergolong kurang beradab terhadap RasuluLlah saw. Mohon maaf. Wassalam
Senin, 11/04/2011 10:18
Nama: epholic
Mrk Tdk Pernah Nyantri atau Kuliah di Perguruan Tinggi Agama
Saya punya pengalaman. Saya tinggal di sebuah perumahan, yg ada beberapa orang menganut paham Wahabi yg melarang yasin, tahlil, rebana dsb. Jumlah mrk sgt sedikit, tp ngotot ingin menguasai masjid dan mushola dgn mengangkat diri mrk sendiri sbg ketua DKM.

Sy sering berdebat dgn mrk soal furu'iyyah.Tp, jawaban mrk selalu bilang tdk ada pd masa Nabi dan sahabat. Tapi, ketika saya bongkar ttg tradisi ijtihad, tradisi hermeneutika al-Qur'an dsb, mrk tdk bisa ngomong lg.Krn setiap yg mrk ucapkan tdk berdalih. Kata kunci mrk adlh "tdk ada pd masa Nabi dan Sahabat".

Setelah saya telurusi lbh jauh, ternyata rata2 mrk tdk pernah mengenyam pendidikan pesantren. Kalaupun kuliah bukan di lembaga pendidikan agama, tapi pendidikan umum. Tapi, dgn segala keterbatasannya itu, mrk selalu percaya diri menjadikan diri mereka sebagai ustadz/ustadzah. Pdhal, ketika saya tanya kpd mrk tth ilmu nahwu shorof, balaghah, konsep fikih, tradisi penafsiran al-Qur'an, mrk tdk nyambung.

Senin, 21/03/2011 09:26
Nama: mardi
Sejarah Tahlil
Assalamu 'Alaikum
Saya adalah salah satu yang sering tahlil, akan tetapi kurang memahami sejarah atau asal usul tahlil, oleh karena itu bagaimana sejarah atau asal usulnya tahlil itu? trimakasih
Sabtu, 12/03/2011 20:03
Nama: kang harjo
Assalam.....
Orang udah panya nyampe ke bulan dengan berbagai kemajuan yang diraihnya... masa orang Islam masih juga pada sibuk berbedat soal Tahlil......
Jumat, 25/02/2011 16:51
Nama: budi
kpd semuanya
maaf sy mau nimbrung, tahlil itu memang benar dari kyai 1 turn ke kyai 2 dst sampai sekarang, tp sy yakin para kyai dulu menerima dari para wali di jawa, wali adalah insan yg sangat dengan dengan Allah, jadi sudah pada tataran makrifat, dan tahlil itu pasti petunjuk dari Allah, kalau mau mengerti apa dan bagaimananya tahlil sebaiknya dan semestinya juga harus pada tingkatan makrifat, kalau cuma pada syariat tidak akan mengerti, ibaratnya anak TK kok mau ikut pelajaran perguruan tinggi, sampai kiamat gak akan ngerti, kalau di syariat yang ada cuma "BENAR SAYA, SALAH KAMU" yg akhirnya menimbulkan perpecahan, benar kata orang-orang : bahwa hancurnya islam dari dalam islam itu sendiri. Yg satu karena masih dalam tataran syariat maunya mau ngurusi makrifat, maaf kalau gak berkenan.
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefNovember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
::::Ikuti siaran lagsung Munas-Konbes NU 2014 di radio.nu.or.id :::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::