Rabu, 01 Oktober 2014
Language :
Find us on:
Ubudiyah 
Tentang Tahlilan dan Dalilnya
Selasa, 08/05/2012 20:29

Secara lughah tahlilan berakar dari kata hallala (‡Ž„‘Ž„Ž) yuhallilu ( Š‡Ž„‘„ ) tahlilan ( تŽ‡’„Š’„ا‹ ) artinya adalah membaca “Laila illallah.”  Istilah ini kemudian merujuk pada sebuah tradisi membaca kalimat dan doa- doa tertentu yang diambil dari ayat al- Qur’an, dengan harapan pahalanya dihadiahkan untuk orang yang meninggal dunia. Biasanya tahlilan dilakukan selama 7 hari dari meninggalnya seseorang, kemudian hari ke 40, 100, dan pada hari ke 1000 nya. Begitu juga tahlilan sering dilakukan secara rutin pada malam jum’at dan malam-malam tertentu lainnya.Bacaan ayat-ayat al-Qur’an yang dihadiahkan untuk mayit menurut pendapat mayoritas ulama’ boleh dan pahalanya bisa sampai kepada mayit tersebut. Berdasarkan beberapa dalil, diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya;

عŽ†’ سŽŠ‘د†Žا …Žع’‚Ž„’ ب†’ ŠŽسŽار’ رŽضŠŽ ا„„‡ عŽ†’‡ اŽ†‘Ž رŽسˆ„Ž ا„„‡ صŽ„‘Ž‰ ا„„‡ عŽ„ŽŠ’‡ ˆŽسŽ„‘Ž… ‚Žا„Ž : Šس ‚Ž„’ب ا’„‚ر’ا†’ „اŽ ŠŽ‚رŽؤ‡Žا رŽج„Œ ŠرŠ’د ا„„‡Ž ˆŽا„د‘ŽارŽ ا’„اŽخرŽة ا„ا‘Ž غŽŽرŽ ا„„‡ „Ž‡ ا‚’رŽؤ‡Žا عŽ„Ž‰ …Žˆ’تŽاƒ…’ )رŽˆŽا‡ اŽبˆ’ دŽاˆد’, اب’† …ŽاجŽ‡’, اŽ„†‘سŽائ‰, اŽح’…Žد’, اŽ„’حŽƒŠ’…, اŽ„’بŽغŽˆ‰’, اب’† اŽب‰’ شŽŠ’بŽة’, اŽ„ط‘Žب’رŽا†‰’, اŽ„’بŽŠ’‡Ž‚‰’, ˆŽاب’† حبŽا†’

Dari sahabat Ma’qal bin Yasar r.a. bahwa Rasulallah s.a.w. bersabda : surat Yasin adalah pokok dari al-Qur’an, tidak dibaca oleh seseorang yang mengharap ridha Allah kecuali diampuni dosadosanya. Bacakanlah surat Yasin kepada orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian. (H.R. Abu Dawud, dll)

Adapun beberapa ulama juga berpendapat seperti Imam Syafi’i yang mengatakan bahwa

ˆŽŠس’تŽحŽب‘ اŽ†’ Š‚رŽاءŽ ع†دŽ‡ شŠ’ئŒ …†Ž ا’„‚ر’أ† ,ˆŽا†’ خŽت…ˆ’ا ا’„‚ر’أ† ع†’دŽ‡ ƒŽا†Ž حŽسŽ†‹ا

Bahwa, disunahkanmembacakan ayat-ayat al-Qur’an kepada mayit, dan jika sampai khatam al-Qur’an maka akan lebih baik.

Bahkan Imam Nawawi dalam kitab Majmu’-nya menerangkan bahwa tidak hanya tahlil dan do’a, tetapi juga disunahkan bagi orang yang ziarah kubur untuk membaca ayat-ayat al-Qur’an lalu setelahnya diiringi berdo’a untuk mayit.

Begitu juga Imam al-Qurthubi memberikan penjelasan bahwa, dalil yang dijadikan acuan oleh ulama’ kita tentang sampainya pahala kepada mayit adalah bahwa, Rasulallah saw pernah membelah pelepah kurma untuk ditancapkan di atas kubur dua sahabatnya sembari bersabda “Semoga ini dapat meringankan keduanya di alam kubur sebelum pelepah ini menjadi kering”.

Imam al-Qurtubi kemudian berpendapat, jika pelepah kurma saja dapat meringankan beban si mayit, lalu bagaimanakah dengan bacaan-bacaan al-Qur’an dari sanak saudara dan teman-temannya Tentu saja bacaan-bacaan al-Qur’an dan lainlainnyaakan lebih bermanfaat bagi si mayit.

Abul Walid Ibnu Rusyd juga mengatakan


ˆŽا† ‚رŽأŽ ا„ر‘Žج„ ˆŽاŽ‡’دŽ‰ ثˆŽابŽ ‚رŽأت‡ „„’…ŽŠ‘ت جŽازŽ ذا„ƒŽ ˆŽحŽصŽ„Ž „„’…ŽŠ‘ت اŽج’ر‡

Seseorang yang membaca ayat al-Qur’an dan menghadiahkan pahalanya kepada mayit, maka pahala tersebut bisa sampai kepada mayit tersebut.

KH. Abdul Manan A.Ghani (Ketua Lembaga Ta'mir Masjid PBNU)

Komentar(10 komentar)
Selasa, 05/03/2013 21:16
Nama: Ahmad Wahid
Mungkin
setau saya dalil yang sahih itu yang “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Selasa, 08/01/2013 13:53
Nama: Zulkarnain
menjawab inung
Pahalanya seperti sedekah, dilakukan / tidak asalkan ikhlas supaya diterima Allah. Tidak berdosa apabila meninggalkan insya Allah. Hukum Islam tidak ada yang memberatkan umat.
Senin, 10/12/2012 13:05
Nama: inung
tahlil
kalau untuk orang meninggal tidak diadakan tahlil apakah ahli warisnya berdosa?
Kamis, 08/11/2012 13:22
Nama: wong
TAHLILAN YEESSS....
APA BACA AYAT ALLAH SALAH... BACA SHOLAWAT SALAH.... TAHLIL ADALAH GABUNGAN DARI INTI DARI AYAT AYAT AL QURAN, SHOLAWAT DLL..... TRUS DI JADIKAN SATU / DI GABUNG JADI SATU.... MENJADI BACAAN TAHLIL..... IBARAT MAKAN SAMBAL.... ADA CABE.... ADA GARAM... ADA TOMAT DLL... DIJADIKAN SATU.... JADI SAMBEL.... KALAU YANG TDK SUKA TAHLIL TOLONG HARGAI KAMI YANG SUKA TAHLIL.... KALAU KAMU PENGEN MAKAN SAMBEL... TOLONG MAKAN DULU CABENYA... GAREMNYA .... LALU TOMATNYA.... KALAU KAMU JADIKAN SATU... KAYAK TAHLIL KAN.... JADI KAMU SALAH..... JANGAN MERASA BENAR..... KEBENARAN MUTLAK MILIK ALLAH SWT.
Rabu, 17/10/2012 01:36
Nama: bonang
komen
hwahahahha..... Jadi ingat pernyataan GusMus.. "Wong tambah pinter, rumongso tambah bodho. kok ono wong kok keminter, yo kwi wong paling bodho" UDAH MERASA LEBIH PINTAR DARI WALISONGO? KALO G SUKA TAHLIL, YO WES. Y INI BUDAYA INDONESIA (KHSUSNYA JAWA). KALO ANDA MASIH 'ARAB MINDED' Y SILAHKAN PERGI DARI INDONESIA. TAPI MASIH TERPAKSA DI INDONESIA, YA ITUNG2 NGELATIH KESABARAN AJA DEH. DI LINGKUNGAN ANDA MASIH ADA "AHLI BIDAH" GITU AJA KOK REPOT AWOKOKOAW
Kamis, 27/09/2012 10:05
Nama: Aldi J. Mersah
Sahre aja
Sebaiknya kita sungguh bisa mengenal diri kita dengan sejujurnya, tidak dengan hawa,... ittiba' aja pada Rasullullah SAW, bagaimana dia hidup dan berda'wa masalah kita belum bisa ikuti "BELIAU" itu laen so'al,.. ?
Sabtu, 15/09/2012 01:23
Nama: djoko berek
biarkan mereka beramal dengan amalan mereka n kita beramal dngn amalan kt sendiri...
ﻟﻨﺍ ﺍﻋﻤﺎ ﻟﻨﺎ ﻭﻟﻜﻢ ﺍﻋﻤﺎ ﻟﻜﻢ...
Rabu, 12/09/2012 22:20
Nama: hegar
surga neraka ga ada yang tau
menurut sayasemua doa hanya allah yg menentukan ,,,,,,,,,jadi jgn permasalahkan tentang beda pendapat,tentang tahlil atau yasinan,,hudup rukun salang berdampingan sesama muslim,,koreksi diri sendiri jangan merasa benar,,dan jangan juga suka mencemo.oh keyakinan org lain
Sabtu, 08/09/2012 07:54
Nama: DINDIN A
YG LARANG TAHLIL BODOH
BIASANYA TONG KOSONG NYARING BUNYINYA.... TAHLIL DILARANG.... BELAJAR DULU YANG BENER... BARU TAU SATU APA DUA HADIST AJA... SONGONG MAEN LARANG2 TAHLIL...
Kamis, 06/09/2012 00:37
Nama: roji
saling menghargai
saling menghargai prinsip jauh lebih baik drpd saling mencela wahai saudaraku
Space Iklan
625 x 100 Pixel
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::