Selasa, 02 September 2014
Language :
Find us on:
Ubudiyah 
Tentang Tahlilan dan Dalilnya
Selasa, 08/05/2012 20:29

Secara lughah tahlilan berakar dari kata hallala (‡Ž„‘Ž„Ž) yuhallilu ( Š‡Ž„‘„ ) tahlilan ( تŽ‡’„Š’„ا‹ ) artinya adalah membaca “Laila illallah.”  Istilah ini kemudian merujuk pada sebuah tradisi membaca kalimat dan doa- doa tertentu yang diambil dari ayat al- Qur’an, dengan harapan pahalanya dihadiahkan untuk orang yang meninggal dunia. Biasanya tahlilan dilakukan selama 7 hari dari meninggalnya seseorang, kemudian hari ke 40, 100, dan pada hari ke 1000 nya. Begitu juga tahlilan sering dilakukan secara rutin pada malam jum’at dan malam-malam tertentu lainnya.Bacaan ayat-ayat al-Qur’an yang dihadiahkan untuk mayit menurut pendapat mayoritas ulama’ boleh dan pahalanya bisa sampai kepada mayit tersebut. Berdasarkan beberapa dalil, diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya;

عŽ†’ سŽŠ‘د†Žا …Žع’‚Ž„’ ب†’ ŠŽسŽار’ رŽضŠŽ ا„„‡ عŽ†’‡ اŽ†‘Ž رŽسˆ„Ž ا„„‡ صŽ„‘Ž‰ ا„„‡ عŽ„ŽŠ’‡ ˆŽسŽ„‘Ž… ‚Žا„Ž : Šس ‚Ž„’ب ا’„‚ر’ا†’ „اŽ ŠŽ‚رŽؤ‡Žا رŽج„Œ ŠرŠ’د ا„„‡Ž ˆŽا„د‘ŽارŽ ا’„اŽخرŽة ا„ا‘Ž غŽŽرŽ ا„„‡ „Ž‡ ا‚’رŽؤ‡Žا عŽ„Ž‰ …Žˆ’تŽاƒ…’ )رŽˆŽا‡ اŽبˆ’ دŽاˆد’, اب’† …ŽاجŽ‡’, اŽ„†‘سŽائ‰, اŽح’…Žد’, اŽ„’حŽƒŠ’…, اŽ„’بŽغŽˆ‰’, اب’† اŽب‰’ شŽŠ’بŽة’, اŽ„ط‘Žب’رŽا†‰’, اŽ„’بŽŠ’‡Ž‚‰’, ˆŽاب’† حبŽا†’

Dari sahabat Ma’qal bin Yasar r.a. bahwa Rasulallah s.a.w. bersabda : surat Yasin adalah pokok dari al-Qur’an, tidak dibaca oleh seseorang yang mengharap ridha Allah kecuali diampuni dosadosanya. Bacakanlah surat Yasin kepada orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian. (H.R. Abu Dawud, dll)

Adapun beberapa ulama juga berpendapat seperti Imam Syafi’i yang mengatakan bahwa

ˆŽŠس’تŽحŽب‘ اŽ†’ Š‚رŽاءŽ ع†دŽ‡ شŠ’ئŒ …†Ž ا’„‚ر’أ† ,ˆŽا†’ خŽت…ˆ’ا ا’„‚ر’أ† ع†’دŽ‡ ƒŽا†Ž حŽسŽ†‹ا

Bahwa, disunahkanmembacakan ayat-ayat al-Qur’an kepada mayit, dan jika sampai khatam al-Qur’an maka akan lebih baik.

Bahkan Imam Nawawi dalam kitab Majmu’-nya menerangkan bahwa tidak hanya tahlil dan do’a, tetapi juga disunahkan bagi orang yang ziarah kubur untuk membaca ayat-ayat al-Qur’an lalu setelahnya diiringi berdo’a untuk mayit.

Begitu juga Imam al-Qurthubi memberikan penjelasan bahwa, dalil yang dijadikan acuan oleh ulama’ kita tentang sampainya pahala kepada mayit adalah bahwa, Rasulallah saw pernah membelah pelepah kurma untuk ditancapkan di atas kubur dua sahabatnya sembari bersabda “Semoga ini dapat meringankan keduanya di alam kubur sebelum pelepah ini menjadi kering”.

Imam al-Qurtubi kemudian berpendapat, jika pelepah kurma saja dapat meringankan beban si mayit, lalu bagaimanakah dengan bacaan-bacaan al-Qur’an dari sanak saudara dan teman-temannya Tentu saja bacaan-bacaan al-Qur’an dan lainlainnyaakan lebih bermanfaat bagi si mayit.

Abul Walid Ibnu Rusyd juga mengatakan


ˆŽا† ‚رŽأŽ ا„ر‘Žج„ ˆŽاŽ‡’دŽ‰ ثˆŽابŽ ‚رŽأت‡ „„’…ŽŠ‘ت جŽازŽ ذا„ƒŽ ˆŽحŽصŽ„Ž „„’…ŽŠ‘ت اŽج’ر‡

Seseorang yang membaca ayat al-Qur’an dan menghadiahkan pahalanya kepada mayit, maka pahala tersebut bisa sampai kepada mayit tersebut.

KH. Abdul Manan A.Ghani (Ketua Lembaga Ta'mir Masjid PBNU)

Komentar(10 komentar)
Selasa, 29/05/2012 20:36
Nama: adi
sedikit masukan
Assalamu'alaikum Maaf pak kyai ada yg sedikit janggal dari penjelasan di atas, apa yang dilakukan nabi Muhammad saw dengan membelah pelepah kurma agar diringankanya siksa kubur atas si mayit..tidak tepat bila dibandingkan bahwa bila kita membacakan Al Quran bagi si mayit itu adalah lebih baik daripada apa yg dilakukan oleh rosulullah. dan yang ke-2 mohon maaf memang ada benarnya dengan apa yg disampaikan saudara Tio dan memang banyak terjadi demikian... semua organisasi Islam harusnya mengembangkan sikap toleransi dan saling menghormati dengan pengamalan keyakinan sesama muslim yg berbeda pemahaman tersebut... sekali lagi maaf dan semoga bermanfaat...
Senin, 28/05/2012 18:11
Nama: mahfudz ag
bila orang lain bi'ah ,kita dahulu yg bit'ah
tidak mukin tidak bit'ah setela wafatnya rosullulloh swa,karena zamannya udah beda.namun agam tidak berubah,dikrenakan kesempurnaan agama islam ,itu sendiri.yg menganduna nilai2 hukum asal/pokok,baik secara terperinci,tdk terperinci.dlm urusan dunia dan akherot,krn ITU PERANAN AKAL YG MERUPAKAN KARUNIANYA HARUS NIFUNGISAKAAN DGN DI BEKALI ILMU2 YG ADA.SEHINGGA SISI ISLAM,NILAI2 ISLAM ITU BISA MEMBAWA KITA PD TATANAN AGAMA,DLM POLA BERFIKIR DAN BERPRILAKU,BENAR AGAMA SEBAGAI RAHMATALIL' ALAMIIN,BUKAN FANATIK BUTA DAN KOYOL.ISLAM BAGAI TANGAN SATU,MASALAH MENU ADA PD AGAMA,SESUAI KEMAMPUAN MASING2 DLM MENUJU KETAGWAANNYA,ASAL TDK KELUAR PD TATANAN NILAI2 AGAMA.
Kamis, 24/05/2012 14:35
Nama: Tio
tanggapan utk Aris T
Sepanjang yg sy ketahui dari media dan pengamatan di lingkungan saya, orang MTA tidak pernah mengganggu / melarang kegiatan tahlilan , mereka hanya tidak melaksanakan kegiatan tahlilan. Kalau ada orang mau tahlilan ya silahkan toh yang menilai adalah Allah swt. Justru sebaliknya orang / kyai NU sering menghalang halangi kegiatan MTA seperti di purworejo, kudus dll. Tolong NU belajar utk menerima perbedaan dalam amalan di masyarakat karena kebenaran yang hakiki hanya Allah yang tahu...
Kamis, 24/05/2012 11:28
Nama: onde
Sopan lah
Buat sodaraku2 yg bertanya, mempertanyakan keabsahan kutipan2 dari imam syafii, dan ahli2 hadits yg lain yg dikutip oleh penulis, mohon sopan lah,..yang menulis itu Pak Kyai...kalian itu siapa? kyai juga? pak kyai belajar ilmu begitu dan mengkajinya dengan membaca berbagai sumber dan kitab2 kuning/bahasa arab gundul...tentu beliau tidak asal menulis..terimakasih..
Rabu, 23/05/2012 10:58
Nama: ariez
tahlil
Semua terserah anda.. Setelah mati hanya akan terbukti kebenarannya.. Yang jelas, membaca Al Qur'an (Surah Yassiin), membaca tahlil adalah hal yg baik..
Rabu, 23/05/2012 00:30
Nama: husen
Bicara soal bid'ah:
saya bangga jadi ahli bid'ah
Selasa, 22/05/2012 22:35
Nama: dangs
Baca Surat Yasin tidak sampai...
surat yasin tidak sampai kepada si mayit, coba yg bicara begitu meninggal duluan lalu dibacakan surah yasin..., nanti beri kabar ke kawan2nya sampai atau tidak...., gitu aja ko repot...!!! Wong baca surah yasin aj ko di masalahin...!!
Selasa, 22/05/2012 22:28
Nama: Joe
Tahlil
Sing bingung yo gak usah tahlil, sing gak bingung budalo tahlil, hebatnya apa kita ini? apa Allamah seperti Imam Syafi'i?
Selasa, 22/05/2012 06:11
Nama: abdan arsyad
Tahlil
Di atas banyak sekali Pertanyaan bagus saya berharap Admin dari website ini menjawab semua pertanyaan tersebut karena ini juga sebagai pendidikan
Selasa, 22/05/2012 00:43
Nama: anilla
3 ... 7 HARI
KADANG BERFIKIR ... ??? BERAPAKAH BIAYA YANG HARUS DIKELUARKAN UNTUK MENJAMU TAMU ... PLUS BIAYA SEWA KURSI DLL ... PERTANYAANNYA ...?? ADAKAH YANG MAU DATANG APABILA PIHAK MUSIBAH TIDAK MENJAMU ... ??
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefSeptember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::