Jumat, 31 Oktober 2014
Language :
Find us on:
Ubudiyah 
Mengamalkan Ajaran Thariqah*
Rabu, 22/11/2006 12:04

THORIQOH atau tarekat berarti “jalan”. Sahabat Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku jalan (thariqoh) terdekat kepada Allah yang paling mudah bagi hamba-hambanya dan yang paling utama bagi Allah!” Rasulullah SAW bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi ketika di muka bumi masih terdapat orang yang mengucapkan lafadz “Allah”.” (dalam kitab Al-Ma’arif Al-Muhammadiyah).

Para ulama menjelaskan arti kata thariqah dalam kalimat aktif, yakni melaksanakan kewajiban dan kesunatan atau keutamaan, meninggalkan larangan, menghindari perbuatan mubah (yang diperbolehkan) namun tidak bermanfaat, sangat berhati-hati dalam menjaga diri dari hal-hal yang tidak disenangi Allah dan yang meragukan (syubhat), sebagaimana orang-orang yang mengasingkan diri dari persoalan dunia dengan memperbanyak ibadah sunat pada malam hari, berpuasa sunat, dan tidak mengucapkan kata-kata yang tidak beguna. [dalam kitab Muroqil Ubudiyah fi Syarhi Bidayatil Hidayah Imam Ghazali]

Thariqoh yang dimaksud dalam pembicaraan ini lebih mengacu kepada peristilahan umum yang berlaku dikalangan umat Islam di seluruh dunia, khususnya warga NU, yakni semacam aliran dalam tasawuf (berbeda dengan mistik atau klenik) yang mengharuskan para pengikutnya menjalankan amalan peribadatan tertentu secara rutin –biasanya berupa bacaan atau wiridan khusus-- yang dipandu oleh seorang guru atau mursyid. Hadits yang disebutkan di atas sekaligus menjadi dalil naqli diperbolekannya ajaran-ajaran thoriqoh.

Para murid yang mengikuti aliran thoriqoh tertentu sedianya berniat belajar membersihkan hati dengan bantuan guru atau mursyid mereka dengan cara menjalankan amalan-amalan dan doa-doa khusus. Jika mereka masih awam dalam masalah keagaman dasar seperti masalah wudlu, sholat, puasa, nikah dan waris, maka mereka sekaligus belajar itu kepada sang mursyid. Para murid berbai’at atau mengucapkan janji setia untuk menjalankan amalan-amalan thariqoh yang dibimbing oleh sang mursyid. Bai’at thariqoh adalah berjanji dzikrullah dalam bacaan dan jumlah tertentu kepada guru dan berjanji mengamalkan ajaran islam dan meninggalkan larangannya. Sebagaimana bermadzab atau mengikuti imam tertentu dalam bidang fikih, para murid tidak diperkenankan berpindah thoriqoh kecuali dengan pertimbangan yang jelas dan mampu melaksanakan semua amalan thoriqohnya yang baru.

Sementara itu sang mursyid wajib menyayangi, membimbing, dan membantu membersihkan hati murid-muridnya dari kotoran dunia. Mursyid harus memiliki sifat kasih sayang yang tinggi terhadap kaum muslimin, khususnya terhadap murid-muridnya. Ketika ia mengetahui mereka belum mampu melawan hawa nafsu mereka dan belum mampu meninggalkan kejelekan, misalnya, maka ia harus bersikap toleran. Setelah ia menasihati mereka dan tidak memutus mereka dari thoriqah, juga tidak mengklaim mereka celaka, melainkan senantiasa menyayangi mereka sampai mereka mendapatkan hidayah.

Demikian syarat seorang mursyid yang disebutkan dalam kitab Tanwirul Qulub. Mursyid harus arif dalam hal kesempurnaan hati, adab-adabnya, dan bersih dari penyakit-penyakit hati. Mursyid juga harus memiliki ilmu yang dibutuhkan oleh murid-murdnya, yaitu fikih dan aqa’id tauhid dalam batas-batas yang bisa menghilangkan kemusyrikan dan ketidakjelasan yang dihadapi oleh mereka di tingkat awal, sehingga mereka tidak perlu bertanya kepada orang lain.

Ada beberapa thoriqoh yang berkembang di Indonesia. Yang paling banyak pengikutnya, antara lain, Qodiriyah, Naqsabandiyah, Qodiriyah wan Naqsbandiyah, Syadziliyah. Dalam Muktamanya ke-26 di Semarang pada bulan Rajab 1399 H bertepatan dengan bulan Juni 1979 Nahdlatul Ulama meresmikan berdirinya Jam’iyyah Ahlit Thariqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah dan dikukuhkan dengan suat keputusan PB Syuriah NU Nomor: 137/Syur.PB/V/1980). Jam’iyyah ini beranggotakan beberapa thariqot di Indonesia yang mu’tabaroh dan nahdliyah.

Mu’tabaroh artinya thariqoh yang dimaksud bersambung ajarannya kepada Rasulullah SAW. Sementara Rasulullah menerima ajaran dari malaikat Jibril dan Malaikat Jibril dari Allah SWT. Nahdliyah maksudnya adalah bahwa para penganutnya selalu bergerak untuk melaksanakan ibadah dan dzikir kepada Allah SWT yang syariatnya menurut ahlussunnah wal jama’ah ‘ala madzahibil arba’ah (sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para Sabahat Beliau dan disejalaskan oleh imam Madzab empat yakni Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali).

Jam’iyyah Ahlit Thariqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah sering mengadakan perkumpulan untuk membahas persolan-persoalan keagamaan, khususnya berkaitan dengan thoriqoh. Jam’iyyah ini juga berfungsi untuk saling memberikan masukan dan sekaligus membedakan diri dengan aliran-aliran kebatinan yang tidak muk’tabar dan tidak berdasar pada ajaran Rasulullah SAW.

Para pengamal thoriqoh senantiasa menjauhkan diri dari kehidupan duniawi yang fana; membersihkan hati; mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sang mursyid dan murid-muridnya tidak diperkenankan menggandrungi harta benda. Juga kekuasaan. Ada satu hadits Rasulullah SAW yang menjadi pegangan para pengamal thariqoh. Ibn Majah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Di antara qari’ atau orang yang hafal Al-Qur’an dan memahami maknanya yang paling dibenci oleh Allah adalah qari’ yang mengunjungi umara (penguasa).”

Begitu bencinya mereka dengan ususan duniawi. Para pengkritik mengatakan bahwa thariqoh adalah sumber kemunduran umat Islam. Namun dengan penuh kebijaksanaan para pengamal thoriqoh menjawab bahwa para pengkritik belum merasakan betapa nikmatnya berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah Sang pencipta. (A. Khoirul Anam)


*Tulisan ini bersandar pada buku “Permaslahan Thariqah: Hasil Kesepakatan Muktamar dan Muasyawarah Besar Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah Nahdatul Ulama (1957-2005)” yang dihimpun oleh KH. A. Aziz Masyhuri.

Komentar(10 komentar)
Ahad, 22/03/2009 19:14
Nama: ibnu sufa'ah
mursyid di semarang
asslm.wr.wb
saya mau tanya, klo mursyid toriqoh qodiriyah wa naqsabandiyah di semarang dmn ya?
klo mau ikut toriqoh ada batasan minimal usia kah?
juga klo diliat dari segi ilmu, seberapa jauh ilmu yg dimiliki untuk masuk dalam toriqoh?
mhon infonya segera...
bagi yg mau bantu bs sms di 081952818211
syukron
Senin, 09/02/2009 14:52
Nama: uqosh
thoriqoh mu'tabaroh
tolong jabarkan tentang thoriqoh qodiriyah rifa'iyah
Selasa, 27/01/2009 19:21
Nama: mahrizal
habib Luthfi
untuk semuanya saja
di Pekalongan ada seorang sangat Alim beliau adalah Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya.
Beliau adalah Mursyid dari Thariqah Syadzaliyah
Beliau juga ketua Jam'iyah Ahli Thariqah Muktabarah An - Nahhdliyah.
Pengajian beliau malam Rabu selalu dikunjungi ribuan pengikutnya.
kalau mau berbaiat atau bertanya masalah thariqat silahkan ke sana.
Rabu, 23/04/2008 18:40
Nama: jaka
BAIAT
pertanyaan

1.Apa yang dimaksud dengan BAIAT?
2.Apa benar baiat itu hanya sumpah untk kepentingan pimpinan dan golongan?
3.Perlukah kita orang islam berbaiat? dan untuk apa kita berbaiat?

mohon dijelaskan. Trimakasih banyak
Selasa, 08/01/2008 17:48
Nama: jallu
Thariqah
thariqah adalah sebuah jalan, bukan jalan yang kita tuju dan kita mau dan jalan yang kita kehendaki sebebas-bebasnya jalan yang kita mau sekeinginan kita, tapi ia adalah sebuah jalan yang datang dengan sendirinya kepada kita yang telah IA kehendaki kepada orang yang benar benar hatinya tulus ikhlas tiada daya dan upaya kecuali atas kehendakNya, kemanapun melangkah mencari thariqah ataupun guru mursyid dengan tujuan yang lain maka bagaikan terjatuh dari cita cita yang mulia kebawah dasar kegelapan.
Jumat, 16/11/2007 13:49
Nama: AMIR HAMZAH
aku ingin jadi ahlithoriqoh
aku alfakir yang memiliki kecintaan berlebih pada rabb dan rosulullah S.A.W, aku org yang tak pantas menyombongkan diri, untuk menjaga itu semua tunjukilah tempat dimana aku bertemu mursyid aku ingin jadi ahlithoriqoh, aku tinggal di sukabumi jabar
Senin, 01/10/2007 15:22
Nama: Muntaha
mohon petunjuk ttg thoriqoh yang benar
Dulu saya pernah berbaiat kepada salah satu mursyid thoriqoh ternama di jawa tengah. namun setelah beberapa lama kemudian, timbul beberapa pertanyaan-pertanyaan yang sampai akhirnya saya enggan mengikuti toriqoh tersebut. terus terang saja saya sangat awam dengan masalah thoriqoh. saya masih belum paham dengan hal-hal dalam thoriqoh antara lain:
1. Kenapa harus ada istilah dzikir/wiridan khusus (allah, hua, hu, dsb) dan dzikir umum (lailahaillalloh), bahkan diyakini dzikir khusus itu lebih utama dari pada dzikir umum. bukankah disebutkan bahwa ucapan tahlil paling utama dibandingkan dzikir2 lainnya "afdlolu dzikri fa'lam annahu lailahillalloh". Disamping itu ada keyakinan bahwa wirid-wirid yang diajarkan, bersumberlangsung dari Allah dan lebih utama dari wirid wirid yang diajarkan oleh Rosulullah sollallohu alai wasallam dan yang tercantum dalam Al Quran.
2. Thoriqoh mengajarkan untuk menghadirkan/membayangkan wajah mursyid ketika sholat dan wiridan. Padahal Rosulululloh sollalohu alaihi wa'alihi wasallam mengajarkan Ihsan dalam beribadah, yaitu engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya, dan apabila engkau tidak dapat melihatNya, yakinlah bahwa Dia melihatmu.
3. Membenarkan kisah-kisah karomah yang bertentangan dengan syariat, dengan alasan seorang wali tahu (ilmu) hakekat perbuatan yang dilakukannya, sedangkan orang yang hanya tahu (ilmu) syariat melihatnya itu perbuatan yang salah. keyakinan ini didasarkan pada kisah terkenal dalam Al Qur'an surat al kahfi ayat 65-82 tentang Nabi Khidzir Alaihis Salam dengan Nabi Musa Alaihis Salam.
4. Dalam setiap maulidur rosul ada "mahalul qiyam" yaitu berdiri menyambut kedatangan rosululloh sollalohu alaihi wa'alihi wasallam. dengan alasan untuk menghormati beliau sollalohu alaihi wa'alihi wassallam. padahal sewaktu beliau sollallohu alaihi waalihi wasallam masih hidup melarang para sahabat untuk berdiri dalam rangka menghormati beliau sollallohu alaihi waalihi wassallam. dan sahabatpun tidak pernah berdiri dalam rangka menghormati rosululloh sollallohu alai waalihi wasallam. Pahahal tidak diragukan lagi kecintaan dan penghormatan para sahabat lebih besar ketimbang penghormatan dan kecintaan nya pada dirinya sendiri, toh mereka tidak berdiri tatkala rosulullah sollallohu alai waalihi wasaalam datang.
5. Ada salah seorang dari murid yang kami anggap dekat dengan mursyid, dia tidak sholat berjamaah dimasjid dengan beralasan "sedang dilarang sama beliau" (saya kurang tahu, "beliau" yang dimaksud mursyid atau siapa). Apakah itu dibenarkan dalam islam? Sedangkan Meninggalkan sholat jamaah di masjid bagi laki-laki, saya yakin sangat dibenci Rosulullah sollallohu alai waalihi wasallam. dimana rosululloh muhammad sollallohu alai waalihi wasallam mengancam membakar rumah orang yang meninggalkan sholat jamaah.

mohon kasih tahu toriqoh yang benar seperti apa.
Senin, 16/07/2007 17:00
Nama: mokhamad rizal fanani
Bintaro
Kalau di Bintaro Jaya, ajaran thariqohnya ada dimana dan siapa saja mursyidnya
Selasa, 26/06/2007 06:55
Nama: Gin Gin
Pertanyaan
Kalau di Tuban Jatim. Ajaran Thoriqoh ada di mana dan siapa Mursidnya ?
Senin, 30/04/2007 09:44
Nama: Iswanto
Belajarlah Thareqah di Bandar Lampung
Kami menginformasikan bagi warga Nahdliyin yang ingin belajar Tharikat, belajarlah di Bandar Lampung.
Kurikulum ya jelas seperti kita menempuh pejaran di sekolah.
Tingkat I: Fiqih (bab: bersuci, wudhu, mandi wajib, shalat -baik fardu/sunnah-,sampai dengan simpul niat)
Tingkat II: Tauhid (belajar sifat 20, sampai simpul lailaha ilallah muhammadur rosullah)
Tingkat III: Kitab Durun Nafis dan Thariqah
Tingkat IV: Tasawuf
Tempatnya:
Majelis Tholabul ilmi "AL-HANIF"
d.a Sukarame II Teluk Betung, Bandar
Lampung (0721-474933)

(Selain itu juga di Majelis Tholabul ilmi
"AL-MUTTAQIN" Natar-Bandar Lampung, dan Majelis Tholabul ilmi "AS-SHIFA")
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefOktober 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::