Jumat, 01 Agustus 2014
Language :
Find us on:
Ubudiyah 
Memperingati Maulid Nabi
Kamis, 22/03/2007 17:02

Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada mulanya diperingati untuk membangkitkan semangat umat Islam. Sebab waktu itu umat Islam sedang berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara salib Eropa, yakni dari Prancis, Jerman, dan Inggris. Kita mengenal musim itu sebagai Perang Salib atau The Crusade. Pada tahun 1099 M tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja. Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan persaudaraan ukhuwah. Secara politis memang umat Islam terpecah-belah dalam banyak kerajaan dan kesultanan. Meskipun ada satu khalifah tetap satu dari Dinasti Bani Abbas di kota Baghdad sana, namun hanya sebagai lambang persatuan spiritual.</font>

Adalah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi --orang Eropa menyebutnya Saladin, seorang pemimpin yang pandai mengena hati rakyat jelata. Salahuddin memerintah para tahun 1174-1193 M atau 570-590 H pada Dinasti Bani Ayyub --katakanlah dia setingkat Gubernur. Pusat kesultanannya berada di kota Qahirah (Kairo), Mesir, dan daerah kekuasaannya membentang dari Mesir sampai Suriah dan Semenanjung Arabia. Kata Salahuddin, semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada Nabi mereka. Salahuddin mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal kalender Hijriyah, yang setiap tahun berlalu begitu saja tanpa diperingati, kini harus dirayakan secara massal.

Ketika Salahuddin meminta persetujuan dari khalifah di Baghdad yakni An-Nashir, ternyata khalifah setuju. Maka pada musim ibadah haji bulan Dzulhijjah 579 H (1183 Masehi), Salahuddin sebagai penguasa haramain (dua tanah suci, Mekah dan Madinah) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah haji, agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera menyosialkan kepada masyarakat Islam di mana saja berada, bahwa mulai tahun 580 Hijriah (1184 M) tanggal 12 Rabiul-Awal dirayakan sebagai hari Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.

Salahuddin ditentang oleh para ulama. Sebab sejak zaman Nabi peringatan seperti itu tidak pernah ada. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama cuma ada dua, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Akan tetapi Salahuddin kemudian menegaskan bahwa perayaan Maulid Nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang.

Salah satu kegiatan yang diadakan oleh Sultan Salahuddin pada peringatan Maulid Nabi yang pertama kali tahun 1184 (580 H) adalah menyelenggarakan sayembara penulisan riwayat Nabi beserta puji-pujian bagi Nabi dengan bahasa yang seindah mungkin. Seluruh ulama dan sastrawan diundang untuk mengikuti kompetisi tersebut. Pemenang yang menjadi juara pertama adalah Syaikh Ja`far Al-Barzanji. Karyanya yang dikenal sebagai Kitab Barzanji sampai sekarang sering dibaca masyarakat di kampung-kampung pada peringatan Maulid Nabi.

Barzanji bertutur tentang kehidupan Muhammad, mencakup silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, pemuda, hingga diangkat menjadi rasul. Karya itu juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia. Nama Barzanji diambil dari nama pengarang naskah tersebut yakni Syekh Ja'far al-Barzanji bin Husin bin Abdul Karim. Barzanji berasal dari nama sebuah tempat di Kurdistan, Barzinj. Karya tulis tersebut sebenarnya berjudul 'Iqd Al-Jawahir (artinya kalung permata) yang disusun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Tapi kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.

Ternyata peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Sultan Salahuddin itu membuahkan hasil yang positif. Semangat umat Islam menghadapi Perang Salib bergelora kembali. Salahuddin berhasil menghimpun kekuatan, sehingga pada tahun 1187 (583 H) Yerusalem direbut oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa, dan Masjidil Aqsa menjadi masjid kembali, sampai hari ini.

***

Dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara, perayaan Maulid Nabi atau Muludan dimanfaatkan oleh Wali Songo untuk sarana dakwah dengan berbagai kegiatan yang menarik masyarakat agar mengucapkan syahadatain (dua kalimat syahadat) sebagai pertanda memeluk Islam. Itulah sebabnya perayaan Maulid Nabi disebut Perayaan Syahadatain, yang oleh lidah Jawa diucapkan Sekaten.

Dua kalimat syahadat itu dilambangkan dengan dua buah gamelan ciptaan Sunan Kalijaga bernama Gamelan Kiai Nogowilogo dan Kiai Gunturmadu, yang ditabuh di halaman Masjid Demak pada waktu perayaan Maulid Nabi. Sebelum menabuh dua gamelan tersebut, orang-orang yang baru masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat terlebih dulu memasuki pintu gerbang "pengampunan" yang disebut gapura (dari bahasa Arab ghafura, artinya Dia mengampuni).

Pada zaman kesultanan Mataram, perayaan Maulid Nabi disebut Gerebeg Mulud. Kata "gerebeg" artinya mengikuti, yaitu mengikuti sultan dan para pembesar keluar dari keraton menuju masjid untuk mengikuti perayaan Maulid Nabi, lengkap dengan sarana upacara, seperti nasi gunungan dan sebagainya. Di samping Gerebeg Mulud, ada juga perayaan Gerebeg Poso (menyambut Idul Fitri) dan Gerebeg Besar (menyambut Idul Adha).

Kini peringatan Maulid Nabi sangat lekat dengan kehidupan warga Nahdlatul Ulama (NU). Hari Senin tanggal 12 Rabi'ul Awal (Mulud), sudah dihapal luar kepala oleh anak-anak NU. Acara yang disuguhkan dalam peringatan hari kelahiran Nabi ini amat variatif, dan kadang diselenggarakan sampai hari-hari bulan berikutnya, bulan Rabius Tsany (Bakdo Mulud). Ada yang hanya mengirimkan masakan-masakan spesial untuk dikirimkan ke beberapa tetangga kanan dan kiri, ada yang menyelenggarakan upacara sederhana di rumah masing-masing, ada yang agak besar seperti yang diselenggarakan di mushala dan masjid-masjid, bahkan ada juga yang menyelenggarakan secara besar-besaran, dihadiri puluhan ribu umat Islam.

Ada yang hanya membaca Barzanji atau Diba' (kitab sejenis Barzanji). Bisa juga ditambah dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti penampilan kesenian hadhrah, pengumuman hasil berbagai lomba, dan lain-lain, dan puncaknya ialah mau’izhah hasanah dari para muballigh kondang.

Para ulama NU memandang peringatan Maulid Nabi ini sebagai bid’ah atau perbuatan yang di zaman Nabi tidak ada, namun termasuk bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) yang diperbolehkan dalam Islam. Banyak memang amalan seorang muslim yang pada zaman Nabi tidak ada namun sekarang dilakukan umat Islam, antara lain: berzanjen, diba’an, yasinan, tahlilan (bacaan Tahlilnya, misalnya, tidak bid’ah sebab Rasulullah sendiri sering membacanya), mau’izhah hasanah pada acara temanten dan Muludan.

Dalam Madarirushu’ud Syarhul Barzanji dikisahkan, Rasulullah SAW bersabda: "Siapa menghormati hari lahirku, tentu aku berikan syafa'at kepadanya di Hari Kiamat." Sahabat Umar bin Khattab secara bersemangat mengatakan: “Siapa yang menghormati hari lahir Rasulullah sama artinya dengan menghidupkan Islam!”

(A Khoirul Anam --dari berbagai sumber).

Komentar(10 komentar)
Senin, 23/03/2009 14:48
Nama: mira
MULUD
iya mas, sebenarnya peringatan maulid tuh sangat-sangat baik, tapi koq oleh para habib ^ ulama sering dijadikan ajang penyebaran kebencian terhadap umat islam yang lain, ini saya denger sendiri lho, waktu muludan di kampung saya kemaren. wah-wah...malu saya denger ulama ngomong pake bahasa rendahan gitu..
Sabtu, 21/03/2009 01:50
Nama: inan
Memperingati Maulid Nabi
maulid nabi tergantung pada niat si orang yg melaksanakannya dan cara melaksanakannya kalo maulid nabi dengan hura hura ya bid'ah tapi bukan maulid nya yg bid'ah tapi hura hura nya yg bid'ah, tapi kalo maulid nya dengan ngaji ato yg fositif menurut islam tentu bukan bid'ah tapi bagian dari ibadah...
bid'ah ato bukan ga jadi masalah yg penting islam bersatu itu saja simpel ko ...jangan cari perbedaan carilah persamaan toh rosul juga bilang perbedaan itu hidayah.
Jumat, 06/03/2009 21:18
Nama: sono
Memperingati Maulid Nabi
Assalamu alaikum..
Tentang maulid...
Syeikh Sirri As-Saqthi berkata :

"Barangsiapa yang mendatangi tempat pembacaan riwayat Maulid Nabi Muhammad SAW, maka dia diberi sebidang taman disurga, karena sesungguhnya tidak ada orang yang berjalan mendatangi tempat tersebut, kecuali orang-orang itu mencintai Nabi Muhammad SAW. dan Nabi Muhammad SAW telah bersabda: " Barang siapa yang mencintaiku, maka dia akan bersamaku di syurga."

[Syeikh Muhammad Nawawi Al-Jawi Al-Bantani, Madaarijus-su'uud , hal 15-16]

wassalam...wr..wb...
Jumat, 06/03/2009 09:27
Nama: agus
Maulid Nabi
Sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah sunah Rasulullah, padaha peringatan maulid nabi jelas tidak pernah diadakan oleh Rasulullah dan khulafaurrasyidin sebagai generasi terbaik. Tentang peringatan maulid terserah saudara2, mau yang menurut syariat atau sesuai dengan sunah Rasulullah atau yang tidak. Kalau saya sih cari yang selamat aja yaitu yang sesuai dengan tuntunan Kitabullah dan Sunnah.
Kamis, 26/02/2009 15:55
Nama: Heru Prayitno
Maulud
Kegiatan Maulud Nabi sangat baik untuk dilanjutkan, hanya perlu distop cara2 meminta sumbangan untuk kegiatan mauludan.
Rabu, 25/02/2009 08:35
Nama: Kang Abwar
menulis
syukron ktsir jazaakumullohu khoiron katsiro fiddaroin.
Senin, 02/02/2009 13:20
Nama: mbahjogo
Memperingati Maulid Nabi
Setiap perbuatan akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah Di hari Kiamat, perbedaan pendapat Insya Allah membawa rahmat jika disikapi dengan cara berfikir yang bijak dan iman.
Menurutku artikel ini sangat bagus dan banyak manfaatnya untuk menambah wawasan.
Kang ......., aku mohon izin dan ilkhlasnya untuk dipostingkan di weblogku.

Maturnuwun
Rabu, 28/01/2009 20:21
Nama: sono
Memperingati Maulid Nabi
Assalamu alaikum...
Tentang maulid.....
Syeikh Ma’ruf Al Karkhi rahimahullah sangat memperhatikan majelis Maulid Nabi. Dalam salah satu nasihatnya, beliau radhiyallahu anhu berkata :

“Barang siapa mempersiapkan makanan, mengumpulkan teman teman, menyalakan lampu, mengenakan pakaian baru , memakan parfum dan menghias dirinya untuk membaca dan mengagungkan mauled rasul, maka kelak di hari kiamat Allah akan mengumpulkan bersama para Nabi, orang orang yang berada dalam barisan pertama. Dia kan ditempatkan di Illiyyin yang tertinggi (Abu Bakar Bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I anathuth Thalibin Darul Fikr, juz3, hal 255)

wassalam...wr..wb...
Ahad, 28/09/2008 01:49
Nama: yasin
Cinta Rasul
Cinta Rasul. Setuju dengan keterangan Mas Sawiji, itulah salah satu bukti bahwa kita sayang dan merindukan Rasulullah, Muhammad SAW. (1) Jika Maulid Nabi Muhammad SAW itu dianggap sesat, maka Republik Indonesia melalui MUI-nya pasti nggak akan pasang kalender merah sejak dulu. Tentu ulama-ulama terdahulu pasti punya dasar kuat : pendekatan lahiriah dan batiniah (langit), untuk yang satu ini, para 'murid buku dan ahli pemvonis bid'ah' pasti nggak akan 'ngeh' dengan alam ghaib-nya para waliyullah. (2) Jika kelahiran RA Kartini saja kita rayakan, seharusnya kelahiran Rasulullah SAW lebih kita ramaikan dengan ibadah-ibadah muamalah yang pasti disukai Rasulullah SAW.
Selasa, 17/06/2008 15:19
Nama: budi marta
???
ada di kitab apa solahudin al ayyubi pertama kali merayakan maulid ??. setahu saya, beliau adalah orang yg gigih memerangi maulid
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefAgustus 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      
::::Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah melalui LAZISNU. Rekening zakat: BCA 6340161473 MANDIRI 1230004838951. Infaq: BCA 6340161481 MANDIRI 1230004838977 :::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Transaksi pembelian di Toko NU Online untuk sementara ditutup per 24 Juli-13 Agustus 2014::::