Senin, 28 Juli 2014
Language :
Find us on:
Ubudiyah 
Shalat Tarawih 20 Rakaat
Selasa, 11/09/2007 17:27

Shalat Tarawih bagi umat Islam Indonesia sudah tidak asing lagi. Hampir setiap muslim pernah menjalankannya. Pada awal Ramadhan, biasanya masjid atau mushala penuh dengan kaum muslimin dan muslimat yang menjalankan shalat jama’ah isya` sekaligus tarawih. Ada yang menjalankan 8 rakaat, dan ada yang 20 rakaat. Yang terakhir ini termasuk ciri orang NU (Nahdliyyin). Sedang shalat Witir yang diletakkan di akhir biasanya sarna-sarna 3 rakaat, orang NU maupun bukan. 20 rakaat itu serempak dilaksanakan dengan cara dua rakaat salam.

Begitu shalat sunnah rawatib setelah isya` (ba'diyah) usai dikerjakan, bilal mengumumkan tibanya shalat Tarawih dikerjakan, “Marilah shalat Tarawih berjama'ah!” Imam pun maju ke depan, dan sudah dapat ditebak surat yang dibaca setelah al-Fatihah ialah surat at-Takatsur.

Bacaan seperti ini sudah menjadi ciri khusus masjid-masjid atau mushala-mushala NU. Juga sudah dapat ditebak bahwa rakaat kedua setelah al-Fatihah tentu sura Al-Ikhlash. Setelah usai 2 rakaat, ada sela-sela lantunan shalawat yang diserukan “bilal” dan dijawab oleh segenap kaum muslimin.

Begitu shalat tarawih sampai rakaat kedua puluh, bacaan surat sesudah al-Fatihah tentu sudah sampai ke surat al-Lahab dan al-Ikhlash. Tinggal shalat witirnya yang biasa dilakukan 2 rakaat, dan yang kedua satu rakaat, imam biasanya memilih surat al-A’la dan al-Kafirun.

Para imam Tarawih NU umumnya memilih shalat yang tidak perlu bertele-tele. Sebab ada hadits berbunyi: "Di belakang Anda ada orang tua yang punya kepentingan..” Maka, 23 rakaat umumnya shalat Tarawih lengkap dengan Witirnya selesai dalam 45 menit.

Lain halnya shalat di Masjidil Haram, Makah. Di sana, 23 rakaat diselesaikan dalam waktu kira-kira 90-120 menit. Surat yang dibaca imam ialah ayat -ayat suci Al-Qur’an dari awal, terus berurutan menuju akhir Al-Qur’an. Setiap malam harus diselesaikan kira-kira 1 juz lebih, dengan diperkirakan pada tanggal 29 Ramadhan (dulu setiap tanggal 27 Ramadhan) sudah khatam. Pada malam ke 29 Ramadhan itulah ada tradisi khataman Al-Qur'an dalam shalat Tarawih di Masjidil Haram. Bahkan, di rakaat terakhir imam memanjatkan doa yang menurut ukuran orang Indonesia sangat panjang sebab doa itu bisa sampai 15 menit, doa yang langka dilakukan seorang kiai dengan waktu sepanjang itu, meski di luar shalat sekalipun.

Dan terpapar di kitab Shalat al-Tarawih fi Masjid al-Haram bahwa shalat Tarawih di Masjidil Haram sejak masa Rasulullah, Abu Bakar, Umar, Usman, dan seterusnya sampai sekarang selalu dilakukan 20 rakaat dan 3 rakaat Witir.

Warga Nahdliyyin yang memilih Tarawih 20 rakaat ini berdasar pada beberapa dalil. Dalam Fiqh as-Sunnah Juz II, hlm 54 disebutkan bahwa mayoritas pakar hukum Islam sepakat dengan riwayat yang menyatakan bahwa kaum muslimin mengerjakan shalat pada zaman Umar, Utsman dan Ali sebanyak 20 rakaat.

Sahabat Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW shalat Tarawih di bulan Ramadhan sendirian sebanyak 20 Rakaat ditambah Witir. (HR Baihaqi dan Thabrani).

Ibnu Hajar menyatakan bahwa Rasulullah shalat bersama kaum muslimin sebanyak 20 rakaat di malam Ramadhan. Ketiga tiba di malam ketiga, orang-orang berkumpul, namun rasulullah tidak keluar. Kemudian paginya beliau bersabda:

خَشِيْتُ أَنْ تَفَرَّضَ عَلَيْكُمْ فَلَا تُطِيْقُونَهَا

Aku takut kalau-kalau tarawih diwajibkan atas kalian, kalian tidak akan mampu melaksanakannya.”

Hadits ini disepakati kesahihannya dan tanpa mengesampingkan hadits lain yang diriwayatkan Aisyah yang tidak menyebutkan rakaatnya. (Dalam hamîsy Muhibah, Juz II, hlm.466-467)

KH MUnawwir Abdul Fattah
Pesantren Krapyak Yogyakarta

Komentar(10 komentar)
Kamis, 26/07/2012 21:43
Nama: Mokha Fatoni
tentang jumlah rakaat Sholat tarawih
Assalamu alaikum. Bolehkah kita sholat tarawih 2 rakaat,4 rakaat, atau 6 rakaat. Dengan alasan capek,sibuk,atau sakit. Mohon penjelasannya, disertai dalilnya pak.Terima kasih.
Kamis, 12/07/2012 14:15
Nama: Ma'shum
Webnya NU ga cerdas
ngapain sih mengupload tema yang sudah basi n jelas begini? apa sengaja mengadu ummat. mestinya yg diulas oleh pak Kiyai ttg bacaan imam yg cepat, tidak tuma'ninah, dan tema yg bermanfaat bg ummat. di NU shlat tarowih buantere pol n ga tuma'ninah. kata Rasul: solat seperti Aku sholat ...
Jumat, 03/09/2010 12:53
Nama: sri
RAKAAT TARAWIH
kenyataannya tarawih 8 rakaat waktunya lebih lama dari pada yang 20 rakaat karena suratnya lebih panjang dan lebih khusuk
Kamis, 02/09/2010 16:03
Nama: santri
Tarawih yg benar 20 rakaat
Hadist Aisyah itu tidak lengkap. Silahkan baca penjelasannya di sini : http://www.forsansalaf.com/2010/problematika-bilangan-rakaat-shalat-tarawih/
Senin, 23/08/2010 19:02
Nama: Fandy
Menanggapi rokaat
Wong saiki pada kepriben si yah?
bulan romadhon itu bulan suci, smakin bnyk beribadah itu smakin bnyk pahalanya, orang sholat koq pelit, allah memberi nikmat saja gak pelit,
Ahad, 22/08/2010 21:07
Nama: boby
SHOLAT CEPAT
Di tempat saya tinggal melakukan sholat tarawih dan witir berjamaah 11 rakaat. Suatu ketika imamnya ganti kemudian sholat tarawih berjamaah
23 rakaat, .Tapi yang bikin gak nyaman bukan karena jumlahnya, melainkan kecepatan bacaan imam yang secepat kilat. Belum selesai kita membaca sudah berganti gerakan, belum sempat menyelesaikan bacaan tahiyat akhir, imamnya sudah mengucapkan salam dan bangkit lagi untuk tarawih rakaat berikutnya. saking cepatnya, jamaah perempuan di barisan belakang yang rata-rata anak-anak remaja sampai tua bingung .Yang paling kasihan yang sudah tua. mereka ngos2san hampir jatuh, karena saking cepatny trus kami memprotes kepada imam tersebut tapi tetap pada pendiriannya katanya ini ada dalilnya (jumlah rakaat 23) kami pun memngerti tapi waktu ditanya terlalu cepat dia bilang memang ini dari ajaran pondoknya begitu.tapi jika
imam terlalu cepat bagaimana kita bisa sholat dengan khusyuk tapi bikin stres. Terus terang saya memilih sholat tarawih plus witir 11

Kamis, 12/08/2010 06:25
Nama: firman kadarisman
yg salah yg gak sholat !!!
kepala sampe pusing baca komen dan perdebatan di atas. saya mendukung yg 8 juga yg 20. mana yg lebih benar ... Insya Allah semuanya benar karena semuanya pada sholat. yang salah itu jelas ... yg enggak sholat tarawih (banyak tuh pada waktu Ramadhan yg keluyuran). atas nama siapa kek, bagaimana status qunut itu gimana gimana .... yg jelas semuanya harus bilang benar tanpa menyalahkan yg lain. Paham !!!
Rabu, 21/07/2010 09:04
Nama: Abu Reihan
Komentar tarawih 20 rakaat
Ketika kita bicara tarawih 8 rakaat tidak akan ada pertentanagn tentang kesahihan dalillnya tapi ketika berbicara dalil tarawih 20 rakaat maka akan terjadi banyak perbincangan dan perselisihan didalamnya
Rabu, 26/08/2009 15:20
Nama: adam
BILA HATI
bagaimana kalau kita berjamaah akan tetapi hati tak sefaham (mamang)
Rabu, 26/08/2009 10:28
Nama: iyon
JANGAN RIBUT OOYYY
mau 20 atau 8 yg penting ada dalilnya gah usah diributin apalagi pake bawa2 NU sgla...klo mnurut gw sih mending sedikit tp khusyu' drpd bnyak tp ky org balapan sampe2 blm smpe slsai bca doa imam dah smpe gerakn brikutnya.lagipula kan kemampuan&kadar iman seseorg tu beda2 jd harus mikir org laen donkkkk
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefJuli 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
::::Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah melalui LAZISNU. Rekening zakat: BCA 6340161473 MANDIRI 1230004838951. Infaq: BCA 6340161481 MANDIRI 1230004838977 :::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Transaksi pembelian di Toko NU Online untuk sementara ditutup per 24 Juli-13 Agustus 2014::::