Ahad, 21 September 2014
Language :
Find us on:
Syariah 
Ragam Shalat Sunnah (4)
Shalat Witir
Rabu, 20/02/2013 08:00

Diantara shalat sunnah yang sangat dianjurkan adalah shalat witir. Witir secara bahasa berarti ‘ganjil’. Karena shalat ini memang harus dilaksanakan dalam jumlah ganjil.

Shalat witir tidak dianjurkan berjama’ah kecuali witir pada bulan Ramadhan. Meskipun witir boleh dilaksankan hanya satu raka’at (sebagai jumlah minimal) tetapi yang utama dilakukan tiga rakaat dan paling utama adalah lima raka’at, kemudian tujuh raka’at dan lalu sembilan raka’at dan yang paling sempurna adalah sebelas raka’at (sebagai jumlah maksimal). Tidak diperbolehkan shalat witir lebih dari jumlah tersebut.

Jika seseorang melaksanakan witir lebih tiga raka’at, maka dilakukan setiap dua raka’at salam dan ditutup dengan satu raka’at. Bila melaksanakan tiga raka’at boleh dilakukan langsung raka’at seperti shalat maghrib. Tetapi sebagian ulama melihat bahwa dipisah lebih utama, yaitu dua rakaat salam lalu satu rakaat, sebagaimana keterangan hadits "Janganlah menyamakan witirmu dengan Maghrib". Namun demikian tiga raka’at berturu-turut lebih utama dibandingkan hanya satu rakaat.

Pada dasarnya witir merupakan shalat penutup bagi shalat malam. Artinya, witir sebaiknya dilaksanakan setelah melakukan berbagai shalat sunnah malam misalkan shalat tahajjud, hajat, istikharah dan lain sebagainya. Itulah fungsi longgarnya waktu shalat witir semenjak usai shalat Isya’ hingga menjelang waktu subuh, dengan harapan menjadikan witir sebagai pungkasan segala shalat malam.  Sebagaimana perintah Rasulullah saw dalam haditsnya:

ع† اب† ع…ر رضŠ ا„„‡ ع†‡…ا ‚ا„ : ‚ا„ ا„†بŠ ص„‰ ا„„‡ ع„Š‡ ˆس„… اجع„ˆا أخرص„اتƒ… با„„Š„ ˆترا

Kerjakanlah shalat witir sebagai shalat malam terakhirmu

Namun demikian, bagi mereka yang merasa khawatir tidak mampu melaksanakan witir di tengah atau akhir malam, hendaklah melaksanakannya setelah salat Isya', atau setelah salat Tarawih pada bulan Ramadhan dengan bilangan ganjil (3, 5, atau 7). Dan jikalau ternyata di tengah malam kemudian mereka melaksanakan shalat malam lagi (tahajjud, hajat dll) maka hendaklah menutupnya dengan shalat witir dalam jumlah genap (2 atau 4) sehingga tetap terjaga keganjilannya. Begitulah pesan Rauslullah saw. dalam sabdanya "Tidak ada witir dua kali dalam semalam", karena jikalau shalat witir (ganjil) di tambah witir (ganjil) lagi  maka akan menjadi genap.

Adapun niat shalat witir untuk dua rakaat adalah:

 أص„‰ س†ة …† ا„ˆتر رƒعتŠ† „„‡ تعا„‰

ushollii sunnatam minal witri rok'ataini lillaahhi ta'aalaa.

"Aku niat sholat sunnat witir 2 roka'at karena Allah Ta'ala".

Dan  Niat yang 1 roka'at:

أص„‰ س†ة …† ا„ˆتر رƒعة „„‡ تعا„‰

ushollii sunnatal witri rok'atal lillaahhi ta'aalaa.

"Aku niat sholat sunnat witir satu roka'at karena Allah Ta'ala".

 

Adapun Surat yang disunnahkan dibaca sebagaimana yang diajarkan Rasulullah saw dalam witir yang tiga raka’at adalah Sabbih-isma Rabiika pada rekaat pertama dan Al-Kafiruun pada rekaat kedua. Sedangkan untuk satu reka’at yang terpisah adaah surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-nas.

Sedangkan setelah sholat witir disunnahkan membaca do'a sesuai hadist sahih riwayat Abu  Dawud:

سب’حŽا†Ž ا„’…Ž„ƒ ا„’‚د‘ˆس 3 X

ا„„Ž‘‡…Ž‘ إ†‘Š أŽعˆذ برضŽاƒ …†’ سŽخŽطƒ ˆŽب…عŽاŽاتƒ …†’ ع‚ˆبŽتƒ ˆŽأŽعˆذ بƒ …†’ƒ „Žا أح’صŠ ثŽ†Žاء‹ عŽ„ŽŠ’ƒ أŽ†’تŽ ƒŽ…Žا أŽث’†ŽŠ’ت عŽ„Ž‰ †Ž’سƒ .

Allahumma inni a'udzu biridhaka min sakhathika wa bi mu'afatika min 'uqubatika wa a'udzubika minka la uhshi tsana'an 'alaika anta kama atsnaita 'ala nafsika

Demikianlah keterangan tentang shalat witir.

 

(Redaktur: Ulil Hadrawy)

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefSeptember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::