Ahad, 23 November 2014
Language :
Find us on:
Syariah 
Ragam Shalat Sunnah (5)
Shalat Dhuha
Senin, 04/03/2013 11:00

Shalat dhuha adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu dhuha. Yaitu waktu ketika matahari terbit hingga terasa panas menjelang shalat Dzuhur. Mungkin dapat diperkirakan sekitar pukul tujuh sampai pukul sebelas. Shalat dhuha sebaiknya dilakukan setelah melewati seperempat hari. Artinya, jika satu hari (12 jam, terhitung dari pukul 5 pagi – pukul 5 sore) dibagi empat maka shalat dhuha sebaiknya dilakukan pada seperempat kedua dalam sehari, atau sekitar pukul sembilan. Sehingga setiap seperempat hari selalu ada shalat. Terhitung dari shubuh sebagai shalat pertama mengisi waktu paling dini. Kemudian shalat dhuha sebagai shalat kedua. Ketiga shalat dhuhur dan keempat shalat ashar. Jika demikian maka dalam satu hari keidupan kita tidak pernah kososng dari shalat.

Shalat dhuha memiliki beberapa fadhilah yang pertama adalah mengikuti sunnah Rasulullah saw. sebagaimana beliau berwasiat kepada Abu Hurairah, ia berkata

 ع† أبŠ ‡رŠرة رضŠ ا„„‡ ع†‡ أ†‡ ‚ا„ : " أˆصا†Š خ„Š„Š بث„اث : صŠا… ث„اثة أŠا… …† ƒ„ ش‡ر Œ ˆرƒعتŠ ا„ضح‰ Œ ˆأ† أˆتر ‚ب„ أ† أ†ا… " ( رˆا‡ ا„بخارŠ 

Rasulullah saw, kekasihku itu berwasiat padaku tiga hal pertama puasa tiga hari setiap bulan, kedua dua rakaat dhuha (setiap hari), ketiga shalat witir sebelum tidur.

Diantara fadhilah yang lain adalah menjadikan diri bersih dari dosa yang memungkinkan terkabulnya segala do’a. Sebagaimana hadits Abu Hurairoh 

عŽ†’ أŽبŠ ‡رŽŠ’رŽةŽ Œ أŽ†‘ ا„†Ž‘بŠŽ‘ صŽ„Ž‘‰ ا„„Ž‘‡ عŽ„ŽŠ’‡ ˆŽسŽ„Ž‘…Ž Œ ‚Žا„Ž : " …Ž†’ حŽاŽظŽ عŽ„Ž‰ سب’حŽة ا„ض‘حŽ‰ غرŽت’ ذ†ˆب‡ Œ ˆŽإ†’ ƒŽا†Žت’ أŽƒ’ثŽرŽ …†’ زŽبŽد ا„’بŽح’ر "

Barang siapa menjaga shalat dhuha, maka Allah akan mengampunin segala dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.

Dan yang tidak kalah penting adalah fadhilah yang langsung ditegaskan oleh Allah melalui Rasulullah saw dalam hadits Qudsi

 ع† أبŠ ا„درداء ˆأبŠ ذر‘ ( رضŠ ا„„‡ ع†‡…ا ) ع† رسˆ„ ا„„‡ ص„‰ ا„„‡ ع„Š‡ ˆس„… : ع† ا„„‡ تبارƒ ˆتعا„‰ أ†‡ ‚ا„ : اب† آد… Œ ارƒع „Š أربع رƒعات …† أˆ„ ا„†‡ار أƒƒ آخر‡ " ( رˆا‡ ا„تر…ذŠ )

Dari Abi Darda’ dan Abi Dzar dari Rasulullah saw (langsung) dari Allah Tabaraka wa Ta’ala “ruku’lah untukku empat rakaat di permulaan hari (pagi), maka Aku akan mencukupimu di sisa harimu”  

Shalat dhuha minimal dilaksanakan dua raka’at, dan yang baik adalah empat rekaat sedangkan sempunanya adalah enam raka’at, dan yang paling utama adalah ukuran maksimal yaitu delapan rakaat.Shalat dhuha sebaiknya dilakukan dua rakaat untuk satu kali salam, walaupun boleh melangsungkannya dalam empat raka’at sekaligus. Untuk dua rakaat shalat dapat dimulai dengan niat أص„‰ س†ة ا„ضح‰ رƒعتŠ† „„‡ تعا„‰  Ushalli sunnatad dhuha rak’ataini lillahi ta’ala. Aku niat shalat dua dua raka’at karena Allah.

Kemudian dilanjutkan dengan bacaan al-Fatihah dan disusul kemudian surat was-Syamsi wa dhuhaha untuk raka’at pertama dan qul ya ayyuhal kafirun  untuk raka’at kedua. Demikianlah selanjutnya diulang dengan bacaan surat semampunya.Adapun bacaan do’a dalam shalat dhuha sangatlah beragam akan tetapi yang masyhur adalah

 ا„„Ž‘‡…Ž‘ إ†Ž‘ ا„ض‘حŽ‰ ضŽحŽاؤƒ ˆŽا„’بŽ‡Žا بŽ‡Žاؤƒ ˆŽا„’جŽ…Žا„ جŽ…Žا„ƒ ˆŽا„’‚ˆŽ‘ة ‚ˆŽ‘تƒ ˆŽا„’‚د’رŽة ‚د’رŽتƒ ˆŽا„’عص’…Žة عص’…Žتƒ ا„„Ž‘‡…Ž‘ إ†’ ƒŽا†Ž رز’‚Š Š ا„سŽ‘…Žاء ŽأŽ†’ز„’‡ ˆŽإ†’ ƒŽا†Ž Š ا„’أŽر’ض ŽأŽخ’رج’‡ ˆŽإ†’ ƒŽا†Ž …ع’سر‹ا ŽŠŽس‘ر’‡ ˆŽإ†’ ƒŽا†Ž حŽرŽا…‹ا ŽطŽ‡‘ر’‡ ˆŽإ†’ ƒŽا†Ž بŽعŠد‹ا Ž‚Žر‘ب’‡ بحŽ‚‘ ضŽحŽائƒŽ ˆŽب‡Žائƒ ˆŽجŽ…Žا„ƒ ˆŽ‚ˆŽ‘تƒ ˆŽ‚د’رŽتƒ آت†Š …Žا آتŽŠ’ت عبŽادŽƒ ا„صŽ‘ا„حŠ†Ž

allahumma innad dhuhaa dhuha uka, wal bahaa bahaa-uka, wal jamaala jamaa-luka, wal quwwaata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ishmata ishmatuka. allahumma inkaana rizqi fis-samaa-i fa-anzilhu, wainkaana fil-ardli fa akhrijhu, wainkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana charooman fathohhirhu, wainkaana ba’iidan faqorribhu, bichaqqi dhuhaaika, wajaamalika, wabahaaika, waqudrotika, waquwwatika, waishmatika, aatini maa’ataita ‘ibaadakash-sholichiin. 

(ya allah sesungguhnya waktu dhuha adalah dhuha-mu, dan keindahan adalah keindahan-mu, dan kebagusan adalah kebagusan-mu, dan kemampuan adalah kemampuan-mu, dan kekuatan adalah kekuatan-mu, serta perlindungan adalah perlindungan-mu. ya allah apabila rizqiku berada dilangit maka mohon turunkanlah, bila di bumi mohon keluarkanlah, bila sulit mudahkanlah, bila jauh dekatkanlah, dan bila haram bersihkanlah, dengan haq dhuha-mu, keindahan-mu, kebagusan-mu, kemampuan-mu, kekuatan-mu dan perlindungan-mu, berikanlah kepadaku apa saja yang engkau berikan kepada hamba-hambamu yang sholeh).

Redaktur: Ulil Hadrawy

Komentar(2 komentar)
Kamis, 28/03/2013 09:17
Nama: Fariq Ubaidillah
Ijazah 'Am
Selayaknya jika dalam web ini juga dicantumkan ijazah2 yg bersifat 'am ataupun khosois dari para Kyai, masyayikh, habaib, guru guru kita dan sesepuh kita sbg sarana menjawab problematika hidup warga nahdiyin pada khususnya dan umat Islam pada umumnya karena itu adalah ciri khas jam'iyyah nahdiyah...terima kasih.
Jumat, 08/03/2013 16:51
Nama: Arif
Permohonan
Assalamu'alaikum wr. Wb Bolehkah saya mengcopy isi artikel ini ke blog saya...
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefNovember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::