Rabu, 27 Agustus 2014
Language :
Find us on:
Syariah 
Penguburan Jenazah Dengan Peti
Jumat, 15/03/2013 10:30

Menurut agama Islam, mengubur jenazah merupakan kewajiban orang hidup. Ingat, bagi orang yang hidup… Kalau diwajibkan bagi orang mati, perihal itu dapat menakutkan kanak-kanak dan membuat sepi pasar.

Tentu saja orang hidup itu harus berakal dan baligh. Agama tidak mengenakan kewajiban itu kepada batu, pohon, binatang liar atau peliharaan, orang kurang kewarasan, kanak-kanak, dan lainnya.

Mengenai penguburan jenazah, sebuah pertanyaan masuk ke surel (surat elektronik) Redaksi NU Online. Apakah hukumnya penguburan jenazah dengan peti?

Para ulama menjawab sesuai dengan keadaan penguburan itu sendiri. Hukum penguburan jenazah menggunakan peti tanpa ada uzur, maka hukumnya makruh. Karena praktik itu terbilang bid‘ah. Lain soal kalau keadaan menuntut penggunaan peti. Untuk kasus terakhir, ulama menyatakan wajib menggunakan peti.

Kitab Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj karya Ibnu Hajar Al-Haitami, mengatakan:

(Šƒ’رŽ‡ دŽ’†‡ Š ا„تŽ‘ابˆ’ت) إج’…Žاع‹ا „أŽ†Ž‘‡ بد’عŽةŒ (إ„اŽ‘ „عذ’ر) ƒŽƒŽˆ’† ا„دŽ‘’† Š’ أŽر’ض †ŽدŠŽة بتŽخ’Š’ ا„تŽ‘ح’تŠŽ‘ة أŽˆ’ رŽخ’ˆŽة بƒŽس’ر أŽˆŽ‘„‡ أŽˆ’ Žت’ح‡ أŽˆ’ ب‡Žا سŽبعŒ تŽح’ر أŽر’ضŽ‡Žا ˆŽا†’ أح’ƒ…Žت’ أŽˆ’ تŽ‡ŽرŽ‘‰ بحŽŠ’ث „اŽ ŠŽض’بط‡ إ„اŽ‘ ا„تŽ‘ابˆ’ت أŽˆ’ ƒŽا†Ž ا…’رŽأŽة‹ „اŽ …Žح’رŽ…Ž „Ž‡Žا Ž„اŽ Šƒ’رŽ‡ „„’…Žص’„ŽحŽة بŽ„’ „اŽ ŠŽب’عد ˆجˆ’ب‡ Š’ …Žس’أŽ„Žة ا„س‘بŽاع ا†’ غŽ„ŽبŽ ˆجˆ’د‡Žا ˆŽ…Žس’أŽ„Žة ا„تŽ‘‡Žر‘Š’. 

“Sesuai kesepakatan ulama, dimakruhkan mengubur jenazah dalam peti, karena termasuk bid’ah, kecuali kalau ada uzur, seperti di tanah yang lembab atau gembur berair atau adanya binatang buas yang akan menggalinya walaupun sudah padat yang sekiranya tidak akan bisa terlindungi kecuali dengan dimasukkan dalam peti, atau jenazah wanita yang tidak punya mahram. Dalam hal ini maka tidak dimakruhkan menggunakan peti mati untuk kemaslahatan, bahkan bila diperkirakan adanya binatang buas, maka hukumnya menjadi wajib.”

Sedangkan kitab I‘anatut Thalibin karya Al-Bakri Muhammad Syatha al-Dimyathi, menyatakan:

 ˆŽƒر‡Ž ص†’دˆ’‚Œ إ„اŽ‘ „†Žح’ˆ †ŽدŽاˆŽة ŽŠŽجب‡ 

“Dimakruhkan mempergunakan peti mati kecuali semisal berada di tanah yang lembab berair, maka hukumnya wajib.”

Keterangan hukum para ulama di atas semoga cukup menjawab pertanyaan yang masuk. Sedangkan perihal bagaimana tata caranya, tidak ada aturan baku. Peraturan itu diserahkan kepada mereka yang mengurus pemakaman asal sesuai dengan nilai etis yang pantas. Wallahu A’lam.


Staf Redaksi: Alhafiz Kurniawan

Komentar(2 komentar)
Jumat, 29/03/2013 09:23
Nama: CAK AHMAD
Peti Jenazah
Al hamdulillah atas jawabannya ,,,,, semoga bermanfaat untuk kami, dan mudah-mudahan bisa memberikan pemahaman kepada jamaah ,,,, terimakasih Nu Online, semoga tambah maju
Jumat, 22/03/2013 09:27
Nama: mahmudin
peti jenazah
artikel yg bagus
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefAgustus 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::