Rabu, 26 November 2014
Language :
Find us on:
Syariah 
Bunga Bank Konvensional Menurut Hukum Islam
Senin, 28/08/2006 15:59

(Keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama di Lampung, 1992)

Para musyawirin masih berbeda pendapatnya tentang hukum bunga bank konvensional sebagai berikut :

a. Ada pendapat yang mempersamakan antara bunga bank dengan riba secara mutlak, sehingga hukumnya haram.
b. Ada pendapat yang tidak mempersamakan bunga bank dengan riba, sehingga hukumya boleh.
c. Ada pendapat yang mengatakan hukumnya shubhat (tidak indentik dengan haram).

Pendapat pertama dengan beberapa variasi antara lain sebagai berikut :
a. Bunga itu itu dengan segala jenisnya sama dengan riba sehingga hukumnya haram.
b. Bunga itu sama dengan riba dan hukumnya haram. Akan tetapi boleh dipungut sementara belum beroperasinya sistem perbankan yang Islami (tanpa bunga).
c. Bunga itu soma dengan riba, hukumnya haram. Akan tetapi boleh dipungut sebab adanya kebutuhan yang kuat (hajah rojihah).

Pendapat kedua juga dengan beberapa variasi antara lain sebagai berikut:
a. Bunga konsumtif sama dengan riba, hukumnya haram, dan bunga produktif tidak sama dengan riba, hukumnya halal.
b. Bunga yang diperoleh dari bank tabungan giro tidak sama dengan riba, hukumnya halal.
c. Bunga yang diterima dari deposito yang dipertaruhkan ke bank hukumnya boleh.
d. Bunga bank tidak haram, kalau bank itu menetapkan tarif bunganya terlebih dahulu secara umum. 

Mengingat warga NU merupakan potensi terbesar dalam pembangunan nasional dan dalam kehidupan sosial ekonominnya, diperlukan adanya suatu lembaga keuangan sebagai pempinjam dan Pembina yang memenuhu persyaratan-persyaratan sesuai dengan keyakina kehidupan warga NU, maka dipandang perlu mencari jalan keluar menentukan sistem perbankan yang sesuai dengan hukum Islam yakni bank tanpa bunga dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. sebelum tercapainya cita-cita di atas, hendaknya sistem perbankan yang dijalankan sekarang ini harus segera diperbaiki.

2. Perlu diatur :1) Dalam penghimpunan dana masyarakat dengan prinsip.
a). Al-Wadi'ah (simpanan) bersyarat atau dlaman, yang digunakan untuk menerima giro (current account) dan tabungan (saving account) serta pinjaman dari lembaga keuangan lain yang menganut sistem yang sama.
b). Al-mudlarabah.

Dalam prakteknya, bentuk ini disebut investment account (deposito berjangka), misalnya 3 bulan, 6 bulan dsb. yang pada garis besamya dapat dinyatakan dalam:
1. General investment account (GIA)
2. Special investment account (SIA)

2). Dalam Penanaman dana dan kegiatan usaha :

a. Pada garis besamya ada 3 kegiatan yaitu :
- Pembiayaan proyek.
- Pembiayaan perdagangan perkongsian
- Pemberian jasa atas dasar upaya melalui usaha patungan, profit sharing dsb.

b. Untuk proyek financing sistem yang dapat digunakan antara lain :
1. Mudharabah muqaradhah
2. Musyarakah syirkah
3. Murabahah
4. Pemberian kredit dengan service change (bukan bunga)
5. Ijarfah
6. Bai'uddain, termasuk di dalamnya bai'ussalam
7. Al-qardul hasan (pinjaman kredit tanpa bunga, tanpa service change)
8. Bai'u bitsumanin aajil

c. Untuk aqriten participation, bank dapat membuka L C (Letter of Credit) dan pengeluaran surat jaminan. Untuk ini dapat ditempuh kegiatan atas dasar:
1. Wakalah
2. Musyarakah
3. Murabahah
4. Ijarah
5. Sewa - beli
6. Bai' ussalam
7. Al-bai'ul aajil
8. Kafalah (garansi bank)
9. Warking capital financing (pembiayaan modal kerja) melalui purshase order denganmenggunakan prinsip murabahah.

d. Untuk jasa-jasa perbankan (banking service) lainnya, seperti pengiriman dan transfer uang, jual beli valuta danpenukarannya dll., tetap dapat dilaksanakandengan prinsip tanpa bunga.

Komentar(10 komentar)
Rabu, 21/09/2011 10:16
Nama: mario
pertanyaan
saya punya dana mengendap di bank, pikir2 drpd dibiarkan mau sy depositokan di mandiri dgn sistem bulanan kira2 halal ato haram ya?
Kamis, 04/11/2010 09:47
Nama: FAJAR IRFANGI
BANK SYARIAH SAMA DENGAN KONVESIONAL
kata bank syariah hanya slogan aza,aktualnya sam dengan yang kinvesional,krn yg terjadi di daerah saya,bagi hasil yang di tentukan itu di depan,dan perbulannya sama,jd intinya cuma ganti istilah aza,dr bunga ke bagi hasil
Jumat, 06/02/2009 06:45
Nama: Achmad Z. Qonian
Pilih Salah Satu
Rosul sudah menegaskan bahwa 'yang halal sudah jelas, yang haram sudah jelas, diantara keduanya adalah syubhat'. Riba termasuk hal yang keharamannya sudah jelas. Hanya saja ribanya bank konvensional tidak sama percis dengan riba yang disebut oleh Rosul. Disinilah Ulama berijtihad. Dan pasti hasil ijtihad mereka akan berbeda. Sebagai ummat, kita tak perlu bingung, ikuti saja pendapat mereka yang cocok dengan hati nurani kita.
Senin, 21/07/2008 18:05
Nama: Rido
duit
si fulan duwe duit buanyak trilyunan, sawahe jembar, gajine okeh, pendapatane okeh lan werno2, nyimpen duit neng umah sebagian, yen keokehan wedi ndak ilang, sodakohe okeh, zakate wis dibayar bahkan berlebih,, turahane duit si fulan disimpen neng ndi,,? enake piye,,, dibagi roto mbek koncone,,? di-enteke wae hingo sisane cukup kanggo maem sedino-dino thok,,? bank2 sekitare tipe konvensinal kabeh, yen syariah wedi bid'ah (biyen ra ono to,,?) njuk piye,,, kanggo nyumbang iraq-iran wae ben le perang menang. Moga berkah lan sabar, okeh duit sukur, sithik yo sukur, pdahal nglakoni yo angel tenan
Ahad, 21/10/2007 00:59
Nama: Iwan
Assalamualaikum
Ass, NU seharusnya bisa lebih tegas lagi menentukan soal bunga Bank ini, karena umat di bawah (termasuk saya sebagai warga NU) sudah bingung sekali tentang hukum bunga bank konvensional ini. Buat mas Fatchur, bagi hasil di bank Syariah beda dengan bunga bank konvensional. bagi hasil tidak ditetapkan dan bersifat fluktuatif atau tidak dapat diramalkan dan tidak pasti, hal ini yang berdasar hadits rasul bahwa k lo tidak pasti maka hukum nya mubah. (hadits lengkap akan saya cantumkan menyusul, Insya Allah)
Sabtu, 07/07/2007 09:56
Nama: Fatchur
bank Syariah
bagi saudara Deddy yg berkomentar tentang bank syariah, anda mungkin harus belajar lebih banyak lagi tentang bank syariah, ternyata bank syariah sama saja dengan bank konvensional cuma ganti istilah misalnya bunga menjadi bagi hasil, kesimpulannya sama saja dan belajar lagi yang giat ya
Selasa, 03/04/2007 03:33
Nama: viko
bunga bank
pointnya lebih pada adil atau tidak sistem perbankan konvesional dewasa ini. Kalau memang adil mengapa kalau bank tak lagi mampu membayarkan simpanan kepada nasabah pemerintah yang harus menaggungnya yang duitnya berasal dari rakyat yang nggak secara langsung menikmati utang.
Rabu, 20/12/2006 16:57
Nama: Deddy
Suku bunga
Assalamu'alaikum.... saya setuju dengan mas misbah, NU harus arif dalam menentukan bunga itu halal atau haram jadi tidak ada kebingungan dalam masyarakat.
Ahad, 15/10/2006 02:55
Nama: Misbah
bunga bank
Saya kira NU harus lebih arif dalam menentukan hukum bungah bank, bank syariah tidak disemua kota di ina ada, kalupun ada cuma 1 apakah tdk monopoli, orang tdk punya pilihan selain simpan uang di bank tsb. (monopoli)
Kamis, 12/10/2006 10:17
Nama: Nahdi
Bunga = Riba ?
Ulama-ulama berbeda pendapat mengenai apakah bunga bank = riba. Jadi, tidak semudah itu untk memaksakan pendapat kita sendiri kpd orang lain, apalagi kita sendiri juga cuma taqlid pd pendapat ulama yg kita percayai.
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 269 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefNovember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::