Sabtu, 26 Juli 2014
Language :
Find us on:
Buku 
Gairah Entrepreneurship Pesantren
Senin, 03/01/2011 08:51
Gairah Entrepreneurship Pesantren
Judul Buku: Entrepreneurship Kaum Sarungan
Penulis: Dr. Jazim Hamidi, S.H.,M.H. & Mustafa Lutfi S.H., M.H.
Penerbit: Khalifa, Jakarta
Terbit: April 2010
Tebal: 292 Halaman
Peresensi: Abdul Halim Fathani*)

Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan pesantren di tengah-tengah masyarakat mempunyai makna strategis. Pesantren yang telah –lama– mengakar di masyarakat, terutama masyarakat pedesaan, merupakan modal kekuatan dalam membangkitkan semangat dan gairah masyarakat untuk meraih kemajuan dalam hidupnya. Menghadapi era globalisasi yang berdampak pada perubahan di pelbagai aspek, kiranya perlu menelisik peran pondok pesantren dalam “menyambut” dan “mengapresiasi” gejala modernisasi yang melanda masyarakat.

Modernisasi merupakan proses transformasi yang tidak mungkin dapat dihindari, dan karena itu semua kelompok masyarakat termasuk masyarakat pesantren harus siap menghadapi dan perlu menanggapi arus modernisasi secara kritis namun terbuka. Indegenousitas pesantren kontras berbeda dengan praktik pendidikan pada lembaga pendidikan lainnya, sehingga dinamika sekaligus problematika yang muncul kemudian, juga menampilkan watak yang khas dan eksotik.

Di era globalisasi sekarang ini, fenomena globalisasi yang begitu cepat membawa implikasi akselerasi dalam pelbagai aspek, yang merupakan jawaban atas penerapan teknologi tinggi. Dalam fase inilah, pesantren semakin menghadapi tantangan yang tidak ringan dan lebih kompleks ketimbang periode waktu sebelumnya, sehingga pesantren dituntut dapat menunjukkan eksistensinya dapat diakui oleh pihak manapun, termasuk membangun- kembangkan mental entrepreneur.

Pesantren dengan pelbagai kelebihan dan kelemahannya –diakui atau tidak– memiliki potensi kemandirian yang patut dicontoh oleh lembaga maupun institusi pendidikan lain. Pesantren lahir bukan untuk kepentingan komersialiasasi pendidikan dan orientasi bisnis oleh pendirinya. Tetapi, pesantren dan kaum sarungannya selalu istiqamah berikhtiar untuk menopang kehidupan yang berorientasi pada fi al-dunya hasanah dan fi al-akhirati hasanah. Di sisi lain, tradisi dan eksistensi pesantren yang dikembangkan merupakan penjelmaan nilai-nilai Islam yang dianut sebagai implementasi dari hablun min al-naas dan hablun min Allah.

Dalam perspektif lain, eksistensi pesantren bukan semata lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan, melainkan juga dapat menjadi pusat penggerak ekonomi (baca: mental entrepreneurship) bagi masyarakat pedesaan. Dalam sejarah perkembangannya, pesantren telah berhasil menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan kepada para santri yang kemudian menjadi pengusaha-pengusaha pribumi.

Etos kewirausahaan pesantren terbentuk dengan merujuk pada ajaran Islam sebagai pijakan dan kata kunci. Al-Quran dan Hadits mengandung banyak doktrin maupun keteladanan untuk melakukan kegiatan berwirausaha yang baik. Oleh karenanya, merupakan keniscayaan bagi pesantren untuk dapat melahirkan entrepreneurship yang dapat mengisi lapisan-lapisan usaha kecil dan menengah yang handal dan mandiri yang memegang teguh nilai-nilai islami.

Upaya mengembangkan entrepreneurship di pendidikan pesantren merupakan suatu keniscayaan. Pendidikan pesantren dituntut untuk mampu melahirkan individu-individu yang memiliki kreativitas, berani, dan mampu belajar sepanjang hayat. Dengan tumbuhnya jiwa entrepreneurship pada generasi muda (baca: kaum santri), mereka tidak lagi terfokus menjadi generasi pencari kerja semata yang justru menghasilkan banyak pengangguran terdidik “yang bersarung”. Pendidikan entrepreneurship di pesantren diharapkan mampu memberi bekal agar lulusannya menjadi kreatif melihat peluang berusaha dan mengatasi pelbagai permasalahan yang dihadapinya.

Buku yang ditulis oleh saudara Jazim Hamidi dan Mustafa Lutfi, ini memiliki kontribusi riil dan energi positif terhadap gairah entrepreneurship di pesantren Secara umum buku ini tidak hanya mengupas persoalan-persoalan yang fundamental, sesekali juga membahas persoalan filosofis, teoretis, dan juga pragmatis terkait dengan keberadaan dan fungsi kaum santri dalam mengembangkan entrepreneurship di pesantren.

Kelebihan lain dari buku ini adalah substansi yang sarat akan muatan filosofis tapi penulis telah mampu mengungkap dalam bahasa yang lugas, sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca pada segala lapisan masyarakat dan selamat membaca. [ahf]

Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang
Komentar(2 komentar)
Selasa, 08/10/2013 12:52
Nama: MOHAMAD RODHI
ingin punya buku Enterprener Kaum Sarungan.
Mohon bisa bantu bagaimana cara mendapatkan buku tersebut, soalnya di toko2 buku sudah tidak ada barangnya.......
Kamis, 28/03/2013 13:37
Nama: zainal muttaqin
pesen buku
bukune bagus ! mau dong ... gmn caranya ... hargane berapa
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefJuli 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
::::Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah melalui LAZISNU. Rekening zakat: BCA 6340161473 MANDIRI 1230004838951. Infaq: BCA 6340161481 MANDIRI 1230004838977 :::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Transaksi pembelian di Toko NU Online untuk sementara ditutup per 24 Juli-13 Agustus 2014::::