Kamis, 31 Juli 2014
Language :
Find us on:
Buku 
Sejarah dan Manfaat Burdah bagi Manusia
Senin, 19/09/2011 14:11
Sejarah dan Manfaat Burdah bagi Manusia

Judul : Qashidah Burdah
Penulis : KH. M. Syarwani Abdan
Penerbit : Muara Progresif
Cetakan: I, Januari 2011
Tebal : xv+175 Halaman
Peresensi : Junaidi*

Qashidah Burdah terdiri dari 160 bait, hampir menjadi Qashidah yang paling penting dalam pujian kepada Nabi. Oleh sebab itu, para ulama di selurah dunia Islam menyambutnya dengan penuh simpatik dan hormat. Sehinnga dalam suatu riwayat bahwasanya Ibnu Khaldun seorang yang berasal dari Hadramaut pernah menghadiahkan Qashidah Burdah tersebut kepada Timur Lank.

Pada tahun-tahun terakhir sebelun ayahanda Syarwani Abdan meninggal dunia, ia telah sempat menulis terjemahan Qishidah Burdah karya imam Albushiry. Namun terjemahan  tersebut tidak sampai selesai, hanya sampai pada bait; “wakasshirooti wa kalmizaani ma’dilatan falqisthu min ghairihaa fil naasi lam yaqumi”. Hal itulah yang memotivasi Alfaqir untuk meneruskan terjemahan tersebut sampai bait terakhir untuk selanjutnya bisa kiranya diterbitkan dan dipublikasikan, mengingat pentingnya isi dan uraian yang telah ia susun agar Qashidah Burdah yang tersohor di seantero dunia ini benar-benar dapat dipahami dan dihayati, bukan dilantunkan saja. Akhirnya pada tahun ini yakni tahun 2011, terjemahan Qashidah Burdah yang ditulis oleh Syarwani Abdan dapat dicetak meski dalam format yang sederhana, namun, isi dari buku ini ckup bagus untuk diamalkan oleh siapa saja dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam buku Syarwani Abdan ini ada beberapa ulasan tentang penulis Qashidah Burdah yakni iman Albushiry. Imam Albushiry adalah pribadi terkemua seorang seorang yang alim lagi mengamalkan ilmunya, seorang shaleh yang tenggelam dalam mencintai Allah dan Rasulullah-Nya. Nama lengkapnya adalah Abu Abdillah Muhammand bin Sa’id bin Hammad bin Abdillah bin Alshonhaji Albushiry Almishry, asal keturunan dari Maghrib (Moroko) dari Qal’ah Hammad, dari suku yang dikenal dengan bani Habnun. Ia dilahirkan di daerah Dallas pada hari selasa tanggal 01 Syawwal 608 H. dan wafat di Iskandariyah pada tahun 696 H. dan makamnya terkenal di Iskandariyah. Lokasinya bersambung dengan masjid Jami’. Dinding makamnya diukir dengan beberapa bait syair Burdah dengan kaligrafi yang begitu indah. Masjid tersebut tidak begitu jauh dari masjid dan makam gurunya, imam Abul Abbas Almursy. Dan ayah beliau berasal dari Mesir daerah Bushir, salah satu desa Mesir Atas (Mesir pedesaan).

Imam Albushiry mempunyai kumpulan syair yang dicetak, diantaranya yang sangat terkenal adalah Qashidah Burdah. Banyak penyair terkenal mengarang syair-syair menapaktilasi dan banyak ulama menulis penjelasan dan uraian Qashidah Burdah tersebut. Burdahterdiri dari beberapa unsur, di bagian depan syairnya berisi tentang teringat kepada kekasih, kerinduan, dan cinta, berikutnya berisi tentang peringatan dari godaan hawa nafsu, kemudian pujian-pujian kepada Nabi, tentang kelahiran dan beberapa mukjizatnya. Selanjutnya berisi tentang Alquran, isra’ mi’raj, jihad dan tawassul.

Syarwani Abdan dalam buku terjemahan Qashidah Burdah menuliskan beberapa keunggulan dari Qashidah Burdah tersebut, dari rangkaian syair dan isinya. Begitu juga tak kalah penting, di dalam buku ini juga dipaparkan beberapa khasiat dan faedah dari Qashidah Burdah, yaitu; ada lima bait Qashidah Burdah yang apabila ada seseorang curiga terhadap istri, anak perempuan atau salah seorang kelurganya, handaknya ia menuliskan lima bait Qashidah Burdah tersebut di atas daun limau dan diletakkan di tangan kiri orang yang dicurigai sewaktu tidur, lalu ia mendekatkan mulut di telinganya, niscaya yang dicurigai itu akan mengatakan apa saja yang telah dilakukannya baik atau buruk. Begitu juga untuk orang yang dicurigai sebagai pencuri.

Dari Qashidah Burdah itu, setiap baitnya memiliki beberapa khasiat dan faedah yang berbeda, dan begitu juga tata cara penggunaan atau pengamalannya. Selain keindahan syairnya, itu senua sangat bermanfat jika diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam setiap bait, Qashidah Burdah memiliki syair yang sangat indah. Nilai-nilai estetikanya menjadikan imam Albushiry, penyair yang tak tertandingi sepanjang sejarah. Burdah senantiasa dilantunkan di berbagai penjuru dunia, itu karena imam Abushiry menulisnya dengan sepenuh hati. Kecintaannya kepada Allah dan Rasulullah Saw. mampu mengesampingkan cintanya terhadap yang lain. Bahkan kekuatan cinta akan ikut mengalir pada siapapun yang meresapi kedalaman maknanya. Rindu selalu membuat orang berharap kehadiran sang kekasih. Dan Burdah pula yang akhirnya mampu menghadirkan sang kekasih Rasulullah Saw. dalam mimpinya. Sehingga penyakit lumpuh yang dideritanya menjadi sembuh. Alunan Burdah juga mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Sehingga Burdah sampai saat ini masih terus dilantunkan oleh kaum Muslimin di sebagian Negara Islam, bahkan Negara-negara di dunia sampai ke Amerika.

.Buku ini selain mengupas batapa indahnya Qashidah Burdah juga dibahas mengenai manfaat dan faedahnya, Burdah tidak hanya untuk dilantunkan tapi juga banyak digunakan untuk mengobati segala macam penyakit dan mengatasi segala problem hidup.

* Mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya, jurusan Sastra Inggris

Komentar(3 komentar)
Sabtu, 31/03/2012 00:08
Nama: dedy
nanya
kalau mau beli buku tersebut kira-kira dimana ya?
Jumat, 18/11/2011 20:38
Nama: Ajim
Mohon Info
Mohon informasi, dimana aku bisa membelinya ? No Flexiku: 0511-723 5960
Sabtu, 24/09/2011 02:19
Nama: Syehk Dhemarateh
hilangkan kesusahan
Pengalaman!!! Sholawat burdah yang dibaca gusdur, jika orang sedang susah, sedih dan sejenisnya, jika dibaca dengan hati yang menghadap Tuhan. Dapat dipastikan Allah akan merubahnya dengan kesenangan!!!!!!!!!!!!!
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefJuli 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
::::Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah melalui LAZISNU. Rekening zakat: BCA 6340161473 MANDIRI 1230004838951. Infaq: BCA 6340161481 MANDIRI 1230004838977 :::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Transaksi pembelian di Toko NU Online untuk sementara ditutup per 24 Juli-13 Agustus 2014::::