Sabtu, 01 November 2014
Language :
Find us on:
Buku 
Tahlilan Yasinan itu Haram?
Senin, 02/04/2012 13:42
Tahlilan Yasinan itu Haram?

Judul : Benarkah Tahlilan & Kenduri Haram?

Penulis : Muhammad Idrus Romli

Editor: Achmad Ma’ruf Asrori

Penerbit: Khalista, Surabaya

Cetakan: I, 2012Tebal: v + 82 hlm.

Peresensi: Ach. Tirmidzi Munahwan



Buku kecil “Bernarkah Tahlilan dan Kenduri Haram”, yang sederhana ini ditulis oleh salah seorang anak muda NU dan sangat produktif menulis berasal dari Jember. Kehadiran buku ini dilatar belakangi saat penulis mengisi acara daurah pemantapan Ahlussunnah Waljama’ah di salah satu Pesantren di Yogyakarta. Ketika sampai dalam sesi tanya jawab, ada salah seorang peserta mengajukan pertanyaan kepada penulis tentang hukum selamatan kematian, tahlilan dan yasinan. Selain itu penaya juga memberikan selebaran Manhaj Salaf, setebal 14 halaman dengan kumpulan artikel berjudul “Imam Syafi’i Mengharamkan Kenduri Arwah, Tahlilan, Yasinan dan Selamatan”.

Tradisi tahlilan, yasinan, dan tradisi memperingati 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, dan 1000 hari orang yang meninggal dunia adalah tradisi yang telah mengakar di tengah-tengah masyarakat kita khususnya di kalangan warga nahdliyin. Dan tradisi tersebut mulai dilestarikan sejak para sahabat hingga saat ini, di pesantrenpun tahlilan, yasinan merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap hari setelah shalat subuh oleh para santri. Sehingga tahlilan, yasinan merupakan budaya yang tak pernah hilang yang senantiasa selalu dilestarikan dan terus dijaga eksistensinya. 

Seiring dengan lahirnya aliran-aliran baru seperti aliran wahabi atau aliran salafi yang telah diceritakan oleh penulis, tradisi tahlilan dan yasinan hanyalah dianggap sebatas budaya nenek moyang yang pelaksanaannya tidak berdasarkan dalil-dalil hadits atau al-Qur’an yang mendasarinya. Sehingga aliran Wahabi dan Aliran Salafi menolak terhadap pelaksanaan tradisi tersebut, bahkan mereka menganggapnya perbuatan yang diharamkam. 

Tahlilan, yasinan  merupakan tradisi yang telah di anjurkan bahkan disunnahkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Yang di dalamnya membaca serangkaian ayat-ayat al-Qur’an, dan kalimah-kalimah tahmid, takbir, shalawat yang di awali dengan membaca al-Fatihah dengan meniatkan pahalanya untuk para arwah yang dimaksudkan oleh pembaca atau yang punyak hajat, dan kemudian ditutup dengan do’a. Inti dari bacaan tersebut ditujukan pada para arwah untuk dimohonkan ampun kepada Allah, atas dosa-dosa arwah tersebut.

Seringkali penolakan pelaksanaan tahlilan, yasinan, dikarenakan bahwa pahala yang ditujukan pada arwah tidak akan menolong terhadap orang yang meninggal. Padahal telah seringkali perdebatan mengenai pelaksanaan tahlil di gelar, namun tetap saja ada pihak-pihak yang tidak menerima terhadap adanya tradisi tahlil dan menganggap bahwa tahlilan, yasinan adalah perbuatan bid’ah. 

Para ulama sepakat untuk terus memelihara pelaksanaan tradisi tahlil tersebut berdasarkan dalil-dalil Hadits, al-Qur’an, serta kitab-kitab klasik yang menguatkannya. Dan tak sedikit manfaat yang dirasakan dalam pelaksanaan tahlil tersebut. Diantaranya adalah, sebagai ikhtiyar (usaha) bertaubat kepada Allah untuk diri sendiri dan saudara yang telah meninggal, mengikat tali persaudaraan antara yang hidup maupun yang telah meninggal, mengingat bahwa setelah kehidupan selalu ada kematian, mengisi rohani, serta media yang efektif untuk dakwah Islamiyah. 

Buku ini menguraikan secara rinci tentang hukum kenduri kematian, tahlilan, yasinan, dan menjelaskan khilafiyah ulama salaf memberikan makanan oleh keluarga duka cita kepada orang-orang yang berta’ziah. Karena dikalangan ulama salaf masih memperselisihkan bahwa, memberikan makanan kepada orang-orang yang berta’ziah, ada yang mengatakan makruh, mubah, dan sunnah. Namun dikalangan ulama salaf sendiri tidak ada yang berpendapat tahlilan, yasinan merupakan perbuatan yang diharamkan. Bahkan untuk selamatan selama tujuh hari, berdasarkan riwayat Imam Thawus, justru dianjurkan oleh kaum salaf sejak generasi sahabat dan berlangsung di Makkah dan Madinah hingga abad kesepuluh hijriah (hal. 13).

Menghadiahkan amal kepada orang yang telah meninggal dunia maupun kepada orang yang masih hidup adalah dengan media do’a, seperti tahlilan, yasinan, dan amalan-amalan yang lainnya. Karena do’a pahalanya jelas bermanfaat kepada orang yang sudah meninggal dan juga kepada orang yang masih hidup. Seorang pengikut madzhab Hambali dan murid terbesar Ibnu Taimiyah, yaitu Ibnul Qoyyim al-Jauziyah menegaskan pendapatnya, seutama-utama amal yang pahalanya dihadiahkan kepada orang yang meninggal adalah sedekah. 

Adapun membaca al-Qur’an, tahlil, tahmid, takbir, dan shalawat dengan tujuan dihadiahkan kepada orang yang telah meninggal dunia secara sukarela, ikhlas tanpa imbalan upah, maka hal yang demikian sampailah pahala itu kepadanya. Karena orang yang mengerjakan amalan yang baik atas dasar iman dan ikhlas telah dijanjikan oleh Allah akan mendapatkan pahala. Artinya, pahala itu menjadi miliknya. Jika meniatkan amalan itu untuk orang lain, maka orang lain itulah yang menerima pahalanya, misalnya menghajikan, bersedekah atas nama orang tua dan lain sebagainya.

Dengan demikian, buku ini layak dibaca oleh semua kalangan manapun baik yang pro maupun yang kontra terhadap adanya tradisi tahlilan dan yasinan. Agar supaya tradisi tahlilan dan yasinan yang sudah akrab ditengah-tengah masyarakat tidak lagi terus dipertanyakan mengenai kekuatan dalilnya. Sehingga agar tumbuh saling pengertian dan membangun solidaritas antar sesama muslim. Membaca buku kecil dan sederhana ini, pembaca akan mengetahui secara jelas terhadap dalil-dalil bacaan tahlilan, yasinan yang selama ini dikatakan haram dan perbuatan bid’ah. Wallahu a’lam

* Dosen Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Banyuwangi

Komentar(10 komentar)
Jumat, 27/09/2013 09:47
Nama: rudi gustaman
sikap terhadap tahlillan yasinan
saya rasa tdk perlu di perdebatkan, bagi saudara2 yg tdk mau tahlilan yasinan ya sdh, da perlu mengatakan itu haram, akan tetapi bagi saudara kita yg tahlilan yasinan juga da apa2 toh muatan di dlm tahlilan yasinan itu tidak ada yg menyimpang bahkan itu sangat indah dalam konteks hablum minallah dan hablum minannas untuk mengingatkan kita semua bahwa kita akan kembali semua kepadanya.perbendaan itu akan menjadi indah apa bila kita saling menghargai bukan saling mencaci
Selasa, 17/09/2013 11:22
Nama: Masnun Tholab
Mari Berdoa Bersama
Ya Allah, Ya Ghofur, Ya Rahim, Ampunilah semua dosa dan kesalahanku, istri dan anak-anakku,ayah dan ibuku,kakek dan nenekku, serta saudara-saudaraku kaum muslimin dan muslimat,baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia. Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Robbal ‘alamin, Limpahkanlah Berkah, Rahmat, dan RizkiMu kepada keluarga kami, mudahkanlah segala urusan kami, bebaskanlah kami dari segala kesulitan hidup yang kami alami. Hindarkanlah kami dari azab kubur dan siksa api neraka. Amiin, ya Robbal ‘alamiin.
Selasa, 02/07/2013 15:59
Nama: haryadi
lakukan sesuai keyakinan
Tidak ada dalil yang melarang Tahlilan. Penting juga baca Al Quran secara utuh, memahami isinya dan mengamalkannya.
Sabtu, 29/06/2013 08:48
Nama: prayit
sip..
sip...................
Ahad, 16/06/2013 20:23
Nama: m syafii
kecerdasan dalam organisasi islam
assalamu'alaikum ----permisi gan.....' saya menginginkan dari NU tuk sering mengajarkan pengetauan tentang aswaja ke masyarakat pedesaan kebanyakan mereka di NU hanya ikut2tan tapi kurang faham apa NU yg sebenarnya secara mendalam biasanya dari NU yg turba hanya bualan puasa saja / khutbah jumat saja 3 bulan sekali semoga alloh mengirmkan para asatiidz melaulwi organisasi ini bisa mengirmkan / mebibng masyarakat pedesaan ----
Kamis, 06/06/2013 18:35
Nama: solo raya
pelit dan kikir
biasanya orang yg melarang dan menentang klo yasinan dan tahlil itu haram adalah orang yg jarang sedekah dan kikir, dan tak mau bersosialisasi dengan masyarakat lainya orang jawa bilang Menungso Tatanane Angel (MTA) mari kita bersatu untuk mempertahankan keberadaan Yasinan dan Tahlilan...
Kamis, 06/06/2013 03:24
Nama: Admin Khalista
Cara mendapatkan buku Benarkah Tahlilan & Kenduri Haram?
Buku ini bisa didapatkan melalui toko buku dan agen buku terdekat atau melalui situs penerbit buku ini www.khalista.com. Adapun keterangan lebih lanjut mengenai buku ini bisa dilihat pada link berikut http://www.khalista.com/products-page/amalan/benarkah-tahlilan-dan-kenduri-haram/ Terima kasih
Rabu, 10/04/2013 11:17
Nama: entin sunengsih
yasinan itu sangat baiik
surat yasin merupakan jantungnya Al-quran apabila dibacakan untuk orang yg sudh mninggal mka akn diringankan dari siksa kubur...Rasulullah SAW brsabda : Bila sesorang telah meninggal dunia terputus untuknya pahala segala amal kecuali dari 3 hal yang tetap kekal yaitu :sadaqah jariyah,ilmu yang bermanfaat dan anak soleh yang sellalu mendoakan'nya,,,(HR.Imam Bukhari dan Muslim) jadi tahlilah adalah penyampaian dan doa
Selasa, 09/04/2013 12:15
Nama: mohammad soleh
opini saya (orang awam)
ya,, saya stju dgn acara tahlil yasin.. selama dilaksanakan dengan pemahaman yang matang. menurut saya yang perlu di tekankan adalah pemahaman akan niat melangsungkannya.. jika diniatkan untuk berkumpul, berdoa maka saya sangat setuju karna momont tsb bsa jdi pembelajaran bg kta skaligus mengingatkan kta pada sng kholiq. trlpas mslh maasyarakat masa kni yg cndrung hanya memilih yasin drpda alquran, it yg prlu dgaris bawahi.. tapi stahu saya tahlil dn yasin hanya sring dlaksanakan pada momen2 trtntu, dn kta alhamdulillah lbih sering membaca dan mengkaji alquran. bahkan di desa jatinom klaten, dsana bkan hanya tahlil dan yasin sj yg dibacakan untk sang almarhum, tetapi juga ALQURANUL KARIM sampai khatam.. berarti jelas, bahwa yasin tahli hanya sarana yg dtujukan untuk memudahkan masy awam agr mau brsama2 memulai amal baik.. maaf jika banyak salah, dan silahkan dikoreksi.. Jazakumullah Khioron Katsiron
Kamis, 04/04/2013 12:57
Nama: Laundry Pabrik
Pro Tahlilan
Menurut saya.. Hal seperti itu harus tetap dijaga. karena dapa menyatukan hubungan silahturahmi, ingat mati, dan tambah ilmu.
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefNovember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::