Rabu, 19 Juni 2013
Language :
Find us on:
Buku 
Menautkan "Dua Ledakan”
Senin, 02/07/2012 10:37

Tags:

Space Iklan
300 x 80 Pixel

Judul buku: Banyak Anak Banyak Pejuang, Ledakan Penduduk Feat Fundamentalisme Agama
Penulis : Soffa Ihsan
Kata Pengantar : Dr KH Said Aqil Siradj MA dan Dr dr Sugiri Syarif MPA
Tahun terbit : Mei 2012
Penerbit : Daulat Press, Jakarta
Jumlah halaman : 160 + XXV hal
Peresensi: Alfanny*

Siapa sangka, saat ini banyak yang memandang bahwa ledakan penduduk saat ini dipandang telah menjelma menjadi ancaman selaksa bom yang setiap saat bisa meledak. Coba saja kita simak, pemerintah mulai terpanggang resah hingga harus bercuap-cuap kembali demi revitalisasi Keluarga Berencana (KB). Dulu Keluarga Berencana mendulang sukses. Seiring waktu dengan memancangnya reformasi, Keluarga Berencana justru menjadi ‘mati suri’. Kini, seakan terjadi  ‘siuman nasional’, tiba-tiba dihadapan negeri ini terpampang fakta laju jumlah penduduk yang dihitung-hitung telah menengger pada angka ‘kritis’. 

Disebalik fakta itu, pemahaman keagamaan berhaluan puritan-fundamentalis melesak dan seolah memicu ‘ledakan’ baru. Kemilau modernisasi dan globalisasi mendapat tandingan lewat pergerakan keagamaan yang menyala-nyala. Kampanye ‘cukup dua anak’ menuai resistensi yang tandas dan gahar via kesadaran keagamaan untuk berpinak anak. Gerakan-gerakan keagamaan bersigap menciptakan ‘sub kultur’ secara berdikari dengan mengkhotbahkan pentingnya memperbanyak anak. Lahirlah semangat jihad ‘banyak anak banyak pejuang’. 

Dikalangan muslim yang berpaham puritan dan fundamentalis seringkali menggemborkan bahwa kontrol populasi merupakan praktek paling dasar dari seluruh konspirasi Barat yang diadopsi dari ritual kaum pagan. Praktek ini sangat banyak jenis ragamnya termasuk  program KB dan kondomisasi. Bahkan, menurut tudingan mereka, kaum pagan sudah mematok awal program yang akan mengurangi jumlah umat manusia secara drastis. Berbagai upaya yang disebutkan diatas dikaitkan dengan pencegahan pertambahan populasi penduduk muslim. Ketakutan pertambahan penduduk pada negeri-negeri muslim ditutup-tutupi dengan jargon-jargon kepedulian terhadap angka kematian ibu, memberi kesempatan untuk hidup sejahtera, adanya kesulitan pemenuhan konsumsi barang produksi karena SDA terbatas, dan lain-lain.

Sebagian kelompok fundamentalis itu memang tidak berhenti pada penghayatan teologi skripturalistiknya semata, melainkan terus berlanjut pada sikap militan dalam beragama. Kita tahu bahwa militansi keberagamaan meniscayakan dua penyikapan secara sekaligus; positif dan negatif. Ke dalam, seorang militan akan bertindak positif bahwa kelompoknya adalah kawan dan teman seperjuangan yang harus dibela. Sementara ke luar, ia akan bersikap negatif dengan memandang kelompok lain sebagai musuh dan ancaman yang harus diserang. 

Adakah keterkaitan kedua ‘ledakan’ ini? Apakah bangkitnya fundamentalisme agama menjadi “katup” pemicu terjadinya ledakan penduduk? Selama ini fundamentalisme kerapkali ditautkan dengan radikalisme dalam beragama. Adanya nyalak bom atau kekerasan bernuansa agama menjadi beberapa contoh identifikasi terhadap fundamentalisme agama. Jelas saja, kajian seperti ini sudah lazim atau popular dikalangan pemerhati keagamaan dan juga khalayak luas. Akan tetapi, ketika ditautkan dengan ledakan penduduk, sudah tentu hal ini akan membuat penasaran. Apanya yang terkait? Memang ada fakta dikalangan mereka yang berfaham keagamaan fundamentalis-puritan, dalam hal memiliki anak terlihat sangat berpinak. Lahirnya klub-klub poligami dikalangan komunitas muslim membuktikan kuatnya  “akidah” memperbanyak anak. Soalnya, dengan memiliki anak diyakini sebagai langkah mengikuti perintah Rasulullah yang dalam sebuah haditsnya menganjurkan banyak anak.. 

Nah, buku ini mencoba membidik dua fakta yang nyaris terlewatkan itu. Melalui pendarasan empirik dan telaah pustaka, buku ini menghadirkan kepenasaran dan simpulan yang cukup mengejutkan. Penulis rasanya cukup berhasil mengungkap fakta-fakta keterkaitan antara ledakan penduduk dan fundamentalisme agama.


* Ketua Forum Alumni PMII UI

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel

Android

Blackberry

iPhone
Buletin Jumat
Senin, 27/02/2012 13:00
Secara bahasa Dzikir dapat dimaknai dengan mengingat Allah swt. Makna ini terkesan sangat abstrak sekali, lalu bagaimanakah dzikir itu sebenarnya?...
Polling
NU harus mengembangkan sektor dunia usaha untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan. Menurut anda, siapa yang harus bergerak
NU sebagai organisasi yang membentuk badan usaha dan menjalankannya
Orang NU saja yang berbisnis, dan mendistribusikan sebagian keuntungannya untuk organisasi
Tidak tahu
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefJuni 2013Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
Space Iklan
305 x 120 Pixel
>>> PBNU turut berbelasungkawa atas meninggalnya Ketua MPR RI H. Taufiq Keimas. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT >>> Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email: redaksi@nu.or.id >>>