Jumat, 25 Juli 2014
Language :
Find us on:
Buku 
Sejarah Tahlil
Senin, 25/02/2013 10:14
Sejarah Tahlil

Judul Buku : Sejarah Tahlil
Penulis : KH Muhammad Danial Royyan
Tebal : viii, 72
Penerbit : LTN NU Kendal bekerjasama dengan Pustaka Amanah Kendal
Cetakan : pertama, 17 Februari 2013
Peresensi : Fahroji

Munculnya kembali ideologi dan faham Salafi Wahabi dengan berbagai bentuk organisasinya yang telah menyebar ke tengah masyarakat lintas bangsa dan negara (ideologi transnasional) sekarang ini yang cenderung memusyrikkan dan membid’ahkan amaliah yang sudah ada, maka, mau tidak mau semua hal yang berkaitan dengan amaliah agama harus diketahui lengkap dengan dalil-dalilnya.

Kondisi tersebut telah menimbul keprihatinan di kalangan ulama dan pengurus NU di berbagai wilayah dan cabang, salah satunya PCNU Kendal. KH Muhammad Danial Royyan penulis buku ini yang juga ketua tanfidziyah PCNU Kendal periode 2012-2017 menuangkan kegelisahannya dengan menulis buku Sejarah Tahlil. Tradisi Tahlilan yang merupakan salah satu sasaran tembak bagi kaum salafi wahabi perlu mendapatkan pembelaan agar kaum Nahdliyyin tidak menjadi ragu atas amaliah yang dilakukan secara turun-temurun dan masih berkembang di masyarakat hingga saat ini.

Buku Sejarah Tahlil yang dicetak dalam ukuran saku tersebut memaparkan bagaimana tradisi bacaan Tahlil sebagaimana yang dilakukan kaum muslimin sekarang ini tidak terdapat secara khusus pada zaman nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Tetapi tradisi itu mulai ada sejak zaman ulama muta’akhirin sekitar abad sebelas hijriyah yang mereka lakukan berdasarkan istimbath dari Al Qur’an dan Hadits Nabi SAW, lalu mereka menyusun rangkaian bacaan tahlil, mengamalkannya secara rutin dan mengajarkannya kepada kaum muslimin.

Dalam buku tersebut juga diulas siapa sebenarnya yang pertama kali menyusun rangkaian bacaan tahlil dan mentradisikannya. Menurut penulis buku ini, hal tersebut pernah dibahas dalam forum Bahtsul Masail oleh para kyai Ahli Thariqah. Sebagian mereka berpendapat bahwa yang pertama menyusun tahlil adalah Sayyid Ja’far Al- Barzanji. Sedangkan pendapat yang lain mengatakan bahwa yang menyusun tahlil pertama kali adalah Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad.

Dari dua pendapat tersebut, pendapat yang paling kuat tentang siapa penyusun pertama tahlil adalah Imam Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad. Hal itu didasarkan pada argumentasi bahwa Imam Al- Haddad yang wafat pada tahun 1132 H lebih dahulu daripada Sayyid Ja’far Al – Barzanji yang wafat pada tahun 1177 H.

Pendapat tersebut diperkuat oleh tulisan Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam syarah Ratib Al Haddad, bahwa kebiasaan imam Abdullah Al Haddad sesudah membaca Ratib adalah bacaan tahlil. Para hadirin yang hadir dalam majlis Imam Al Haddad ikut membaca tahlil secara bersama-sama tidak ada yang saling mendahului sampai dengan 500 kali.

Disamping mengulas sejarah tahlil, buku setebal 72 hal itu juga membahas argumentasi tahlil dan pahala bacaanya yang diyakini bisa sampai kepada mayyit. Pada bab-bab berikutnya penulis juga mengupas tentang talqin dan ziarah kubur lengkap dengan pengertian, tatacara dan argumentasi pelaksanaannya. Buku ini wajib dibaca oleh warga Nahdliyyin di Kendal karena memang diterbitkan dalam rangka penggalian dana NU Kendal dan menggantikan model penggalian dana dengan lewat stiker. Sungguhpun demikian buku ini juga perlu dibaca oleh warga NU dimana saja berada.

Peresensi adalah kontributor NU Online Kendal

Komentar(8 komentar)
Rabu, 06/03/2013 20:09
Nama: chi'o
OK
Dgn adanya buku ini mudah2an wrga Nahdliyin tdk bingung dlm menanggapi kelompok yang mengatakan tahlil kwi Bid'ah. Cara mendaptkan buku, bgmn? Mhn konfirmasinya!
Selasa, 05/03/2013 01:29
Nama: machmudi
ingin punya
bagaimana untuk memperolehnya , saya di perbatasan gresik - surabaya
Senin, 04/03/2013 21:36
Nama: moehammadtari
Terima Kasih dengan Terbitnya buku sejarah Tahlil
Dengan terbitnya buku sejarah tahlil ini, warga Nahdyyin wajib membacanya karena mengamalkan tapi tidak tahu dasarnya , itu yang sering dibilang bid'ah oleh kaum wahabi
Jumat, 01/03/2013 09:32
Nama: arief
buku tahlil
pesan bukunya di mana pak
Selasa, 26/02/2013 21:48
Nama: ma'ruf wiyoso
perjuangkan NU
Asslm\'alkum.sebarkan dan publikasikan dg segera buku sjarah tahlilnya. Ke seluruh jawa, hal ini akan sngt membantu kaum nahdliyin dlm menghadang serangan oleh aliran salafi. Dipurbalingga sudah sngt memprihatinkn mengenai ahlul bid\'ah oleh kaum salafi tsbt. Klo bs tlong paketkan ke ranting purblingga agar kami bs dg mudah mendptkn buku tsb. Wassalam.
Senin, 25/02/2013 18:58
Nama: abu muhammad
bersyukur
Nahdliyin sangat gembira dan bersyukur atas terbitnya buku ini, semoga bermanfaat. Amiiiin
Senin, 25/02/2013 12:08
Nama: abuidaermaina
Sejarah Tahlil
Lepas dari motif penerbitannya, buku semacam ini perlu dibaca dan dikaji kaum Nahdliyyin khususnya dan ummat islam pada umumnya untuk memperkuat keyakinan terhadap amalan yang sudah biasa dilakukan sehari-hari sehingga ada "ilmunya". Kepada penulis patut diapresiasi atas ketelatenannya menghimpun sumber-sumber informasi.
Senin, 25/02/2013 10:34
Nama: M.APTO
dimana didapatkan?
ikut berbahagia dg terbitnya buku ini. siapa penerbitnya? dimana bisa didapatkan? berapa harganya?
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefJuli 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
::::Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah melalui LAZISNU. Rekening zakat: BCA 6340161473 MANDIRI 1230004838951. Infaq: BCA 6340161481 MANDIRI 1230004838977 :::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Transaksi pembelian di Toko NU Online untuk sementara ditutup per 24 Juli-13 Agustus 2014::::