Sabtu, 01 November 2014
Language :
Find us on:
Buku 
Meneladani Jejak KH. Hamim Jazuli
Senin, 20/08/2007 06:00
Meneladani Jejak KH. Hamim Jazuli
Judul Buku: Perjalanan dan Ajaran Gus Miek
Penulis: Muhammad Nurul Ibad
Editor: Fahruddin Nasrullah & A. Muhaimin Azzet
Penerbit: Pustaka Pesantren, Yogyakarta
Cetakan: I, Februari 2007
Tebal: xx + 336 halaman
Peresensi: Noviana Herliyanti*

KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam sebuah tulisannya mengatakan, istilah kiai, gus, bindere, dan ajengan adalah sebutan yang semula diperuntukkan bagi para ulama tradisional di pulau Jawa, walaupun sekarang kiai sudah digunakan secara generik bagi semua ulama, baik tradisional maupun modernis, baik yang ada di pulau Jawa maupun di luar Jawa.

Sementara, menurut teori yang dilakukan Clifford Geertz yang menyebutkan, kiai sebagai “makelar budaya” (cultural brokers). Teori ini, kiai harus mampu membendung dan menjaga terhadap dampak negatif arus budaya yang masuk ke dalam kehidupan masyarakat tradisional saat ini. Belum lagi kalau seorang kiai yang memiliki kualifikasi penuh, dan spesialisasi tersendiri dalam disiplin ilmu ke-Islam-an yang ia kuasainya. Kiai seperti ini, misalnya, KH. Hamim  Djazuli, atau akrab disapa Gus Miek.

Gus Miek, putra KH. Jazuli Utsman, salah-satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan pejuang Islam yang masyhur di tanah Jawa dan memiliki ikatan darah kuat dengan berbagai tokoh Islam ternama, khususnuya di Jawa Timur. Maka wajar, jika Gus Miek dikatakan pejuang agama yang tangguh dan memiliki kemampuan yang terkadang sulit dijangkau akal.

Selain menjadi pejuang Islam yang gigih, dan pengikut hukum agama yang setia dan patuh, Gus Miek memiliki spritualitas atau derajat kerohanian yang memperkaya sikap, taat, dan patuh terhadap Tuhan. Namun, Gus Miek tidak melupakan kepentingan manusia atau intraksi sosial (hablum minallah wa hablum minannas). Hal itu dilakukan karena Gus Miek mempunyai hubungan dan pergaulan yang erat dengan (alm) KH. Hamid, Pasuruan, dan KH. Achmad Siddiq, serta melalui keterikatannya pada ritual ”dzikrul ghafilin” (pengingat mereka yang lupa). Gerakan-gerakan spritual Gus Miek inilah, telah menjadi budaya di kalangan Nahdliyin (sebutan untuk warga NU), seperti melakukan ziarah ke makam-makam para wali yang ada di Jawa maupun di luar Jawa.

Hal terpenting lain untuk diketahui juga bahwa amalan Gus Miek sangatlah sederhana dalam praktiknya. Juga sangat sederhana dalam menjanjikan apa yang hendak didapat oleh para pengamalnya, yakni berkumpul dengan para wali dan orang-orang saleh, baik di dunia maupun akhirat.

Gus Miek seorang hafizh (penghapal) Al-Quran. Karena, bagi Gus Miek, Al-Quran adalah tempat mengadukan segala permasalahan hidupnya yang tidak bisa dimengerti orang lain. Dengan mendengarkan dan membaca Al-Quran, Gus Miek merasakan ketenangan dan tampak dirinya berdialog dengan Tuhan (hal: 113 dan 133).

Buku ini, mengulas tuntas perjalanan Gus Miek sejak ia lahir sampai kematian yang menjadi langkah awal untuk berjumpa Sang Khaliq. Di samping itu juga, buku ini mengisahkan seputar kearifan dan lika-liku perjalanan seorang Gus Miek. Gus Miek adalah, salah seorang dari sekian ulama besar Jawa yang berkharisma lantaran Allah telah menganugerahinya sebuah keistimewaan yang jarang dimiliki khalayak umum.

Dengan demikian, di balik keistimewaan dan karifan Gus Miek yang menyimpan banyak kisah mesteri dan penuh kontroversial ini, sangatlah penting untuk patut diteladani, khususnya bagi masyarakat pesantren. Karena apa yang dilakukan Gus Miek, tentunya memiliki arti penting bagi kita dalam memahami sikap dan perilakunya.

Selain itu, buku ini adalah hasil penelitian yang diperoleh melalui metode kualitatif yang berupa pengamatan dan wawancara mendalam ke berbagai tokoh. Dengan cara demikian, Muhammad Nurul Ibad, penulis buku ini, telah menentukan pilihan yang amat sesuai dengan bakatnya, sehingga, darinya dapat diperoleh informasi yang begitu langsung dari para keluarga Gus Miek, dan 100 tokoh yang tersebar mulai dari Jakarta sampai Jember.

Sungguh menarik, gambaran hasil penelitian penulis mengenai sosok perjalanan Gus Miek semuanya disajikan dengan bahasa yang egaliter, sistematis, komonikatif sehingga siapa pun, dari kasta sosial apa pun mudah menangkapnya.

Sayang, penulis buku ini hanya banyak mengandalkan hasil-hasil penelitian yang diproleh secara kuantitatif yang berupa pengamatan dan wawancara saja, tidak secara kualitatif. Sehingga dimungkinkan data-data yang diperoleh penulis itu tidak valid. Sebab, bisa jadi data itu tidak sama dengan maksud tokoh-tokoh tersebut.

Dari buku ini setidaknya dapat menjadi langkah awal sejauhmana bisa kita mengenal sosok, dan latar belakang Gus Miek. Dengan harapan, agar muncul para penulis dan peneliti yang bisa menulis biografi para tokoh-tokoh lain, terutama tokoh pesantren. Karena, selama ini buku-buku yang membahas tokoh-tokoh pesantren relatif terbatas.

* Peresensi adalah pecinta buku, Alumnus Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep, Madura. Kini Aktif sebagai guru pada Madrasah Ibtidaiyah Al-Qodiri, Batang-batang, Sumenep, Madura.
Komentar(10 komentar)
Selasa, 22/02/2011 12:02
Nama: Mohamad Hamim
bagi dong
bagi-bagi dong biografi para faqih....makasih
Sabtu, 06/03/2010 12:03
Nama: reza farhan
reza
bang welly bang syaeful..
sy jg ikut d tempat buya sm gus arief..
Ahad, 01/02/2009 14:01
Nama: muhaimin
pengen tau ja
q minta di kirimi biografi KH hamim jajuli yang lengkap? thank
Rabu, 28/01/2009 22:21
Nama: ipung
Alhamdulillah
Alhamdulillah ... alhamdulillah ... alhamdulillah ...
Sabtu, 16/08/2008 11:26
Nama: m.hilmi r
butuh buku ini
Ass.wr.wb,saya mau minta tolong pada siapa aja yang tahu keberadaan buku ini dijual dimana?karena saya mau beli dan butuh buku ini please...........tolong............nanti kalau sudah ketemu tolong hubungi saya di no telp:
(031)8977746,trims
Rabu, 16/07/2008 14:08
Nama: welly
info dzikir ghofilin dki jakarta
Ass.wr.wb
Selain Dzikir Ghofilin di Rumah KH. Syamsul Ma'arif Hamzah (Gus Arief) yang bertempat di jalan kenanga no.18 terdapat juga dibeberapa tempat yang telah mendapat Izajah dari Gus Arief yang juga merupakan murid dari Gus Arif Sendiri Yaitu :
1. KH. Sholihin Ilyas (Buya)
Terdapat di Lenteng Agung Gg. Upu Dekat Stasiun Lenteng Agung-pasar Lenteng Agung (jaksel). Dilaksanakan Setiap Malam Jum.at dan setiap malam Tanggal 1 bulan Hijriah.
2. H. Mahmudin
Terdapat di Tanjung Barat (jaksel)
Jl. 100 gg. sonton. Dilaksanakan setiap malam tanggal 7 bulan hijriah.
3. Ust. Arief
Terdapat di Kebagusan (jaksel)
dilaksanakan setiap Malam Rabu.

Ketiga tempat tersebut merupakan murid dari Gus Arief dan mereka juga memiliki jamaah masing2, yang juga rutin menghadiri dzikrul ghofilin di rumah guru mereka (Gus Arief) Setiap malam tanggal 15 bulan hijriah. Semua jamaah berkumpul untuk melaksanakan dzikrul ghofilin.
Semoga Bermanfaat.
Wassalam.
Kamis, 03/07/2008 12:06
Nama: AHMAD JAMILUL MAAD
HERAN
wali sehebat gus miek masih tetap tawadlu'
bayangkan kita yang bukan wali sering bersikap seperti orang yang tak punya kekurangan padahal kita bukan seorang wali
Rabu, 25/06/2008 01:46
Nama: Husni mubarok
Dzikrul Ghofilien Malang
Ass.wr.wb
Mohon info kegiatan rutin dzikrul ghofilien area Malang. Sukron..
Wass.wr.wb
Senin, 03/03/2008 15:26
Nama: Yunan Machmud
Mohon Informasi dzikrul ghafilin di Surabaya-Jatim
Mohon informasi kepada teman-teman yang mengetahui acara dzikrul ghafilin di Surabaya-JATIM, saya ingin mengikuti acara tersebut. Matur Nuwun.
Jumat, 08/02/2008 08:11
Nama: ade galang
GUS MIK NALIKO NGAJI
Assalamu'alaikum ....ileh
Saya ingin mengetahui disaat gus mik menimba ilmu
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefNovember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
::::Ikuti siaran lagsung Munas-Konbes NU 2014 di radio.nu.or.id :::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::