Kamis, 28 Agustus 2014
Language :
Find us on:
Daerah 
NU Banyaan, 20 tahun Ziarahi Wali Songo
Senin, 08/10/2012 16:00

Jakarta, NU Online
Ranting Nahdlatul Ulama Desa Banyaan, Kecammatan Banyaan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tiap tahun memprogramkan ziarah Wali Songo.

“Ini kegiatan rutin warga Nahdliyiin Ranting Banyaan sejak dua puluh tahun lalu. Dimulai sejak kepengurusan Kiai Ali Mukhyar. Dia sekarang sudah meninggal,” ujar Ketua Ranting NU Banyaan H. Sonhaji, di gedung PBNU, Jakarta, Ahad sore, (7/10).   

Sonhaji menjelaskan tujuan ziarah yang dipacakkan pendahulunya merupakan murni kegiatan ranting.  Selain itu, sebagai upaya  menegakkan salah satu ajaran Ahlus Sunah wal Jamaah (Aswaja). Juga salah satu cara untuk membentengi tradisi NU.

“Ini kegiatan formal yang langsung menjadi program ranting NU. Di Kediri, setahu saya, hanya di Banyaan yang secara formal diprogramkan. Ranting yang lain ada yang melaksanakan, tapi tidak serutin ini. Dan juga tidak diatasnamakan program ranting,” jelasnya.

Untuk kegiatan ini, Nahdliyin Banyaan menabung jauh-jauh hari untuk biaya keberangkatan, perbekalan selama perjalanan. Tapi ada juga yang dibayar pas keberngkatan dengan catatan sudah berniat turut ziarah sebelumnya.    

Pria kelahiran Oktober 1965 ini menjelaskan, Nahdliyin yang turut serta dalam rombongan kali ini berjumlah 60 orang. Mereka berangkat dengan menumpangi sebuah bus besar. Selain Wali Songo, rute ziarah tahun ini ditambah dengan mengunjungi masjid Istiqlal Jakarta. Berangkat dari Banyaan hari Jumat (5/10) sampai di Jakarta Ahad (7/10).

“Di masjid Istiqlal, kami membaca Al-Quran masing-masing satu juz. Dari rumah kami sengaja membawa Al-Quran masing-masing satu. Alhamdulillah khatam 30 juz selama satu jam. Kemudian kami sempat berjalan-jalan ke Monas. Kemudian mampir ke gedung PBNU,” jelasnya.

Di gedung PBNU, rombongan sempat melihat beberapa ruangan kantor lembaga, lajnah dan badan otonom NU. Juga kantor redaksi NU Online. Kemudian rombongan disambut salah seorang Ketua PBNU H. Iqbal Sulam di mushala lantai bawah.

Menjelang maghrib, rombongan melanjutkan perjalanan ke Panjalu, Ciamis, Jawa Barat, untuk berziarah ke makam Sunan Rahmat. Kemudian pulang melalui jalur selatan. Dalam perjalanan pulang ini, mereka akan berziarah pula ke makam KH Dalhar Watucongol.

Sebelum berangkat, Iqbal Sulam sempat memberikan ongkos tambahan untuk bensin. Kemudian ia menaiki bus seraya menyalami setiap warga.  
 

Penulis: Abdullah Alawi

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefAgustus 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::