Jumat, 25 April 2014
Language :
Find us on:
Daerah 
IPPNU Probolinggo Bina Wawasan Kebangsaan
Senin, 29/04/2013 05:52

Probolinggo, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo bersinergi dengan Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) Kabupaten Probolinggo menggelar pembinaan pemuda dalam rangka peningkatan wawasan kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara di aula KPRI Prastiwi Kabupaten Probolinggo, Sabtu (27/4).

Narasumber dalam pembinaan wawasan kebangsaan ini berasal dari Kodim 0820 Probolinggo, Polres Probolinggo, Bakesbangpol dan Linmas (Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat) serta Kanpora (Kantor Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Probolinggo.

Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Sofia menjelaskan penyelenggaraan pembinaan pemuda dalam rangka meningkatkan wawasan kebangsaan ini digelar sebagai upaya untuk membangun kerangka sikap batin setiap warga negara agar dapat memahami dan menghormati setiap perbedaan yang ada dalam kehidupan bermasyarakat.

“Diharapkan para pemuda memiliki cinta kepada tanah air dan bangsanya yang ber-Bhinneka Tunggal Ika serta memiliki jiwa dan semangat nasionalisme yang tinggi demi kemajuan bangsa dan negara ke depan sesuai kaidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” ungkapnya.

Menurut Sofia, pembinaan ini diikuti oleh 400 orang pelajar SMA/sederajat se Kabupaten Probolinggo yang merupakan bagian dari komisariat IPPNU Kabupaten Probolinggo di lembaga pendidikan SMA/SMK/MA Kabupaten Probolinggo.

“Nasib bangsa dimasa yang akan datang berada di pundak generasi muda sekarang. Oleh karena itu menjadi tanggung jawab kita semua untuk membina dan mengarahkan generasi muda agar mempunyai wawasan kebangsaan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

Sementara Kepala Kanpora Kabupaten Probolinggo R. Tjatur Nyoto Rijanto mengatakan wawasan kebangsaaan memiliki arti dan makna yang sangat penting bagi warga negara dalam melaksanakan setiap aspek kehidupan, baik di dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena dengan pemahaman wawasan kebangsaan berarti bahwa setiap warga negara harus saling menghormati, saling memahami antara yang satu dengan yang lainnya.

”Bahkan jika wawasan kebangsaan dihayati lebih mendalam, maka kita harus dapat menyeimbangkan antara hak dan kewajiban secara proporsional. Oleh karena itu wawasan kebangsaan patut dipahami dan lebih ditingkatkan lagi terutama bagi generasi muda penerus bangsa,” ujarnya.

Menurut Tjatur, generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan perlu untuk mendapat perhatian khusus dari semua pihak termasuk pemerintah, sebab generasi muda adalah calon pewaris bangsa.

”Sebagai salah satu upaya yang dilaksanakan oleh pemerintah adalah memberikan motivasi atau dorongan kepada para generasi muda agar dapat bersikap mandiri serta berwawasan luas baik dalam berfikir, cara pandang serta mampu menghadapi permasalahan sekecil apapun dengan berfikir jernih dan tidak emosional,” jelasnya.

Dijelaskan Tjatur, akhir-akhir ini pemuda tentunya sering mendengar dari berbagai media cetak maupun elektronik tentang gesekan atau benturan antar kelompok yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan antar warga masyarakat. Seringkali benturan tersebut dipicu oleh persoalan SARA, kesenjangan sosial, perbedaan pendapat dan pandangan kekerasan.

”Benturan antar kelompok yang terjadi merupakan indikasi bahwa pemahaman tentang wawasan kebangsaan sudah mulai terkikis, rasa cinta sesama sudah mulai pudar dan pada akhirnya akan mengganggu persatuan dan kesatuan NKRI,” terangnya.

Melalui pembinaan tersebut Tjatur berpesan kepada pemuda untuk kembali memahami lebih dalam makna wawasan kebangsaan. ”Tanamkanlah baik-baik rasa cinta tanah air, pandanglah perbedaan sebagai suatu keindahan, selesaikanlah persoalan dengan saling pengertian,” pintanya.




Redaktur     : A. Khoirul Anam
Kontributor : Syamsul Akbar

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefApril 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Maaf transaksi pembelian via web toko.nu.or.id belum bisa beroperasi karena ada sistem yang perlu disempurnakan ::::