Rabu, 03 September 2014
Language :
Find us on:
Daerah 
NU Kraksaan Persoalkan “Patung Bintaos”
Jumat, 03/05/2013 19:02

Probolinggo, NU Online
Warga Kota Kraksaan dihebohkan dengan keberadaan “Patung Bintaos” milik Nur Slamet, warga desa Ganting kecamatan Maron Probolinggo. Pasalnya, keberadaan patung mirip Srikandi yang tingginya + 15 M, dan menelan biaya + Rp. 50.000.000 itu dianggap meresahkan masyarakat desa Ganting kecamatan Maron.

Sebagaimana disampaikan oleh ketua MWCNU Maron, patung tersebut oleh masyarakat dinilai keramat. Patungnya tumbuh dengan sendirinya, sehingga masyarakat banyak yang datang ke tempat tersebut. Kemudian, setiap malamnya, lingkungan di sekitar patung tersebut cukup ramai dan meresahkan keamanan masyarakat desa Ganting. 

Mengingat banyaknya pengaduan masyarakat dan hasil dari keputusan rapat MWCNU Maron tentang “Patung Bintaos” yang disampaikan kepada ketua PCNU Kota Kraksaan. PCNU Kota Kraksaan mengambil tindakan tegas terhadap keberadaan patung tersebut yang dianggap meresahkan dan menimbulkan mafsadat bagi warga Nahdliyin dan kaum muslim pada umumnya.

Tindakan yang dilakukan oleh PCNU Kota Kraksaan adalah memberikan surat peringatan dan himbauan kepada pemilik patung Bintaos yaitu Nur Slamet, yang isinya merupakan hasil keputusan bersama dari Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, pengurus MWCNU dan Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, yang diadakan pada tanggal 26 April 2013 lalu pukul 19.00 di Kator PCNU Kota Kraksaan. 

Hasil keputusan Rapat tersebut antara lain adalah ; pertama, keberadaan patung di desa Ganting Kulon kecamatan Maron berpotensi menimbulkan keresahan sosial dalam jangka waktu panjang, dan dari syari’at Islam hal tersebut menimbulkan Mudzarat dan mafsadat kepada Aqidah Islam ahlussunnah wal jama’ah. 

Kedua, keberatan dari para tokoh agama, khususnya yang berada di pondok pesantren, diantaranya Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pesantren Hidayatul Muta’allimin, Pesantren Hidayaturrahim Brani Wetan Maron, atas keberadaan patung tersebut.

Mengingat patung tersebut banyak menimbulkan mudzarat, KH Nasrullah Ahmad Sudja’i, selaku ketua Tanfidziyah bersikap tegas dengan keresahan masyarakat tersebut, yaitu dengan mengadakan pendekatan persuasif untuk mempertimbangkan kembali pendirian patung demi memelihara dan menjaga ketentraman umat beragama di desa Ganting Maron Probolinggo. 

“Apabila tidak dihiraukan, maka akan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo untuk menindak tegas pendirian patung tersebut, dengan mempertimbangan aspek hukum yang akan ditimbulkannya,” ujarnya.



Redaktur    : A. Khorul Anam
Kontributor: Hasan Baharun

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefSeptember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::