Senin, 15 September 2014
Language :
Find us on:
Daerah 
Gubernur Babel Jadikan Ponpes Hidayatussalikin Pusat Islam
Senin, 30/07/2007 20:13

Pangkalpinang, NU Online
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Maulana Ali, menekankan tekadnya mengucurkan dana APBD untuk mengembangkan pondok pesantren (ponpes) Hidayatussalikin menjadi pusat pendidikan Islam unggulan di daerah itu.

"Meski dananya besar, pemerintah provinsi akan melakukannya, karena agama merupakan arah kehidupan manusia dan jika agama telah dikesampingkan kehidupan masyarakat tidak terarah," ujarnya usai meresmikan Masjid Baitul Ghony di Pangkalpinang, Jum’at.

<;font face="Verdana">Menurut dia, asalkan mampu menuntaskan pekerjaan pengembangan ponpes dimaksud, pemprov bertekad dalam waktu dekat ini menganggarkan dana agar segera memiliki pusat pendidikan agama Islam unggulan yang menjadi kebanggaan masyarakat Bangka Belitung.

Ia menjelaskan, ponpes Hidayatussalikin yang berlokasi di kelurahan Air Itam bediri di atas lahan seluas 8 hektare dan telah berdiri selama 34 tahun sekaligus pondok pesantren satu-satunya tertua di Pangkalpinang.

"Kondisinya kini memang memperihatinkan dan harus segera mendapat perhatian yang serius dari pemerintah daerah. Pemprov akan menganggarkan dana APBD untuk meningkatkan dan mengembangkan ponpes tersebut hingga menjadi kebanggaan kita semua di Babel," ujarnya.

Di lahan pondok pesantren Hidayatussalikin saat ini telah berdiri Masjid Baitul Ghony yang representatif bantuan dari Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila, tinggal pemerintah daerah membangun infrastruktur lainnya yang dapat menunjang pondok pesantren itu menjadi kebanggan masyarakat.

Menurut dia, dana APBD Provinsi Kepulauan Babel digabung dengan dana APBD Kota Pangkalpinang untuk menjadikan pondok pesantren Hidayatussalikin sebagai salah satu pusat pendidikan unggulan agama Islam, namun mengenai besarnya kebutuhan dana untuk pengembangan ponpes itu belum bisa dipastikan.

Ia menjelaskan, dengan adanya pusat pendidikan ternama di Pangkalpinang, Bangka Belitung, akan memberikan warna positif bagi  kemajuan generasi muda, daerah dan Indonesia kedepan.

Selama ini, katanya, pemprov hanya mengucurkan dana APBD sedikit-sedik sesuai prinsif dan azas pemerataan, sehingga hasilnya tidak terlihat kongkrit karena anggaran yang dikucurkan hanya menyelesaikan sebahagian proyek pembangunan infrastruktur yang dampaknya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurut dia, ke depan pemprov akan menerapkan cara pembangunan yang lebih fokus dan langsung menuntaskan pembangunan suatu proyek,  dengan harapan setelah proyek itu selesai berdampak terhadap sektor lain dan dirasakan masyarakat secara lebih konkrit.

Sehubungan tekad gubernur, Walikota Pangkalpinang Drs. H. Zulkarnain Karim, MM menyambut baik niat baik dari pemerintah Provinsi Bangka Belitung untuk menghasilkan yang terbaik.

Pemkot Pangkalpinang bersedia menyiapkan dana untuk mendukung terciptanya pembangunan pondok pesatren terbesar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu.

"Namun saat ini saya belum dapat memastikan besarnya alokasi dana karena harus dibicarakan terlabih dahulu dengan DPRD Kota Pangkalpinang untuk mendapatkan dukungan pelaksanaan program pembangunan itu," demikian Zulkarnain Karim. (ant/ben)

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefSeptember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::