Rabu, 23 April 2014
Language :
Find us on:
Kolom 
Berburu Keberkahan Puasa 6 Hari Bulan Syawal
Kamis, 23/08/2012 07:09

Oleh Mahrus Sholeh

 

Ekspedisi keberkahan kembali dilakukan, setelah melakukan ekspedisi di bulan Ramadhan, kini sebagian muslim melakukan ekspedisi keberkahan dalam bulan Syawal yakni melakukan puasa 6 hari di bulan Syawal yang konon pahala berpuasa pada hari-hari tersebut seakan-akan berpuasa penuh selama satu tahun.

Puasa ini mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dari sahabat Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).

Filosofi pahala puasa 6 hari di bulan Syawal setelah puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan sama dengan puasa setahun, Ulama berkata “Alasan menyamainya puasa setahun penuh berdasarkan bahwa satu kebaikan menyamai sepuluh kebaikan, dengan demikian bulan ramadhan menyamai sepuluh bulan lain (1 bulanx10=10 bulan) dan 6 hari di bulan Syawal menyamai dua bulan lainnya (6x10=60=2 bulan).

Para pengikut kalangan Syafi’i menilai yang lebih utama menjalaninya berurutan secara terus-menerus (mulai hari kedua Syawal) namun andaikan dilakukan dengan dipisah-pisah atau dilakukan diakhir bulan Syawal pun juga masih mendapatkan keutamaan sebagaimana hadits di atas.

Lantas, bagaimana keberkahan dan manfaat pada puasa itu muncul? Puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan, merupakan pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh. Selain itu Puasa Syawal dan Sya’ban bagaikan shalat sunnah rawatib, berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan, karena pada hari Kiamat nanti perbuatan-perbuatan fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah. Sebagaimana keterangan yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di berbagai riwayat. Mayoritas puasa fardhu yang dilakukan kaum muslimin memiliki kekurangan dan ketidaksempurnaan, maka hal itu membutuhkan sesuatu yang menutupi dan menyempurnakannya. Selain itu juga terdapat manfaat keberkahan diantaranya Membiasakan puasa setelah Ramadhan menandakan diterimanya puasa Ramadhan, karena apabila Allah Taala menerima amal seorang hamba, pasti Dia menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik setelahnya. Sebagian orang bijak mengatakan: “Pahala amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesudahnya.” Oleh karena itu barangsiapa mengerjakan kebaikan kemudian melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka hal itu merupakan tanda atas terkabulnya amal pertama. Demikian pula sebaliknya, jika seseorang melakukan suatu kebaikan lalu diikuti dengan yang buruk maka hal itu merupakan tanda tertolaknya amal yang pertama, Dan di antara manfaat puasa enam hari bulan Syawal adalah amal-amal yang dikerjakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya pada bulan Ramadhan tidak terputus dengan berlalunya bulan mulia ini, selama ia masih hidup.

Sebaiknya orang yang memiliki utang puasa Ramadhan memulai membayarnya di bulan Syawal, karena hal itu mempercepat proses pembebasan dirinya dari tanggungan utangnya. Kemudian dilanjutkan dengan enam hari puasa Syawal, dengan demikian ia telah melakukan puasa Ramadhan dan mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal dan nantinya juga akan mendapatkan keberkahan tersendiri.

Dan perlu diingat pula bahwa sholat-sholat dan puasa sunnah serta sedekah yang dipergunakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah Taala pada bulan Ramadhan adalah disyariatkan sepanjang tahun, karena hal itu mengandung berbagai macam manfaat, di antaranya: ia sebagai pelengkap dari kekurangan yang terdapat pada fardhu, merupakan salah satu faktor yang mendatangkan mahabbah (kecintaan) Allah kepada hamba-Nya, sebab terkabulnya doa, demikian pula sebagai sebab dihapusnya dosa dan dilipatgandakannya pahala kebaikan dan ditinggikannya kedudukan.

Hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan, shalawat dan salam semoga tercurahkan selalu ke haribaan Nabi Muhammad Saw, segenap keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan Syawal dengan melakukan puasa 6 hari di bulan Syawal. Amin.


* Peneliti di Pusat Kajian Tafsir & Hadits Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya 

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefApril 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Maaf transaksi pembelian via web toko.nu.or.id belum bisa beroperasi karena ada sistem yang perlu disempurnakan ::::