Rabu, 03 September 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
GUS DUR WALI (64)
Kesaksian Petinggi Muhammadiyah tentang Kewalian Gus Dur
Rabu, 11/04/2012 12:27

Jakarta, NU Online
Meskipun di depan publik NU dan Muhammadiyah sering dianggap berseberangan, tapi faktanya diantara tokoh dan petingginya sendiri terjalin keakraban dengan tetap menghormati perbedaan pandangan masing-masing. 

Diantara tokoh Muhammadiyah yang pernah menyaksikan sisi “linuwih” Gus Dur adalah Syafii Maarif, mantan ketua umum PP Muhammadiyah dan Mukthie Fadjar seperti disampaikan oleh Mahfud MD dalam bukunya “Setahun Bersama Gus Dur: Kenangan Menjadi Menteri di saat Sulit”.

Dalam bukunya tersebut Mahfud Menuturkan, Syafii Maarif pernah menulis di harian Kedaulatan Rakyat, menceritakan bahwa pada awal Juni 1999 Gus Dur sudah pernah mengatakan kepadanya bahwa dia akan menjadi presiden dan menjanjikan akan memberi sejumlah kursi di kabinet kepada orang-orang Muhammadiyah.

Waktu itu, Syafii Maarif menjawab sambil bercanda, bahwa, jika Gus Dur menjadi presiden, Muhammadiyah tidak akan minta jatah kursi di kabinet. Syafii Maarif menceritakan percakapannya dengan Gus Dur itu beberapa waktu setelah Gus Dur benar-benar menjadi presiden.

Informasi Jatuhnya Soeharto

Bukan hanya soal dirinya akan menjadi presiden yang dikemukakan oleh Gus Dur kepada orang-orang tertentu. Setahun sebelum jatuhnya Soeharto dari kursi kepresidenan, Gus Dur juga sudah mengatakan dengan yakin bahwa sang Presiden akan jatuh. Prof A Mukthie Fadjar, guru besar Hukum Tata Negera dari Universitas Brawijaya Malang pernah bercerita juga bawah ketika bertemu dengan Gus Dur di Kediri pada tahun 1997, ia dititipi pesan oleh Gus Dur untuk disampaikan kepada Malik Fadjar, kakkanya, yang ketika itu menjadi salah seorang direktur jenderal di Departemen Agama. 

“Sampaikan pada Pak Malik Fadjar agar tidak usah dekat-dekat dengan Pak Harto. Sebenar lagi Pak Harto itu akan jatuh,” 

Demikian pesan Gus Dur seperti ditirukan oleh Mukthie Fadjar kepada Mahfud MD ketika sama-sama menguji kandidat doktor di Universitas Padjdjaran Bandung. Dan terbukti penguasa Orde Baru ini jatuh oleh gelombang protes mahasiswa yang membawa angin perubahan lewat reformasi. 




Penulis: Mukafi Niam

Komentar(10 komentar)
Sabtu, 02/11/2013 09:58
Nama: Samsul Munir Amin
Baca di Bku Karomah Para Kiai
Kisah2 karomahnya Gus Dur yg lain, juga para kiai yang lain, bisa anda baca dalam buku Samsul Munir Amin, "Karomah Para Kiai" penerbit Pustaka Pes antren Yogyakarta, cetakan ke-3, 2011. (Samsul Munir Amin, Fakultas Dakwah & Komunikasi, UNSIQ Wonosobo)
Kamis, 11/10/2012 14:19
Nama: okepram
Setuju dengan Kang Abdulloh
Setuju dengan Kang Abdulloh
Rabu, 05/09/2012 20:39
Nama: kahar
ngelamun apiuk
Orang akan sadar,siapa Gusdur sebenarnya apabila orang itu mau berpikir dengan jernih dan iklash
Rabu, 30/05/2012 20:05
Nama: masel
T
Gusdur ini seorang pelaku tasawuf yang tingkatannya sudah mumpuni, hanya orang2 tasawuf jga yang bisa memahami perilaku2 "aneh' gusdur
Senin, 21/05/2012 01:02
Nama: Faeshol
Khariqul Adah Gus Dur
Meski tanpa cerita "yang aneh-aneh" itu, saya sudah percaya kewalian Gus Dur. Hanya dengan melihat bagaimana Gus Dur dalam memberikan kemanfaatan untuk semua (tanpa membeda-bedakan suku, bangsa, agama, status sosial dan ekonomi), Gus Dur tidak takut dibenci orang, tidak kuatir ditinggalkan para kiai. Yang Gus Dur takuti hanya ditinggalkan Allah..
Kamis, 17/05/2012 20:48
Nama: taufik
subhanalloh
subhanalloh.....indahnya kebersamaan indahnya dunia ini dengan keberadaan para wali2 didunia...dan terasa lebih damai dan berbahagia kita org indonesia yg bernah bertemu dekat dan bersama dalam satu majlis....indahnya bersama gus dur...
Senin, 14/05/2012 20:45
Nama: ahmad
La Ya'riful Wali illal Wali
Gus Dur., Ulama Besar, Guru Bangsa, Tokoh yg amat di cintai dan di segani semua kalangan.., cuma utk mengatakan beliau Wali.., kayak nya bukan Maqom kita.., karena tdk ada yg mengetahui pangkat ke-Walian seseorang kecuali sesama Waliyulloh ilaa hadroti Masyayikhina Gus Dur Alfaatihah....
Kamis, 10/05/2012 22:22
Nama: Kholid Asy'ari
Biasa saja tu.....
Gitu kok kewalian, biasa saja tuh... kalau orang mau kembali membaca sejarah bangsa ini pada periode saat itu....
Kamis, 10/05/2012 22:20
Nama: Ahmad Budi
Biasa
Kalau seperti itu diartikan kewalian, tentu sangat berlebih-lebihan. Biasa saja, itu. Kalau prediksi 1997, apalagi jika 1997 bulan Desember, sudah pasti mahasiswa yang demo saat itu bisa ditebak jika Soeharto akan lengser. Jika akan jadi presiden, lobi2 saat itu kan memang mudah ditebak? So, biasa sajalah....
Kamis, 10/05/2012 20:35
Nama: aa
salut
top...top
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefSeptember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::