Jakarta, NU Online
Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor meminta semua kader Ansor dan Barisan Ansor Serba Guna di seluruh daerah untuk menahan diri dalam menyikapi penyerangan terhadap anggota Banser oleh kawanan pendekar Perguruan Setia Hati Terate (PSHT) di Tulungagung Jawa Timur.
Ketua Umum PP GP Ansor, Nusron Wahid mengatakan, pihaknya meminta semua kader Ansor dan Banser tidak terprovokasi dan melakukan tindakan balasan terhadap kelompok yang merusak dan menyerang anggota Banser di Tulungagung.
“Saya intruksikan, semua menahan diri. Semua harus tenang. Jangan sampai terprovokasi dan main hakim sendiri,” kata Nusron Wahid, di Jakarta, Selasa (29/5).
Ansor, kata Nusron, menyerahkan kasus tersebut kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. “Saya minta kepada polisi untuk menangani kasus ini setuntas-tuntasnya,” ungkap mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini.
Lebih lanjut, Nusron mengatakan, Ansor melihat adanya upaya mengaadu domba Ansor dengan kelompok lain dari pihak tertentu dalam kasus tersebut. Mereka ingin merusak citra Ansor dan Banser dengan berharap Banser melakukan serangan balik.
“Ada indikasi adu domba Ansor dengan kelompok lain. Yang diingini mereka, Ansor terpancing kemudian melakukan tindakan radikal, melakukab serangan balasan. Makanya, saya minta jangan sampai ada yang terpancing,” tandasnya.
Karena ada indikasi adu domba, Nusron juga meminta semua pihak mewaspadai munculnya Banser gadungan yang melakukan serangan balik. “Waspadai juga munculnya Banser siluman. Jadi kalau ada yang berbuat tidak baik atas nama Banser, itu bukan Banser,” katanya.
Lalu, siapa kelompok yang ingin mengadu domba ? “Silahkan wartawan tanya sendiri ke orang-orang yang menyerang Banser,” katanya.
Seperti diketahui, dua anggota Banser Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, diserang ratusan pemuda beratribut perguruan silat Setia Hati Terate (SHT). Tindakan brutal para pendekar tersebut tidak hanya melukai dua anggota banser, tapi juga merobohkan dan menginjak-injak papan nama Kantor Ranting Nahdatul Ulama (NU).
Peristiwa penyerangan terjadi pada Ahad 27 Mei 2012 sore di Kantor Ranting NU Desa Wonokromo, Kecamatan Gondang. Dua anggota Banser yang disabet parang adalah Brilian Kusuma Adi (18) dan Moh Rizal Saputra (15).
Adi menderita luka bacok pada punggung. Pemuda asal Desa/Kecamatan Kauman ini terpaksa mendapat tujuh jahitan. Sedangkan Rizal mengalami luka pada bagian pantat dan terpaksa mendapat sembilan jahitan. Saat penyerangan, keduanya mengenakan seragam Banser. Sebab usai melakukan acara jalan sehat dalam rangka memperingati Harlah NU ke-89. Akibat peristiwa tersebut, seluruh anggota Ansor dan Banser langsung berkumpul di Kantor PCNU Tulungagung.
Tidak hanya dari wilayah Tulungagung. Perwakilan Banser dari daerah sekitar Tulungagung juga berdatangan. Di antaranya Kediri, Madiun, Nganjuk, Trenggalek, dan Blitar. Belum lagi pernyataan sikap melalui pesan pendek (SMS) dan BlackBerry Messenger dari Ansor dan Banser wilayah Jombang, Tapal Kuda, dan Madura. Mereka siap mendatangkan pasukan jika diperlukan.
Bahkan sejumlah anggota Banser sudah bersiap melakukan aksi balasan termasuk sweeping kepada warga perguruan SHT di Tulungagung. Untungnya tindakan yang bisa menjurus ke perbuatan brutal tersebut berhasil diredam.
Redaktur: Mukafi Niam
Mohon Maaf
saya perwakilan dari warga PSHT dan sekaliagus pengurus IPNU ..mohon maaf yang sebesar besarnya.. tujuan PSHT menjadikan manusia berbudi luhur tahu benar dan salah.. apabila ada yg keluar dari tujuan itu berarti sama saja melenceng dari tujuan PSHT
Anarkis
Kalau beberapa bulan lalu Banser dan Kantor NU di Tulungagung pernah diserang oleh beberapa Oknum Bela Diri PSHT, giliran tadi malam (25/9) Markas PMII Komisariat UNISDA Lamongan menjadi media pelecehan oleh organisasi pencak silat tersebut.
ashter merauke
adol yo di tuku
tahan diri
sahabat sahabt semua jngan melakukan gerakan apapun tanpa ada instruksi dari pihak pusat maupun wilayah
Menjaga Keutuhan NKRI
janganlahlah kita saling serang, kita adalah sesama warga negara indonesia, PSHT dan Banser punya tujuan yang sama yaitu mengabdi kepada Masyarakatan, seyogyanya kita berjalan bersama bertujuan sama sesuai dengan visi kita, atribut boleh beda tapi hati tetap sama yaitu maju pantang mundur, mengabdi kepada Masyarakat, jangan kita di pecah boleh oleh oknum yang mengatasnamkan islam, dan apapun sebagainya, kita junjung pancasila, jangan mudah kita di provokasi oleh pihak luar... kita senasib seperjuangan..... ok.ok.. damai-damai semua indonesia ku.... bersatu padu, saling cinta damai.....
Perbaiki PSHT
aslmkm, salam ukhuwah... alangkah baiknya kalau kedua pihak dipertemukan, kalau cuma mau balas istilahnya ke Perguruan tersebut terlalu kecil buat banser, kita bimbing saja sudara kita ini dengan baik, saya yakin sebagian dari mereka juga aswaja..dan mohon untuk perguruan terkait untuk mengevaluasi ke dalam, banyak kasus yang melibatkan PSHT. silat (silaturahmi) raga mencari saudara jiwa mencari tuhan.... saya anggota ansor dan simpatisan pencak silat.
Banser Wasapa
Sebagai underbow NU Banser nggak akan mudah terprovokosi. Tetapi juga harus mengawal apakan aparat keamanan sudah optimal mengatasi masalah itu. Kalau tidak wah ..... Banser akan semakin terinjak-injak. Itu akan menjadi referensi bagi yg tidak sejalan dengan semangat Bansar/semangat NU.
Mohon Maaf
saya mewakili warga PSHT dan Juga SAYA SEBAGAI WARGA NU Yang ada dikota SOLO MOHAN MAAF atas kejadian Pengeroyokan yang di lakukan warga PSHT yang Ada di tulung agung.Tujuan organisasi kami adalah untuk Membentuk manusia yang berbudi Luhur tahu Benar dan salah Serta Bertakwa Kpd TUHAN YME.Jadi siapa saja warga psht yang bertindak tidak sesuai dg tujuan organisasi PSHT berarti Dia Sdh keluar dari PSHT.PSHT itu adalah rganisasi Yang Berfalsafah Ikut MEMAYU HAYUNING BAWONO.Dan kpd pihak Kepolisian Saya harap Utk menindak OKNUM-OKNUM YANG MENGATASNAMAKAN ORGANISASI PSHT.Bagi Saya Organisasi yang Saya ikuti DiDunia hanya ada 2 yaitu NU dan Persaudaraan Setia Hati Terate.
BANSER
klo diam aja... yach tunggu aja besok pasti terulang..SING NGENE IKI PERLU KASIH PELAJARAN
Kuatkan barisan
Mereka tidak terima jika umat Islam bersatu,mereka terus berusaha dengan cara apapun agar umast Islam namanya jelek dan Pecah
625 x 100 Pixel
305 x 100 Pixel
305 x 120 Pixel



Print
Download
Send







Pref

