Kamis, 20 Juni 2013
Language :
Find us on:
Nasional 
Hasyim Bantah Tudingan Eropa Soal Toleransi Beragama
Rabu, 30/05/2012 16:20

Tags:

Space Iklan
300 x 80 Pixel

Jakarta, NU Online
Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi menyangkal penilaian peserta sidang PBB di Jenewa Swiss yang menuduh Indonesia intoleransi beragama. Bahkan mantan Ketua Umum PBNU itu menyerang balik sejumlah negara di Eropa yang intorelansi beragama dalam sejumlah kasus.

“Saya sangat menyayangkan tuduhan intoleransi agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu pasti, karena laporan dari dalam negeri Indonesia,“ kata mantan Ketua Umum PBNU itu menjawab wartawan di Jakarta Jakarta, Rabu (30/5).
 
Menurut Hasyim, tidak ada negara di dunia ini yang lebih toleran dari Indonesia dalam beragama. “Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara muslim manapun yang setoleran Indonesia,” jelasnya.
 
Hasyim lantas mempertanyakan ukuran intoleransi beragama yang dituduhkan oleh peserta sidang PBB di Jenewa Swiss. “Kalau yang dipakai ukuran adalah masalah Ahmadiyah, memang karena Ahmadiyah menyimpang dari pokok ajaran Islam, namun selalu menggunakan stempel Islam dan berorientasi politik barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri pasti tidak dipersoalkan oleh umat Islam Indonesia,” katanya.

Kasus GKI Yasmin Bogor, kata Hasyim, juga juga tidak bisa dijadikan ukuran Indonesia intoleransi beragama. “Saya berkali kali ke sana, namun tampaknya mereka tidak ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional dan dunia untuk kepentingan daripada masalahnya selesai. Kalau ukurannya pendirian gereja, faktornya adalah lingkungan. Di Jawa pendirian gereja sulit, tapi di Kupang (Batuplat) pendirian masjid juga sangat sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua,” katanya.
 
Selanjutnya, katanya, jika yang dijadikan ukuran adalah protes terhadap konser Lady Gaga dan Insyad Manji, kata Hasyim, tidak ada bangsa di dunia ini yang mau tata nilainya dirusak orang lain. “Bangsa mana yang ingin tata nilainya dirusak, kecuali mereka yang ingin menjual bangsanya sendiri untuk kebanggaan intelektualisme kosong? Kalau ukurannya HAM di Papua, kenapa TNI, Polri, dan imam masjid berguguran tidak ada yang bicara HAM?,” katanya.
 
Lebih lanjut, pengasuh pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini mengatakan, Indonesia lebih baik toleransinya ketimbang Swiss yang sampai sekarang tidak memperbolehkan pendirian menara masjid. Indonesia, katanya, juga lebih baik dari Perancis yang masih mempersoalkan jilbab, dan lebih baik dari Denmark, Swedia dan Norwegia yang tak menghormati agama karena disana ada UU perkawiman sejenis.
 
“Agama mana yang memperkenankan perkawinan sejenis? Akhirnya kembali kepada bangsa Indonesia dan kaum muslimin sendiri yang harus sadar dan tegas, membedakan mana HAM yang benar humanisme dan mana yang sekedar westernisme,” pungkasnya.



Penulis: Munif Arpas

Komentar(10 komentar)
Kamis, 28/06/2012 17:08
Nama: Azis Effendi, S.E
Indonesia Negara Paling Toleran
Saya sangat setuju dengan Pak Kyai.NU harus menjadi garda terdepan,pemberi contoh bertoleransi beragama.negara-negara barat tidak pernah berkaca terhadap negeranya sendiri.apakah negeranya lebih baik toleransinya daripada indonesia atau belum.
Selasa, 26/06/2012 23:13
Nama: Imam S.
INDONESIA : Negara paling Toleran
ini baru kyai NU sejati, saya sebagai warga NU sangat setuju dgn tanggapan pak kyai bahwa hanya Indonesia yg layak disebut sbg negara paling toleran..
Sabtu, 23/06/2012 09:38
Nama: Mukti
Islam Indonesia Sangat toleran
Asslmkm... Muslimin Indonesia sangat toleran namun Non Muslim justru yang sering Melakukan "diskriminasi" terutama diperusahaan-perusahaan saya pernah mengalami. Mohon buka mata, buka telinga wassalam
Sabtu, 23/06/2012 06:08
Nama: aura
hallo saudaraku
salam. betul yai, ada di antara kita yang senag orang bilang londo blangkonan atau kalau di timur tengah bulee jubahan
Selasa, 19/06/2012 01:24
Nama: Muadz
Belum toleran
Assalamu'alaikum, problem toleransi dan perjuangan melawan intoleransi beberapa indikasi keberhasilan disebut Kyai Hasyim, namun kasus papua dan GKI yasmin juga fakta kegagalan kita. Dengan memberi kursi di forum PBB untuk Kyai Hasyim agar berteriak membela fakta yang masih kontra tsb : BELUM CUKUP MENYELESAIKAN MASALAH INTOLERANSI DI INDONESIA. Jadi mari bergerak bersama bergerilya dengan tindakan nyata : MELAWAN SEGALA BENTUK INTOLERANSI.
Ahad, 17/06/2012 21:28
Nama: Tatang Suhendar
Dukungan Untuk Pak Kyai Hasyim
Ini baru pemimpin NU yang sama pemikirannnya dengan pendiri NU. Teruskan perjuanganmu pak kyai, kami orang NU ada di barisanmu
Selasa, 12/06/2012 22:19
Nama: ali wafa
mantap
bagussssss.saya sangat setuju itu
Senin, 11/06/2012 12:54
Nama: Sukarno GP
Maju terms Demi kebenaran
Alhamdulillah Hirobil'alamin Semogo ALLAH S W T memberikan kekuatan lahir baton dan Iman Islamnya seeing a tetrapods dapat ok sister membela Agama Allah Yakut agma Islam pada umumnya Dan Warga N U pada khususnya Amin.
Ahad, 10/06/2012 18:57
Nama: saliem
Luar biasa
semoga kita lebih hebat dari KH hasyim muzadi,,, saya salaut banget sama beliau.
Kamis, 07/06/2012 14:41
Nama: Ardhianto Kurniatama
Pak Kyai yg dirindu
Semoga Allah memberkahi anda Pak KH Hasyim Muzadi....dan menjadikan pemimpin NU seperti anda yg namamu seperti pendiri NU..
Space Iklan
625 x 100 Pixel

Android

Blackberry

iPhone
Buletin Jumat
Senin, 27/02/2012 13:00
Secara bahasa Dzikir dapat dimaknai dengan mengingat Allah swt. Makna ini terkesan sangat abstrak sekali, lalu bagaimanakah dzikir itu sebenarnya?...
Polling
NU harus mengembangkan sektor dunia usaha untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan. Menurut anda, siapa yang harus bergerak
NU sebagai organisasi yang membentuk badan usaha dan menjalankannya
Orang NU saja yang berbisnis, dan mendistribusikan sebagian keuntungannya untuk organisasi
Tidak tahu
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefJuni 2013Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
Space Iklan
305 x 120 Pixel
>>> PBNU turut berbelasungkawa atas meninggalnya Ketua MPR RI H. Taufiq Keimas. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT >>> Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email: redaksi@nu.or.id >>>