Rabu, 26 November 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
PENENTUAN AWAL RAMADHAN 1433 H
NU Prediksi 1 Ramadhan Jatuh pada 21 Juli
Sabtu, 07/07/2012 05:01

Jakarta, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) dalam Almanak PBNU yang diterbitkan Lajnah Falakiyah memprediksi tanggal 1 Ramadhan 1433 H jatuh pada Sabtu 21 Juli 2012. Prediksi ini diperoleh berdasarkan ilmu hisab yang paling modern.

“NU telah memprediksi awal Ramadhan, namun bukan berarti NU telah menetapkan tanggal itu. Ini penting disampaikan,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri dihubungi NU Online di Jakarta, Jum’at (6/7).

Dikatakan, dalam menghitung awal bulan qamariyah atau hijriyah NU menggunakan ilmu hisab yang paling modern. “NU menggunakan hisab yang tahkiki-tadzkiki-ashri,” kata Kiai Ghazalie.

Berdasarkan hisab modern, seperti dalam almanak NU, posisi hilal pada saat dilakukan rukyatul hilal pada Kamis (19/7) atau 29 Sya’ban 1433 H baru berada pada ketinggian 1 derajat 38 menit di atas ufuk. Maka hilal dinyatakan belum visibel (imkanur rukyat) sehingga tidak mungkin dapat dirukyat.

Menurut Kiai Ghazalie, negara-negara yang tergabung dalam MABIM (Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam) menetapkan 2 derajat sebagai batas minimal visibilitas pengamatan. “Itu pun oleh pakar astronomi masih mau dinaikkan menjadi 4 derajat,” katanya.

Ditambahkan, secara astronomis tidak mungkin hilal (bulan sabit) akan bisa diamati jika masih berada di bawah batas visibilitas pengamatan. Dengan demikian almanak PBNU menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari berdasarkan kaidah istikmal.



Penulis: A. Khoirul Anam

Komentar(10 komentar)
Jumat, 20/07/2012 01:21
Nama: Wawan
pasti beda berbeda di setiap belahan bumi
Telihatnya bulan pasti beda beda di setiap belahan bumi. dan dalam tanggal hijriyah atau banyak penanggalan2 lain di bumi ini memakai posisi bulan sebagai penanda masuknya bulan baru. Jadi jangan lagi kita berpendapat bulan baru islam itu jatuh pada tanggal masehi. karena pergantian bulan dan harinya berbeda sama sekali.
Kamis, 19/07/2012 22:05
Nama: wahyu
Sentralisasi
Kalau menurut hemat saya, di Arab Saudi saja tanggal 1 ramadhan itu jatuh pada Jumat besok. kenapa di Indonesia tidak ikut arab saudi saja? itu pola pikir sederhana kalau menurut saya, lho.... lagipula, dilihat dari sisi geografis dan demografis negara kita yang banyak kendala jika melihat hilal (meski dengan peralatan canggih) kenapa tidak memakai sistem penanggalan saja... toh negara kita dengan arab saudi perbedaan waktunya hanya selisih 4-5 jam saja... terima kasih
Kamis, 19/07/2012 19:08
Nama: MUHAMAD SAIFUDIN
Perbedaan tidak dosa
Dalam UUD 1945 kita harus saling menghormati antar umat beragama. Seharusnya kita juga menghormati sesama agama,, perbedaan bukan masalah yang paling penting kepercayaan/keimanan kita kepada Allah SWt. Puasa tanggal 20 ataupun 21 Juli tidak masalah yang penting niat kita untuk beribadah itu ikhlas. Semoga Allah memberikan barokah kepada umat Muslim yang melaksanakan puasa di Bulan Ramadhan.
Kamis, 19/07/2012 18:03
Nama: Nur Ulul
Asal Ngikut
Ngikut aja dah
Kamis, 19/07/2012 17:26
Nama: Nur Ulul
Asal Ngikut
Ngikut ma yang lebih tahu aja deh
Kamis, 19/07/2012 17:23
Nama: andi
Hisap
Hisap hanya untuk mendukung Rukyat
Kamis, 19/07/2012 13:16
Nama: Hidayanto
mamum
assalaualaikum.. Yang tidak tau ma'mum saja sama pemerintah, perbedaan tidak bisa di hapus karena itu ada..
Kamis, 19/07/2012 12:00
Nama: Inna
Kenapa Harus Berbeda
Mudah-mudahan pemerintah dan para pemuka agama membaca tulisan ini, kenapa harus berbeda kalau bisa disatukan? Saya orang biasa yang pasti sama dengan jutaan muslim lainnya. Perbedaan tidak diharamkan, tetapi kenapa harus berbeda? Kenapa membuat bingung rakyat yang biasa ini? Kenapa Indonesia berbeda sendiri dibanding dengan muslim Thailand, Malaysia, Brunei, Singapore dan Saudi Arabia? Please, satukanlah semua dengan damai tanpa perbedaan. Terimakasih
Kamis, 19/07/2012 11:56
Nama: H.GNT.Ilyas.
Marhaban ya Ramadhan 1433.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada seluruh sahabat,teman,saudara warga Nahdliyin,dengan ini saya mengucapkan: Selamat menyambut dan melaksanakan Ibadah Puasa pada Ramadhan 1433.H.dengan Doa semoga semua amal ibadah kita diterima oleh Allah.SWT. dan dengan ini pula saya mohon maaf atas semua kesilafan dan kesalahan masa lalu.
Kamis, 19/07/2012 11:26
Nama: Yusuf
bulan dan matahari
urun pendapat, untuk menentukan jadwal imsakiyah sholat, kita berdasarkan peredaran MATAHARI, contohnya waktu maghrib adalah selalu saat matahari terbenam, dzuhur saat MATAHARI tepat di atas kepala. jamnya berubah2 sepanjang tahun sesuai garis edarnya MATAHARI. Tapi dalam setahun selalu (nyaris) sama karena satu tahun adalah lamanya waktu bumi mengitari MATAHARI. hanya tahun kabisat yang berbeda yaitu 366 hari dalam setahun. kemungkinan kesalahan adalah satu per 1461 hari (4 thn), sangat kecil. Sehingga bisa dibuat jadwal imsakiyahnya. Kalaupun ada meleset, kita masih bisa menunda awal waktu sholat untuk 5 menit setelah jadwal yg ada, memastikan sudah bener2 masuk waktu. Tapi untuk menentukan masuknya bulan hijriyah, kita berdasarkan peredaran BULAN. Dan waktu edar bulan mengelilingi bumi ini selalu ada perbedaan setiap dua bulan sekali, ada yang 29 dan 30. Di sini kemungkinan kesalahan satu per 59 hari. Jika meleset, akan menghasilkan hari yg berbeda untuk penentuan awal bulan. Itu sebabnya sangat disarankan untuk dirukyah. Mohon maaf jika ada salah.
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 269 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefNovember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::