Kamis, 18 Desember 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
PENENTUAN AWAL RAMADHAN 1433 H
NU Imbau Muhammadiyah Tetap Ikuti Sidang Itsbat
Senin, 09/07/2012 07:30

Jakarta, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) mengimbau Muhammadiyah untuk tetap mengikuti Sidang Itsbat di kantor Kementerian Agama Jakarta bersama elemen ormas-ormas Islam lainnya, MUI dan para pakar astronomi. Sidang itsbat merupakan cara terbaik untuk menyatukan awal bulan Ramadhan.

“Kita himbau Muhammadiyah untuk tetap ikut sidang itsbat dalam kebersamaan untuk mencari titik temu,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri kepada NU Online di Jakarta, Ahad (8/7).

Seperti diwartakan, Muhammadiyah melalui ketua pimpinan pusatnya Din Syamsuddin pada Rabu (27/6) lalu menyatakan tidak akan mengikuti sidang isbat untuk penentuan awal Ramadhan tahun ini. Menurutnya, sidang isbat tidak perlu karena pemerintah dianggap tidak mengayomi seluruh umat yang berbeda pendapat.

Sidang Itsbat akan digelar pada Kamis (19/7) sore. Meski telah menyatakan tidak akan mengikuti sidang itsbat, Kementerian Agama seperti diungkapkan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abdul Djamil tetap mengirimkan undangan kepada PP Muhammadiyah.

Menurut Kiai Ghazali, sidang itsbat yang didasarkan pada hisab dan rukyat merupakan keputusan Ijtima’ Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 16 Desember 2003 lalu yang juga dihadiri oleh perwakilan Muhammadiyah. Waktu itu Muhammadiyah antara lain diwakili Dr Amin Suma dan Abdul Fatah Wibosono.

Ditambahkan, ijtima’ Ulama MUI itu juga dilanjutkan dengan beberapa pertemuan antar ormas, antara lain, pada 2011 diadakan lokakarya yang diselenggarakan oleh Kemenag di Cisarua Jawa Barat. Pertemuan itu juga menghasilkan kesepakatan penting yang ketua tim perumusnya adalah Prof Susiknan Ashari dari Muhammadiyah.

“Dalam pertemuan itu disepakati bahwa kriteria imkanur rukyat untuk taqwim (kalender) yang bisa diterima adalah tinggi hilal di atas 2 derajat dengan jarak antara matahari dan bulan 3 derajat. Lalu dalam pertemuan berikutnya di Semarang ditambahkan ketentuan mengenai umur hilal,” kata Kiai Ghazali.

Menurut Kiai Ghazali, tidak ada alasan bagi Muhammadiyah untuk tidak mengikuti sidang itsbat hanya karena telah menetapkan awal Ramadhan sendiri.

“Kita mengenal konsep imamatul uzhma dan ulil amri. Maka kita ikuti sidang itsbat bersama pemerintah. Kalau Muhammadiyah mendahului pemerintah itu namanya tidak mau diajak musyawarah,” pungkasnya.



Penulis: A. Khoirul Anam

Komentar(10 komentar)
Ahad, 12/08/2012 14:46
Nama: nizar bahr
Perlu ketegasan
numpang rembuk nggeh... indonesia sudah lama mengalami pro kontra dalam ormas ormasnya. hal ini tentu sangat membuat resah dan geram masyarakatnya sendiri, boleh di bilang pemerintah indonesia kurang tegas dalam menangani masalah ini.tentunya sebagai garda terdepan, ormas harus memberi contoh yang baik tidak menampakkan kesombongan dan konflik di depan umum. apakah tidak begitu mecermati dan melaksanakan ajaran islam itu sendiri yang mengedepankan persatuan,contoh yang baik di mata umat.Pemerintah harus tegas menangani kasus ini. supaya indonesia menjadi baldah yang thoyyibah. pemimpin yang mempunyai haibah, adil di mata umat sangat di elu-elukan umat. akhiron,IDZA WUSIDAL AMRU ILA GHOIRI AHLIHI FAN TADHIRISS'AAT.
Jumat, 20/07/2012 07:34
Nama: syarif
musyawarah menepis kesombongan
Apapun keputusannya mestinya muhammadiyah datang pada sidang isbat. krn inilah forum terbaik di negara ini untuk saling menghargai agar tidak terkesan arogan/ benar sendiri. apalagi pada forum2 sebelumnya tentang permasalahan isbat rukyat muhammadiyah selalu ada perwakilannya serta menyepakati aturannya, tetapi ketika diadakan sidang Dia tdk datang, apa ini tidak arogan namanya. saya kira Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama sdh membuka forum yang sgt bagus untuk saling berdiskusi, dan sy kira menterinya jg mengakomodasi semua ko. lalu bgm negara ini/ dalam hal ini umat islam mau damai kalau yang diajak damai sj tdk mau duduk bersama. marilah kita bersatu untuk saling menghormati !
Kamis, 19/07/2012 19:08
Nama: Ahmadi Kusuma
Numpang Ngacir
Alangkah baiknya jika kita umat islam mengikuti dan menta'ati peraturan pemerintah dan kebijakan Ulama,agar tidak salah persepsi dan tidak ada unek2 yg menyumbat hati kita,sebab Ramadlan adalah tempat kita berlabuh untuk mensucikan jiwa dan raga kita agar menjadi insan yg diridhoi oleh Allah SWT.Jangan membuat keputusan sendiri
Kamis, 19/07/2012 17:19
Nama: Jubaedillah Al Aris
PERBEDAAN ADALAH FITRAH
apapun perbedaannya namun islam tetaplah agama rahmatal lil'alamin...lan semua itu umate kanjeng nabi SAW. oleh karena itu hayu mari berpuasalah untuk ALLAH semata dengan meraih RidhoNYA.titik.
Kamis, 19/07/2012 10:53
Nama: Mas Yudha
OPINI KU
Apapun perbedaanya. dan apaun sikap yang kita ambil. Semua harus di selesaikan dengan cara bersama - sama. Kita hidup di negara yang punya pemerintah dan hukum.
Kamis, 19/07/2012 09:28
Nama: ROHMAT
hehehehe
semoga dengan penetapan awal Romadhon oleh Muhammadiyah ini bukan menunjukkan kesombongan dan kecongkakan yang mempunyai JARGON sebagai Organisasi Modern yang selalu mengedepankan pendekatan Ke-Ilmiahan dan Ke-Logisannya. inikah imbas dari intern Muhammadiyah yang dikabarkan akhir-akhir ini mengalami krisis ulama????
Kamis, 19/07/2012 09:24
Nama: saiful
kenapa harus ribut?
semua yg berdasarkan hw nafsu pasti ujungnya jelek. "shuumu liru'yati wa afthiru liru'yati" sy kira hadist ini cukup jelas dan masyhur. dari sini ru'yatul hilal dgn mata menjadi pesan utama. adapun munculnya ta'wil "melihat dgn penanggalan atau peralatan lainnya" itu hy sekedar alat bantu yg tdk dpt dijadikn alasan utk menafikan "melihat bln dgn indera". Kembalilah kpd sunah rosul. Katakanlah/akuilah yg benar wslaupun pahit. krn mengakui yg benar tdk akan membuat kita hina. kata Rosululloh, "umatku (ulama) tdk mgkn menyepakati sesuatu kebatilan secara berjama'ah". hadist ini bs kita pake sbg pegangan utk mengikuti ijma' ulama. wallohu a'lam...
Rabu, 18/07/2012 18:38
Nama: sony
Ikuti berdasarkan keyakinan
Buat apa sidang itsbat kalo nanti pelaksanaan puasanya sdh sesuai keyakinan pd hari yg sdh tetapkan pimpinan masing2, nanti spt lebaran th 2011 pd saat idul fitri (hasil sidang itsbat)ternyata posisi bulan sdh pd tgl 2 syawal. kenapa puasa dan syawal berbeda idul adha kok sama apa bulannya maju mundur.
Rabu, 18/07/2012 10:54
Nama: Edy Iskandar
Mengalah utk Menang
Muhammadiyah sbg ormas yang berdiri sebelum negara ini berdiri, jadi jgn diremehkan, semua pakar/ahli ada di Muhammadiyah, liat amal usahanya, kader2nya ada disetiap penjuru negri ini,. bagaimana ikut itsbat, lha wong NU dan pemerintanya CS, dan MUI nyaa majlis ulama Indonesia, bukan majlis ulama islam, dan sidangnya gaya Soharto dulu, tinggal ketuk palu, paparan dan dalil yang ada tdk diterima. ini yg namanya musyawarahh,..... wallahualam bishowab,
Rabu, 18/07/2012 10:10
Nama: eko dy
kebersamaan harus atas dasar keterbukaan & kejujuran
tahsabuhum jami'a wa qulubuhum satta...buat apa kita bersatu tetapi hatinya terpecah belah, hanya jujur dan terbuka akan membuat hati kita satu, karena Allah kita Esa, Kitab kita Satu dan Rasul (Uswatun Hasanah) kita Satu.
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefDesember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::