Jumat, 19 September 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
Rukyat Cakung, Kiai Ghazalie dan FPI
Jumat, 20/07/2012 14:28

Sidang itsbat atau penetapan awal Ramadhan 1433 H di kantor Kementerian Agama Jakarta, Kamis (19/7) malam menjadi agak renyah ketika muncul laporan bahwa ada yang berhasil mengamati hilal di Cakung, Jakarta. Lebih renyah lagi karena yang melaporkan hasil rukyat ini adalah salah seorang utusan dari Front Pembela Islam (FPI).

Saat diberikan kesempatan oleh pemimpin sidang itsbat Menteri Agama Suryadharma Ali, FPI langsung unjuk gigi melaporkan bahwa ada empat orang yang berhasil melihat hilal di Cakung pada pukul 17.53 WIB dan telah di sumpah oleh hakim pengadilan agama.

Atas hasil laporan itu, FPI meminta Menteri Agama menetapkan awal puasa jatuh pada hari Jum’at (20/7). Namun sayang permintaan FPI ini tidak direspon positif oleh Menteri Agama. Bahkan anggota sidang itsbat dari NU memberikan penilaian lain terhadap hasil rukyat di Cakung.

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri meragukan kualitas rukyat di Cakung. Bukan hanya meragukan, tapi mengatakan hasil rukyat di Cakung itu tidak sah dan meminta Kementerian Agama menertibkan tim rukyat di sana.

Ada empat hal, kata Kiai Ghazalie yang menyebabkan hasil rukyat di Cakung tidak shahih menurut ilmu falak. Pertama hilal dilaporkan berhasil diamati pada pukul 17.53 WIB, sebelum waktu maghrib untuk wilayah Jakarta tiba. Padahal menurut ketentuan syariat dan berdasarkan pedoman ilmu astronomi hilal baru mungkin dilihat setelah ghurub, atau terbenam matahari. “Belum maghrib, mustahil mendapatkan hilal,” kata Kiai Ghazali.

Kedua, cuaca di Jakarta, tepatnya di Cakung pada saat diadakan rukyat dalam keadaan mendung. Sementara arah pengamatan hilal di lokasi rukyat Cakung saat ini sudah terhalang gedung-gedung tinggi Jakarta. 

“Sudah lama kami mensurvei lokasi rukyat di Cakung. Tempatnya dan alat yang dipakai sangat sederhana. Sementara di barat sana terdapat gedung pencakar langit,” tambah Kiai Ghazalie.

Ketiga, tim rukyat yang menyatakan berhasil melihat hilal adalah orang yang itu-itu saja. Hakim yang menyumpah juga hakim yang itu-itu saja. Sangat kompak. “Tolong disampaikan hakim mana yang menyumpah dan dan di wilayah mana,” kata Kiai Ghazali,

Keempat, ahli falak NU itu mengingatkan, rukyat tidak bisa dilakukan oleh orang sembarangan, dan harus disertai ilmunya. Laporan hasil rukyat tidak cukup hanya dengan sumpah tetapi juga harus disertai data mengenai posisi matahari tenggelam, berapa jarak antara bulan dan matahari, serta bagaimana kondisi kemiringan hilal yang berhasil diamati.

Maka tegas Lajnah Falakiyah PBNU meminta pihak Kementeterian Agama segera mengadakan peninjauan kembali apakah layak Cakung digunakan untuk melakukan rukyat.

“Perlu ada tinjauan dari Kemenag agar tidak menjadi insiden terus-menerus. Ini bikan main-main. Saya minta hakim yang menyumpah dipanggil Mahkamah Agung untuk diperingatkan,” kata Kiai Ghazalie. NU Online juga menerima laporan dari berbagai daerah dan beberapa pesantren bahwa tim rukyat Cakung menyebarkan hasil rukyatnya sehingga membuat gelisah warga.

Alhasil laporan Rukyat Cakung oleh FPI itu tidak diindahkan dalam sidang itsbat. Namun ada yang menarik. FPI menyatakan menolak hasil kesimpulan sementara Menteri Agama terkait hisab-rukyat awal Ramadhan 1433 H yang disampaikan oleh para peserta sidang hanya gara-gara ada satu-dua metode hisab yang dikutip yang bersumber dari barat.

“Kami tidak mengikuti hisab barat. Kami mengikuti metode hisab ulama klasik, Sulamun Nayyirain,” kata perwakilan FPI.

Barangkali FPI tidak tahu sebenarnya banyak sekali karya ulama terbaru di bidang ilmu hisab. Ilmu falak atau astronomi adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang terus berkembang, dan tidak hanya berurusan dengan orang barat. 

Beberapa saat sebelum menutup pembicaraan, Kiai Ghazali Masroeri mengatakan, FPI lupa atau mungkin tidak tahu kalau pengarang kitab Sulamun Nayyirain sendiri berharap agar karyanya terus dikembangkan, dan terus dikembangkan oleh para ulama dan ahli falak setelahnya.


Penulis: A. Khoirul Anam

Komentar(10 komentar)
Senin, 23/07/2012 05:31
Nama: Zainuddin MZ
Assalamu'alaikum WW
Jangan sampai perbedaan dalam menentukan Awal puasa sesama NU pecah, karena FPI lahir dari rahim NU...!!! awal puasa banyak pahala.
Ahad, 22/07/2012 16:53
Nama: muhammad aniq
hentikan rukyah abal-abal
seandainya tidak ada laporan tentang rukyat di cakung yang dibesar-besarkan oleh media, maka selesailah urusannya,.. karena kalua yang beda Muhammadiyah rukyatnya sama seperti yang lain cuma karena dia cukup dengan adanya wujudul hilal...
Ahad, 22/07/2012 15:26
Nama: abdun Nafi
terlihat mana yang hak dan yang bathil
luar biasa yai Ghozali ( ketua lazjantul falaqiyah PBNU), kita sangat terharu melihat dan mendengarkan bagaimana kyai NU benar-benar faham dan lugas dalam menerangkan pada umat tentang penentuan awal romadhon dengan metode ru'yatul hilal, selalu konsisten dasar alqur'an, hadist, referensi kitab-kitab klasik ulama sholihus sholeh dan ilmu pengetahuan modern, dengan kesederhanaan dan rendah hati memberikan pemahaman yang komprehensif pada umat, berkualitas dan tahu betul tentang ilmu-ilmu agama, ini yang membedakannya dengan kelompok yang menamakan dirinya pembela islam tapi hanya menonjolkan simbol dan merasa benar sendiri, yang sudah jelas kita semua melihat bagaimana kualitas keilmuanya, ini yang di sebut dalam hadist nabi umat islam yang seperti bui di laut yang luas,dimana-mana mengaku sebagai ulama dan penegak pemebela islam tapi minim ilmunya. barokallah ala jamiyyah nahdhotul Ulama. aminnnn.. ya allah..
Ahad, 22/07/2012 15:04
Nama: sabrina
kyai pikir
tim rukyat yang menyatakan berhasil melihat hilal adalah orang yang itu-itu saja. Hakim yang menyumpah juga hakim yang itu-itu saja. Sangat kompak. “Tolong disampaikan hakim mana yang menyumpah dan dan di wilayah mana,” kata Kiai Ghazali lah yg sidang juga itu itu saja??
Ahad, 22/07/2012 14:26
Nama: alit
beda lagi beda lagi
bumi kita SATU.. matahari kita juga SATU.. bulan kita juga SATU .. kita berada di SATU wilayah negara, tapi aneh kita punya dua tanggal 1 Ramadhan, yang lebih aneh lagi satu Gang berbeda tgl 1 Ramadhannya ?? apakah perbedaan seperti ini rahmat ? mohon setiap pihak yang berwenang menghadapi ini dengan serius !! secara logika apa mungkin satu gang beda tanggal ?
Ahad, 22/07/2012 14:10
Nama: ATMARI, S.H.,M.H.
Kearifan Kyai2 NU
Didalam kesederhanaan kyai2 NU terdapat kedalaman ilmu2 beliau dalam setiap pemahaman persoalan agama
Ahad, 22/07/2012 13:55
Nama: Zainul Ridlo
Hope toward NU Online
Semoga info ini berasal dari fakta sebenarnya dan membuahkan hidayah buat kita yang membaca untuk lebih giat memahami ilmu falaknya ... Salam.
Ahad, 22/07/2012 12:18
Nama: gus sobleh
lagi-lagi cakung
kalo menurut pandangan ana orang2 fpi dan yang semacamnya itu secara fiqh berpegang pada rukyah tapi hasilnya selalu dipaksain ke hasil hisab hal ini sama kayak kasus di kingdom saudi yang selalu ada orang yang sumpah melihat hilal ASAL SESUAI SAMA KALENDER UMMUL QURO
Ahad, 22/07/2012 11:11
Nama: faqih
Belajar ilmu Falak
Alhamdulillah, sebagai warga NU saya bangga mengikuti sidang isbat secara langsung dari TV. bagi warga NU yang ingin belajar ilmu falak dari dasar secara online bisa di lihat website www.ilmufalakiyah.com semoga bermanfaat
Ahad, 22/07/2012 10:54
Nama: rio
payahh
penulisanya g berimbang, lebih kepada feodalisme, makin membuat ummat terpecah, payahh
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefSeptember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::