Sabtu, 25 Mei 2013
Language :
Find us on:
Nasional 
Rukyat Cakung, Kiai Ghazalie dan FPI
Jumat, 20/07/2012 14:28

Sidang itsbat atau penetapan awal Ramadhan 1433 H di kantor Kementerian Agama Jakarta, Kamis (19/7) malam menjadi agak renyah ketika muncul laporan bahwa ada yang berhasil mengamati hilal di Cakung, Jakarta. Lebih renyah lagi karena yang melaporkan hasil rukyat ini adalah salah seorang utusan dari Front Pembela Islam (FPI).

Saat diberikan kesempatan oleh pemimpin sidang itsbat Menteri Agama Suryadharma Ali, FPI langsung unjuk gigi melaporkan bahwa ada empat orang yang berhasil melihat hilal di Cakung pada pukul 17.53 WIB dan telah di sumpah oleh hakim pengadilan agama.

Atas hasil laporan itu, FPI meminta Menteri Agama menetapkan awal puasa jatuh pada hari Jum’at (20/7). Namun sayang permintaan FPI ini tidak direspon positif oleh Menteri Agama. Bahkan anggota sidang itsbat dari NU memberikan penilaian lain terhadap hasil rukyat di Cakung.

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri meragukan kualitas rukyat di Cakung. Bukan hanya meragukan, tapi mengatakan hasil rukyat di Cakung itu tidak sah dan meminta Kementerian Agama menertibkan tim rukyat di sana.

Ada empat hal, kata Kiai Ghazalie yang menyebabkan hasil rukyat di Cakung tidak shahih menurut ilmu falak. Pertama hilal dilaporkan berhasil diamati pada pukul 17.53 WIB, sebelum waktu maghrib untuk wilayah Jakarta tiba. Padahal menurut ketentuan syariat dan berdasarkan pedoman ilmu astronomi hilal baru mungkin dilihat setelah ghurub, atau terbenam matahari. “Belum maghrib, mustahil mendapatkan hilal,” kata Kiai Ghazali.

Kedua, cuaca di Jakarta, tepatnya di Cakung pada saat diadakan rukyat dalam keadaan mendung. Sementara arah pengamatan hilal di lokasi rukyat Cakung saat ini sudah terhalang gedung-gedung tinggi Jakarta. 

“Sudah lama kami mensurvei lokasi rukyat di Cakung. Tempatnya dan alat yang dipakai sangat sederhana. Sementara di barat sana terdapat gedung pencakar langit,” tambah Kiai Ghazalie.

Ketiga, tim rukyat yang menyatakan berhasil melihat hilal adalah orang yang itu-itu saja. Hakim yang menyumpah juga hakim yang itu-itu saja. Sangat kompak. “Tolong disampaikan hakim mana yang menyumpah dan dan di wilayah mana,” kata Kiai Ghazali,

Keempat, ahli falak NU itu mengingatkan, rukyat tidak bisa dilakukan oleh orang sembarangan, dan harus disertai ilmunya. Laporan hasil rukyat tidak cukup hanya dengan sumpah tetapi juga harus disertai data mengenai posisi matahari tenggelam, berapa jarak antara bulan dan matahari, serta bagaimana kondisi kemiringan hilal yang berhasil diamati.

Maka tegas Lajnah Falakiyah PBNU meminta pihak Kementeterian Agama segera mengadakan peninjauan kembali apakah layak Cakung digunakan untuk melakukan rukyat.

“Perlu ada tinjauan dari Kemenag agar tidak menjadi insiden terus-menerus. Ini bikan main-main. Saya minta hakim yang menyumpah dipanggil Mahkamah Agung untuk diperingatkan,” kata Kiai Ghazalie. NU Online juga menerima laporan dari berbagai daerah dan beberapa pesantren bahwa tim rukyat Cakung menyebarkan hasil rukyatnya sehingga membuat gelisah warga.

Alhasil laporan Rukyat Cakung oleh FPI itu tidak diindahkan dalam sidang itsbat. Namun ada yang menarik. FPI menyatakan menolak hasil kesimpulan sementara Menteri Agama terkait hisab-rukyat awal Ramadhan 1433 H yang disampaikan oleh para peserta sidang hanya gara-gara ada satu-dua metode hisab yang dikutip yang bersumber dari barat.

“Kami tidak mengikuti hisab barat. Kami mengikuti metode hisab ulama klasik, Sulamun Nayyirain,” kata perwakilan FPI.

Barangkali FPI tidak tahu sebenarnya banyak sekali karya ulama terbaru di bidang ilmu hisab. Ilmu falak atau astronomi adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang terus berkembang, dan tidak hanya berurusan dengan orang barat. 

Beberapa saat sebelum menutup pembicaraan, Kiai Ghazali Masroeri mengatakan, FPI lupa atau mungkin tidak tahu kalau pengarang kitab Sulamun Nayyirain sendiri berharap agar karyanya terus dikembangkan, dan terus dikembangkan oleh para ulama dan ahli falak setelahnya.


Penulis: A. Khoirul Anam

Komentar(10 komentar)
Sabtu, 21/07/2012 15:58
Nama: dikhyah
FPI
cukuplahlah FPI bermain di kekerasan saja jangan hal-hal yang bersifat ilmiah, masih jauh dari mampu
Sabtu, 21/07/2012 13:43
Nama: kusmanta
komentar
nu sederhana tp berkualitas, best of the best
Sabtu, 21/07/2012 13:25
Nama: alhak
aduuh FPI..
FPI... bikin ulaaaah muluuu. aduuh fpiii
Sabtu, 21/07/2012 10:59
Nama: del piero
bangga jadi warga NU
mengikuti sidang itsbat di tvone, saya sangat bangga jadi warga NU. orang bilang NU kuno,,, paham lama,,, ga kenal bangku sekolah,,, hanya alumni dari pondok pesantren kuno tanpa embel2 ponpes modern,,, TAPI dari tanggapan para kyai NU di forum sidang SANGAT NYATA pendapat KYAI NU sangat ILMIAH dan MODERN, hidup NU
Sabtu, 21/07/2012 09:50
Nama: tarmidi
jangan terprovokasi media
ADU DOMBA SESAMA OARNG ISLAM SESAMA ASWAJA..SUNGGUH SANGAT MEMPRIHATINKAN..yang dibawah ngomong asal jangan seenak jidat juga. emang loo pada juga pada ngerti trus yakin mana yang paling bener..untuk itu mending kita fokus pada ramadhan itu sendiri dengan TAQWA..
Sabtu, 21/07/2012 09:28
Nama: rasyid
sedikit komentar
yah inilah yang membuat negeri ini hebat, kita kaya dengan keragaman. hormati saja apa yang menjadi pilihan mereka.
Sabtu, 21/07/2012 06:26
Nama: erfan
Sembrono
Melihat tayangan tetang kesaksian melihat hilal, terkesan sembrono dan mengabaikan metode ru'yat dengan teknologi..kiranya ada pembinaan agar masalah agama ini tidak di jdikan 'kesembronoan' atau bahkan alat kpentingan belaka
Sabtu, 21/07/2012 02:01
Nama: ulum
FPI sok pinter
sekarang memang banyak islam karbitan dengan bermodal surban dan mengatasnamakan Islam tapi sebetulnya mereka tidak tahu lebih jauh tentang hukum-hukum Islam itu sendiri.. ya nggak usah neko-neko sok pinter mending Nunut Urip wae..
Jumat, 20/07/2012 23:16
Nama: Fesy Syarchosi
Setuju
Saya sangat setuju sekali, dalam Islam tidak sembarangan dalam menenutukan suatu hal apalagi yang urusannya ibadah yang dilakukan wajib oleh semua ummat Islam, harus didasari ilmu yang mantap dan keahlian yang memadai. jgn hanya ingin menaikan populaliras golongan sampai berani berbicara yg tidak bisa dipertanggungjawabkan sepenuhnya. suwun
Jumat, 20/07/2012 22:58
Nama: hadi
salut
salut buat ketua lajnah falakiah nahdlatul ulama
Space Iklan
625 x 100 Pixel

Android

Blackberry

iPhone
Buletin Jumat
Senin, 27/02/2012 13:00
Secara bahasa Dzikir dapat dimaknai dengan mengingat Allah swt. Makna ini terkesan sangat abstrak sekali, lalu bagaimanakah dzikir itu sebenarnya?...
Polling
NU harus mengembangkan sektor dunia usaha untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan. Menurut anda, siapa yang harus bergerak
NU sebagai organisasi yang membentuk badan usaha dan menjalankannya
Orang NU saja yang berbisnis, dan mendistribusikan sebagian keuntungannya untuk organisasi
Tidak tahu
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefMei 2013Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
Space Iklan
305 x 120 Pixel
>>> Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email: redaksi@nu.or.id. Innalillahi wa inna ilahi raajiuun, telah wafat Anregurutta HM Harisan AS (65) pukul 17.00 WITA di Makassar. Ia merupakan wakil rais PWNU Sulsel yang juga ayahada ketua umum IPNU Khairul Anam HS. Mohon doa dari seluruh warga NU.>>>