Selasa, 18 Juni 2013
Language :
Find us on:
Nasional 
TRAGEDI ROHINGYA
PBNU Imbau Masyarakat Indonesia Tak Terpancing
Rabu, 01/08/2012 21:08

Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk keras tragedi kemanusiaan yang menimpa minoritas muslim Rohingya di Myanmar. Selain mendesak pemerintah Indonesia untuk segera bertindak, ormas Islam terbesar ini mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing sejumlah isu provokatif yang dapat mengoyak keharmonisan bangsa.

“Apa yang terjadi di Timur Tengah atau di Asean jangan sampai mempengaruhi kebersamaan kita,” tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam jumpa pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (1/8).

Menurut Kang Said, langkah reaksioner yang berlebihan tidak akan menyelesaikan masalah. Keputusan untuk berjihad ke Myanmar atau membenci umat Budha di Indonesia jauh dari relevan. Sikap mengecam ketidakadilan harus ditunjukkan dengan cara-cara yang tepat.

“Kita tunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa kita bangsa toleran,” ujarnya.

Sejak awal, lanjutnya, bangsa Indonesia mampu hidup rukun dan damai meski ratusan suku bermukim di Tanah Air. Karena itu, ia berharap praktik kekerasan yang terjadi di Myanmar tak sampai mengotori suasana ini.

Hadir dalam kesempatan ini Ketua Umum ICRP Musdah Mulia, serta beberapa perwakilan kelompok Budhis di Indonesia, seperti Hikmahbudhi, STAB Dutavira, Magabudhi, Majelis Budhayana Indonesia, dan Patria.

Ketua Umum Hikmahbudhi Adi Kuriniawan berharap, sebagai ormas besar PBNU dapat mengajak masyarakat untuk bersikap secara positif dalam menghadapi tragedi Rohingya. 

“Kami berharap isu ini tidak menjadi liar, sehingga menimbulkan polemik-polemik dalam negeri,” katanya.



Redaktur : A. Khoirul Anam
Penulis    : Mahbib Khoiron

Komentar(7 komentar)
Sabtu, 04/08/2012 12:12
Nama: wulan
rohingnya
ini adalah pertikaian suku. sama seperti pembantaian suku madura oleh dayak.
Sabtu, 04/08/2012 11:57
Nama: Grassius Josef Iskarjanto Reksosumarto
SELALU DI DALAM KASIH
menyikapi dengan sepenuh KASIH tidak mengobarkan tetapi memadamkan marah dan dendam ....
Kamis, 02/08/2012 23:30
Nama: Adi
Rohingnya
Kita bisanya hanya bisa prihatin saja, gak ada tindak nyata.
Kamis, 02/08/2012 21:25
Nama: iskandar
mari berdo'a dan peduli
apa langkah konkrit PBNU, kami di grassroot sendiko dawuh kalih kyai
Kamis, 02/08/2012 13:02
Nama: rohadi
rohingnya
turut prihatin.........dan miris sekali kok bisa,ada apa dgn muslim??????????????
Kamis, 02/08/2012 08:27
Nama: umar subhan
solidaritas rohingnya
bagaimana kalau NU mengkoordinir sumbangan dari warga nahdhiyin untuk dikirimkan ke saudara kita muslim rohingnya
Rabu, 01/08/2012 21:47
Nama: kusmanta
rohingnya
turut prihatin
Space Iklan
625 x 100 Pixel

Android

Blackberry

iPhone
Buletin Jumat
Senin, 27/02/2012 13:00
Secara bahasa Dzikir dapat dimaknai dengan mengingat Allah swt. Makna ini terkesan sangat abstrak sekali, lalu bagaimanakah dzikir itu sebenarnya?...
Polling
NU harus mengembangkan sektor dunia usaha untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan. Menurut anda, siapa yang harus bergerak
NU sebagai organisasi yang membentuk badan usaha dan menjalankannya
Orang NU saja yang berbisnis, dan mendistribusikan sebagian keuntungannya untuk organisasi
Tidak tahu
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefJuni 2013Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
Space Iklan
305 x 120 Pixel
>>> PBNU turut berbelasungkawa atas meninggalnya Ketua MPR RI H. Taufiq Keimas. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT >>> Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email: redaksi@nu.or.id >>>