Berita Terkait
Tags:
300 x 80 Pixel
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyesalkan sikap Muhammadiyah tidak mengikuti Sidang Itsbat awal Ramadhan 1433 H kemarin di kantor Kementerian Agama Jakarta bersama elemen ormas-ormas Islam lainnya, serta MUI dan para pakar astronomi.
“Kita diundang untuk membicarakan persoalan umat. Mestinya Muhammadiyah juga hadir,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada wartawan dalam acara buka bersama di kantor PBNU Jakarta, Sabtu (11/8) lalu.
“Soal beda pendapat itu hal biasa, silakan disampaikan pada saat sidang istbat,” tambahnya.
Seperti diwartakan, Muhammadiyah beberapa waktu lalu menyatakan tidak akan mengikuti sidang isbat untuk penentuan awal Ramadhan dan bulan-bulan lainnya, termasuk dalam penentuan awal Syawal 1433 H ini.
Menurut Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj, dalam penentuan awal bulan qamariyah, Muhammadiyah berpegang pada ketentuan umum yang digariskan dalam nash Al-Qur’an dan hadits Nabi.
“Sementara NU berpegang pada ketentuan khusus, atau semacam Juklak (petunjuk pelaksanaan) yang disebutkan dalam banyak sekali hadits Nabi, yakni dengan melaksanakan rukyatul hilal,” tambahnya.
Menurutnya, perbedaan dalam penetapan awal bulan masih bisa dicari titik temunya, antara lain melalui pelaksanaan sidang itsbat bersama pemerintah yang diwakili Kementerian Agama.
Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis : Alhafiz Kurniawan
Menghindari
Saya menilai positif saja, justru ketidakhadiran Muhammadiyah bisa menghindari sikap saling "caci". Ke depan, masalah perbedaan semoga bisa disikapi dengan kebeningan hati. kebenaran sejati hanya datang dari Allah.
Mari lebih baik lagi
Dear Sodara seiman
Akhirat = Surga & Neraka
Seharusnya sebagai warga ketimuran apalagi muslim contoh akhlaq yang karimah harus dikedepankan daripada sekedar fanatik golongan. bukankah di akhirat nanti tidak ada nu, muhammadiyah, dll. yg ada hanyalah surga dan neraka.
jaga ukuwah islamiyah
perbedaan hal yg biasa,lagian nu juga pernah mengawali duluan.apalagi kita tdk tau nu,muhammadiyah,ataupun pemerintah yg benar.lebih baik kita juga memikirkan agama kita yg lebih komplek,ekonomi,moral,pendidikan,kesehatan,solidaritas saudara kita di dunia yg terjajah palestina,afganistan,myanmar.mana solidaritasmu? lini2 kehidupan kita byk tertinggal oleh agama lain.
Biarkan
biarkan saja, itu hak dia... yg pnting N U gak ikut2an. Dah selesai. Go go go semangat N U
ya sudah
kita semua tak peduli dari yang mana hanya bisa berucap LANAA A'MALUNA WALAKUM A'MALUKUM. yA allah ampuni kami semua dari kesalahan kesalahan karena kesombongan kami.
Hebat
sayasalaut sama NU yg selalu terdepan dalam memecahkan permasalahan umat... seharusnya Muhammadiyah harus begitu.....
Sidang itsbat sebaiknya tertutup
Sidang itsbat sebaiknya dilakukan tertutup, cukup keputusannya saja yang disiarkan terbuka. Sehingga masyarakat seyogyanya tidak perlu dipertontonkan perdebatan ulama yang bersilat lidah beradu dalil yang semuanya merasa paling benar. Tidak ada pula pihak-pihak yang merasa tersinggung/dipermalukan/dipojokkan di muka umum.
Kita adalah inklusif
Umat selalu care dan mengikuti jamaah dan jam'iyyah yang terbuka menjauhi ekslusivitas. Keterbukaan selalu dikedepankan dengan mendasarkan pada ilmu dan kebenaran.
Takut Berdebat
Kelihatan sekali mana ormas islam yang mumpuni dalam ilmu agama dan mana yang takut berdebat dimuka umum. Ini urusan umat jadi sebaiknya mengikuti pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan.
625 x 100 Pixel
305 x 100 Pixel
305 x 120 Pixel



Print
Download
Send






Pref

