Ahad, 21 September 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
JELANG MUNAS-KONBES
PBNU Temui Presiden Terkait Penyerangan Syiah
Rabu, 29/08/2012 08:04

Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj didampingi pengurus lainnya, bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di istana, Selasa (28/8).

Pertemuan dilakukan guna membicarakan kasus penyerangan warga Islam Syiah di Sampang. Pemerintah berjanji akan memberikan perhatian lebih ke Madura pascapenyerangan tersebut.

"Alhamdulillah Presiden sepakat apa yang terjadi di Sampang adalah murni kriminal. Tadi Presiden juga menjanjikan akan secara khusus memperhatikan Madura dalam dua tahun ke depan," kata Kiai Said usai pertemuan.

Mendampingi Kiai Said dalam pertemuan di Ruang Cenderawasih, Istana Kepresidenan,  adalah Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas'udi, KH Saifudin Amsir, dan KH Artani Hasbi. Turut serta dalam rombongan adalah panitia Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama.

Dalam pertemuan tersebut PBNU juga menyampaikan desakan agar Presiden memberikan instruksi ke aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, untuk bertindak tegas dalam menangani kasus penyerangan warga Islam Syiah di Sampang, Madura. Pelaku penyerangan harus ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Diberitakan sebelumnya, PBNU mengutuk kembali terulangnya penyerangan terhadap warga Islam Syiah di Nanggernang, Sampang, Madura, Jawa Timur, hingga mengakibatkan jatuhnya 2 korban jiwa dan beberapa di antaranya luka. Peristiwa tersebut dinilai sebagai kriminal murni, dan aparat penegak hukum didesak dapat menjalankan tugas penegakan dengan baik.

"Saya melihat (kejadian) itu sebagai kriminal murni, karena dakwah tidak dibenarkan  kalau sampai harus saling melukai, apalagi saling bunuh. Oleh karenanya aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, harus bisa bertindak sesuai dengan hukum yang ada," tandas Kiai Said. 

Terkait tudingan sejumlah pihak jika Syiah adalah aliran sesat, NU tidak sependapat jika penyelesaiannya dilakukan melalui jalan kekerasan.

"NU dengan Syiah jelas beda, terlebih dengan Ahmadiyah, jelas berbeda. Tapi, dalam pergaulan kami menolak adanya kekerasan, karena ajakan berubah itu ada metodenya. Dakwah, diskusi yang bermartabat, dan itu semua yang selama ini kami lakukan," tegas Kiai Said.

Penulis: Nabil Haroen


Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefSeptember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::