Selasa, 02 September 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
ENSIKLOPEDI NU
Majalah Bangkit
Ahad, 14/10/2012 09:35
Majalah Bangkit

Majalah Bangkit adalah majalah bulanan yang diterbitkan Lajnah Ta’lif Wan-Nasyr Pengurus Wilayah NU DIY dalam kurun waktu 10 tahun. Tampil dengan semboyan diniyah-ilmiyah-ijtima’iyah, majalah ini diterbitkan pertama kali pada bulan Oktober 1979, dengan mengangkat tema ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

Bangkit lahir ketika PWNU DIY digawangi oleh kepengurusan H. Saiful Mujab sebagai Ketua Tanfidziyah dan KH Ali Maksum sebagai Rais Syuriyah. 

Sampai dengan edisi ke-11 tahun kedua, majalah tersebut terbit dalam bentuk stensilan, dan baru pada edisi ke-12 (Jumadil Awal 1401 H/Maret 1981), majalah ini dicetak offset dengan ukuran bodi tetap 20 cm x 16 cm.  

Bangkit memiliki rubrik: Surat Pembaca, La’alla (jawaban masail atau surat pembaca), Ajaran (tuntunan dari Al-Qur’an, Al-Hadits dan Qaul Ulama), Pandangan (artikel bebas), Paket (tulisan tentang keorganisasian), Dari Muktamar (kajian keputusan Muktamar/Munas NU di bidang masail diniyah), Pesantren Kita, Yang Ringan (kisah atau ceritera ringan), dan belakangan karena aspirasi pembaca ditambah rubrik Minbaruna (khutbah jum’at/ied).

Sebelum dikemas sebagai majalah, tim pengelola Bangkit telah aktif mempublikasikan ceramah-ceramah KH Ali Maksum dan beberapa tokoh NU di DIY, seperti Prof. Dr. Tolchah Mansoer, dan sebagainya. 

Rapat Pengurus Wilayah NU DIY tanggal 18 Januari 1980 memutuskan menugaskan Drs. H. Aliy As’ad (Sekretaris III PWNU DIY) untuk melakukan ikhtiar peningkatan kualitas warga NU di DIY dengan menerbitkan selebaran tentang ajaran yang biasa dilakukan warga NU.  

Keputusan tersebut dikuatkan lagi oleh PWNU DIY pada rapat tanggal 13 Mei 1980. Sampai edisi ke-4, Bangkit diasuh berdua oleh H. Aliy As’ad dan Haidar Idris.Karena mendapat respons positif dari banyak pihak terutama dari kalangan internal NU, publikasi tersebut ditingkatkan menjadi majalah yang terbit rutin setiap bulan. 

Seiring dengan kebutuhan, pengasuh Bangkit disempurnakan dengan hadirnya Drs. H. Atabik Ali, Moh. Jalaluddin, H. Imam Syafi’i, Syafi’i Thoyib, A. Zuhdi Muhdlor, Saiful Karim, Nawawi Sf, Abdul Muhaimin dan Ahmad Yasin Aqib. Pengurus Besar NU dalam suratnya kepada Pimpinan Redaksi Bangkit, Nomor : 212/Syur/III-’81 menganjurkan agar risalah Bangkit lebih diperluas peredarannya karena dipandang sangat penting untuk melestarikan organisasi NU dan ajaran Ahlussunnah.

Pada masa jayanya, tiras Bangkit mencapai 9.000 eksemplar dengan pembaca dan pelanggan yang tersebar di Jawa dan Sumatera, NTB, Kalimantan, Timor Timur, bahkan mencapai Malaysia, Saudi Arabia, dan Belanda.

Dengan bentuk mungil majalah Bangkit cukup menarik bagi pembacanya ibarat obat dahaga. Tidak sedikit Bangkit dibawa Khatib sebagai rujukan khutbah jum’at atau khutbah shalat ‘id serta da’i sebagai bahan ceramah. Bahkan di beberapa tempat terbentuk komunitas pembaca Bangkit mendiskusikan isi majalah tersebut. 

Majalah Bangkit terkenal dengan bahasanya yang khas pesantren, lugas dan kadang kocak. Dalam rangka kaderisasi, pemimpin redaksi  berikutnya adalah A. Zuhdi Muhdlor menggantikan Aliy As’ad. 

Seiring dengan penataan organisasi, beberapa tahun kemudian majalah Bangkit dialihkan pengelolaannya kepada Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LKPSM) PWNU DIY dengan pemimpin redaksi M. Imam Aziz. Sejak itu BANGKIT mengganti motto dan warna tulisan, bukan lagi dirasah-ilmiyah-diniyah, melainkan popular yang memberikan advokasi kepada kaum marjinal. (A. Zuhdi Muhdlor)

Komentar(3 komentar)
Sabtu, 10/11/2012 08:39
Nama: marzuqi
semangat untuk bangkit
kangenku pada bangkit sepilih tahun lebih terobati. alkhamdulillah seminggu yang lalu aku dapat majalah bangkit edisi september oktober 2012. langsung tak beli semuanya. tapi ketemu teman ditanya kok ada bangkit lagi... eh langsung laku minta dibeli, ya udah tak kasihkan. aku beli lagi 2edisi sekaligus.. ku tunggu edisi bulan selanjutnya... moga langgeng terus .... selamat... jaya untuk indonesia
Kamis, 18/10/2012 09:20
Nama: Ruslan
Wow
Wah ternyata Bangkit masih ada ya? gimana cara berlangganan ya utk daerah Bekasi? inget dulu ortu punya bundel edisi 80-an jamannya Gus Mus masih suka kirim artikel pake nama Mustov Abi Sri
Senin, 15/10/2012 09:33
Nama: fauzan Aly
Info Majalah Nahdliyin
masih berjalankah majalah bangkit itu? saya rindu majalah, tabloid Milik nahdliyin tapi sulat mendapatkan, Afkar juga sudah lama tidak terbit.. nyarinya kemana ya kalo ada yang tahu kasih info dong di aly@gatisan.com
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefSeptember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::