Rabu, 23 April 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
Makam Wali di Tengah Laut Dibanjiri Peziarah
Jumat, 19/10/2012 13:07

Demak, NU Online
Ada makam wali yang unik tapi nyata di Kabupaten Demak. Makam pejuang kemerdekaan ini terletak di tengah laut tepatnya di dukuh Tambaksari desa Bedono kecamatan Sayung Demak.

Sosok wali itu bernama Kiai Mudzakir atau Syech Mudzakir dia pejuang kemerdekaan dan ulama besar di jamannya yakni antara 1900 sampai 1960 an, tanah kelahirannya dari desa Wringin Jajar kecamatan Mranggen, karena demi tuntutan Agama dan perjuangan maka syech Mudzakir menetap nengembangkan ajaran Islam dipesisir pantai Sayung Demak

Saat Haul syech Mudzakir ke-67, kepala satkorcab banser Demak Naim Anwar mengungkapkan, Syech Mudzakir adalah salah satu murid kiai Sholeh Darat Semarang, dia satu angkatan dengan Kiai Thohir yang dimakamkan di desa Sriwulan Sayung Demak

"Berdasarkan cerita dari para sesepuh, mbah Mudzakir itu murid dari mbah Sholeh Darat yang mempunyai ilmu lebih", ungkapnya kepada NU Online, Jum'at (19/10).

Sedangkan menurut salah satu tokoh desa setempat Anwar Haris, Mah Mudzkir merupakan tokoh pejuang kemerdekaan dan ulama yang sangat disegani masyarakat dan ditakuti belanda

"Di saat berjuang, Mbah Mudzakir tidak kenal pamrih dan lelah, dan kesaktiannya yang ditakuti belanda karena ketika mau ditangkap mbah Mudzakir selalu lolos dan menimbulkan korban dari fihak Belanda" kata Haris

Na'im Anwar yang juga panitia menambahkan, untuk mengenang perjuangan Syech Mudzakir disetiap akhir bulan Dzul Qo'dah warga sekitar selalu mengadakan haul yang ditempatkan disekitar makam yakni di tengah laut, dengan begitu jamaah yang hadir berdo'a dan berdzikir diatas perahu karena makamnya tidak muat oleh pengunjung

"Mereka yang datangnya telat ndak kebagian tempat, ya berdo'a ditengah laut sekitar makam" tambah na'im

Yang menjadi keajaiban dari makam wali tersebut adalah tidak pernah tenggelam walau air laut pasang atau naik, gelombang tinggi maupun banjir besar, seperti yang dituturkan K Muhadi kepada NU Online.

"Makam niku nggih semonten terus, kados kados nak toyone ageng makam saged minggah (permukaan makam segitu terus, kalau air pasang seakan akan makam syech Mudzakir ikut naik,red)" tutur K.Muhadi

Dari situlah sampai saat ini makam Syech Mudzakir terus dipadati peziarah baik siang maupun malam, dari warga sekitar maupun warga luar kota Demak, dari rakyat biasa, pejabat maupun santri untuk ngalap berkah kepada Allah dengan berwasilah atau lantaran Syech Mudzakir.




Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: A.Shiddiq Sugiarto

Komentar(1 komentar)
Kamis, 25/10/2012 11:15
Nama: Ahmad Khidhir
Mbah Mudzakir
KH. Abdullah Mudzakir yang lebih dikenal oleh masyarakat Sayung sebagai Mbah Mudzakir memang pejuang kemerdekaan di wilayah Sayung dan sekitarnya sebagaimana disampaikan oleh Guru saya KH. Ali Syafi’i (Habib Ali Bin Muhammad Al-haddad) Pendiri Pon Pes Nahdlatusy Syubban Sayung, mengenai asal beliau dari Kampung Dukuhan Desa Kalisari Sayung, dari ayah Mbah Ibrahim Suro yang masih keturunan Pangeran Diponegoro, sedangkan Ibunya memang keturunan Mbah Shodiq jago Wali dari Wringinjajar Mranggen dan masih keturunan Sunan Bayat dan Sunan Giri. Sedangkan masa hidupnya saya kira tidak semasa dengan mbah Thohir, Wali yang menjadi pejuang menentang Belanda dan belum diakui pula sebagai pahlawan oleh Pemerintah yang dimakamkan di belakang masjid Nyangkringan Desa Sriwulan, sebab mbah Mudzakir wafat tahun 1950, sedangkan mbah Thohir membangun masjid saja tahun 1875, namun demikian mungkin saja Mbah Mudzakir waktu kecil pernah bertemu dengan mbah Tohir yang sudah Tua yang sama-sama Pejuang
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefApril 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Maaf transaksi pembelian via web toko.nu.or.id belum bisa beroperasi karena ada sistem yang perlu disempurnakan ::::