Jumat, 31 Oktober 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
Kang Said: Wahabi Tidak Besar
Rabu, 16/01/2013 11:09

Jakarta, NU Online 
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj kembali menekankan pentingnya umat Islam, khususnya Nahdliyin, untuk terus mengimbangi penyebaran madzhab Wahabi di tengah masyarakat. 

"Secara kekuatan Wahabi itu sebenarnya tidak besar, tapi dananya yang sangat besar. Oleh karena itu mengimbangi Wahabi tetap harus dilakukan, bahkan tanpa mengenal lelah," ungkap Kiai Said di Jakarta, Selasa (15/1). 

Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya, menambahkan sikap pembiaran terhadap penyebaran faham Wahabisme dapat mengikis kekuatan Islam, khususnya madzhab Ahlussunah wal Jama'ah. 

"Kalau setiap hari di televisi, radio, dan dakwah-dakwah masyarakat selalu diracuni kata-kata tahlil bid'ah, ziarah kubur haram, dan lain-lainnya, lama kelamaan pasti akan percaya. Makanya NU yang selama ini meyakini tradisi itu benar harus mempertahankan dan memperjuangkannya," tambah Kang Said. 

Sikap tegas menentang Wahabi, masih kata Kang Said, ditekankannya harus menjadi salah satu nafas perjuangan NU di saat sekarang dan masa akan datang. Pendirian NU salah satunya didorong oleh semangat menetang sikap Wahabi. 

"Saat makam Rasulullah akan dihancurkan, Kiai Hasyim (Asy'ari) mengirimkan utusan untuk menemui Raja Arab, yang mana itu disebut Komite Hijaz, untuk menyampaikan penolakan. Itu juga bagian dari sejarah pendirian NU, sehingga menentang Wahabi tetap harus kita lakukan sekarang dan seterusnya," pungkas Kang Said. 

Kontributor: Samsul Hadi

Komentar(10 komentar)
Kamis, 17/01/2013 13:08
Nama: Gus Alice
Kecil kadang nggateli
Betul yang dikatakan ketua umum PBNU, namun yang kadang menjengkelkan, sekalipun dia kecil cuman kadang nggateli (baca; bikin garuk-garuk). Dan itu kalau kelamaan garuknya maka akan menjadikan inpkesi ( Organisasi yang lain). ha..............
Kamis, 17/01/2013 11:02
Nama: Muzammil
Siap
dengan catatan anaknya orang NU selayaknya di sekolahkan di pendidikan NU, atau di ponpes NU
Kamis, 17/01/2013 11:00
Nama: fatoni
NU di dadaku
Insya Alloh atas izin Alloh saya kobarkan semangat kembali ke pesantren, bersholawat, memurnikan ajaran islam menurut ulama'2 Nahdlatul 'Ulama, bukan menurut ajaran yg sesat(wahabi).
Kamis, 17/01/2013 08:21
Nama: Nurcholis
Wahabi
Saya percaya Wahabi tidak bisa berkembang karena cara dakwahnya yang tidak sesuai dengan kultur masyarakat Indonesia, dan untuk jumlah anggotannya masih kalah banyak dengan warga NU 1 kecamatan di Banyumas sedangkan dibanyumas ada kurang lebih 20 kecamatan
Rabu, 16/01/2013 21:12
Nama: wawan
tugas bersama
Setuju kyai PBNU bisa menginstruksikan kepada semua cabang di seluruh indonesia untuk menbuat ranting NU sampai di masjid-masjid dan majelis yasin tahlil di setiap RT di seluruh indonesia
Rabu, 16/01/2013 20:46
Nama: agsy
minta di jelaskan
assalamu'alaikum semoga kita semua termasuk orang-orang mencintai sesama muslim. mohon di jelaskan sejarah wahabi sedetail mungkin terimakasih atas perhatiannya wassalam
Rabu, 16/01/2013 15:27
Nama: salim
bikin TV dan Radio
klo PBNU punya uang, jangan hanya dibikin utk acara seremonial yang boros, akan tetapi harus bikin proyek Radio dan TV yang sama sprt milik Wahabi, yang bisa di realy keseluruh penujuru nusantara.
Rabu, 16/01/2013 13:06
Nama: Abi Madyan
Siap !
Siap Kiyai !
Rabu, 16/01/2013 13:05
Nama: Khoirul Amin
SIAP KIAI
DALAM RANGKA MENGIMBANGINYA KAMI ANAK-ANAK MUDA NU DARI BONTANG KALTIM MEMBUAT WADAH "MAJLIS SHOLAWAT BONTANG" DAN INSYA ALLAH KAMI AKAN MEMBUAT LASKAR SHOLAWAT DITENGAH-TENGAH MASYARAKAT WAHABI DAN PKS ANTI TAHLIL
Rabu, 16/01/2013 12:48
Nama: amin
wahabi yang tidak besar
Betul Yai, wahabi tidak besar, namun mereka militan. Repotnya lagi, mereka mulai meniru cara NU seperti mendirikan pesantren-pesantren ala Wahabi di berbagai daerah. Orang NU yang tidak cermat, bisa saja, memasukkan anaknya ke dalam pesantren ala wahabi tersebut
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefOktober 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::